SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sebagai upaya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait HIV/AIDS sekaligus mengurangi stigma terhadap ODHIV, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Tulungagung, menggelar edukasi publik dan eksperimen sosial di kawasan car free day (CFD) yang bertujuan mengukur tingkat empati masyarakat serta menguji pemahaman publik mengenai fakta dan mitos seputar penularan HIV.
"Kami hadirkan orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) untuk melihat tingkat interaksi masyarakat kepada mereka. Kami juga uji pemahaman masyarakat mengenai mitos dan fakta penularan HIV/AIDS," jelas Sekretaris KPAD Tulungagung Ifada Nur Rohmania, Senin (14/09/2026).
Baca juga: Lahan Tebu Seluas 1,4 Hektare di Tulungagung Terbakar Gegara Kotoran Manusia
Dalam kegiatan tersebut, KPAD melibatkan ODHIV laki-laki untuk berinteraksi langsung dengan pengunjung CFD. Hasil pengamatan menunjukkan sebagian masyarakat masih ragu berinteraksi secara langsung, termasuk berjabat tangan dengan ODHIV. Selain eksperimen sosial, KPAD juga menggelar kuis edukatif mengenai jalur penularan HIV.
Baca juga: Anggarkan Rp6-8 Miliar, Pemkab Tulungagung Percepat Perbaikan 43 Sekolah Rusak
Meski demikian, hasil edukasi menunjukkan masih terdapat kesalahpahaman terkait cara penularan HIV, terutama anggapan bahwa virus dapat menular melalui air liur atau kontak sosial sehari-hari seperti berjabat tangan. Pasalnya, keterlibatan langsung ODHIV dalam kegiatan edukasi menjadi bagian dari penerapan prinsip Greater Involvement of People Living with HIV/AIDS (GIPA) yang mendorong peran aktif penyandang HIV/AIDS dalam upaya pencegahan dan penghapusan stigma.
"Masih ada masyarakat yang mempercayai mitos bahwa HIV dapat menular melalui air liur maupun kontak sosial biasa, padahal hal itu tidak benar," ujar Ifada.
Baca juga: Terjunkan Tim ke Sekolah, Dinsos Gencar Cegah Penularan HIV di Gresik
KPAD berharap pendekatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mengurangi diskriminasi terhadap ODHIV, sehingga mereka dapat hidup dan berinteraksi secara setara di lingkungan sosial. "Pendekatan ini terbukti efektif menekan angka diskriminasi di masyarakat. Besar harapan kami stigma negatif terhadap ODHIV bisa terus berkurang," ujarnya. tl-02/dsy
Editor : Redaksi