Dorong Budaya Literasi Anak Usia Dini, Dispusip Surabaya Kembangkan Perpustakaan Digital

surabayapagi.com
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, Yusuf Masruh. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna membantu meningkatkan kemampuan literasi sekaligus memperkaya perbendaharaan kata anak, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya mendorong budaya literasi membaca kepada anak sejak usia dini. Pembiasaan tersebut tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah atau perpustakaan, tetapi juga di rumah dengan melibatkan orang tua.

"Kalau ibu dan bapak di rumah minimal menyediakan waktu 10 sampai 15 menit untuk membaca, insya allah anak-anak juga akan ikut membaca,” ujar Kepala Dispusip Surabaya, Yusuf Masruh, Senin (07/09/2026).

Baca juga: Kali Surabaya Tercemar: Warga Keluhkan Air PDAM Keruh, Berbusa hingga Berbau Kimia

Dispusip Surabaya juga terus mengembangkan perpustakaan digital yang diharapkan dapat terintegrasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan lembaga lainnya untuk memperluas akses masyarakat, khususnya anak-anak, terhadap berbagai koleksi bacaan di tengah perkembangan teknologi digital.

Baca juga: Hampir Rampung, Revitalisasi Fisik 16 Pasar Surabaya Baru Capai 65 Persen

"Sekarang sudah era digital. Anak-anak bisa mengakses berbagai koleksi tanpa harus pergi ke mana-mana. Mereka juga bisa bertukar pengalaman dan memanfaatkan berbagai koleksi yang tersedia," katanya.

Meski pengadaan buku baru belum dapat dilakukan dalam jumlah besar, Dispusip Surabaya juga mendorong anak-anak untuk tidak hanya menjadi pembaca, tetapi sekaligus menjadi pencipta karya. Anak-anak, termasuk pelajar SMP, akan didorong untuk mulai menulis dan menghasilkan karya literasi. “Literasi itu bukan hanya membaca, tetapi juga menulis. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk berkarya,” ujar Yusuf.

Baca juga: Fraksi Golkar Kawal Program Prokesra Bank UMKM Berikan Subsidi Bunga Rp 19 Miliar

Dispusip Surabaya juga mengoptimalkan layanan perpustakaan keliling. Mobil perpustakaan keliling akan dijadwalkan mengunjungi sekolah, taman, maupun komunitas-komunitas pegiat literasi. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat mendekatkan bahan bacaan kepada anak-anak sekaligus memberikan pilihan bacaan yang lebih beragam. sb-04/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru