SURABAYAPAGI.com - Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), H. Roberia mengatakan telah bertemu dengan perwakilan Duta Besar China. Mereka akan membawa calon-calon investor ke Tanah Air.
“Tadi saya sudah kumpul dengan perwakilan dengan Dubes Tiongkok, terus mereka membawa juga calon-calon, jangan salah kutip ya, calon-calon investor,” kata Roberia saat ditemui di Kantor Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Baca juga: Taipan Properti China Chen Hongtian Utang Rp 3,2 Triliun
Roberia menyebut ada sejumlah hal yang menjadi perhatian para perusahaan China yang ingin berinvestasi di bidang properti, salah satunya status kepemilikan tanah harus jelas. Mereka khawatir jika menaruh investasi besar-besaran tapi tidak jelas status tanahnya.
“Mereka (China) meminta jika akan investasi di Indonesia di bidang properti, siapa yang punya tanah. Saya sih kasihan juga kalau status tanahnya nggak jelas, tapi saya masih belum bisa minta jawaban karena memang harus melaporkan ke Bapak Menteri,” ungkap Roberia.
Prasarana, Sarana, dan Fasilitas Umum (PSU) turut menjadi perhatian perusahaan China. Roberia menyebut calon investor China juga perlu memastikan soal pemasaran karena mereka tentu ingin mendapatkan keuntungan.
“Kemudian PSU-nya dibantu, air, listrik, jangan sampai mereka susah nantinya. Kemudian pemasaran gimana? Ini namanya orang investasi kan, business to business (B2B), tentu mereka harus dapat penghasilan lah,” tuturnya.
Roberia menyebut para calon investor turut memerhatikan struktur dan desain bangunan. Mereka menekankan pentingnya material bahan bangunan yang dipakai demi memberikan keselamatan, keamanan, dan kesehatan.
“Terus terakhir bagaimana dengan struktur dan desain? Dan tadi saya bilang, yang penting sepanjang bahan bangunannya dapat memberikan keselamatan, keamanan, dan kesehatan. Kam kita tahu, pengusaha China itu jago membangun gedung,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) menyebut ada 10 titik lahan yang disiapkan oleh pemerintah untuk dibangun rusun. Ia juga memastikan lahan yang disiapkan telah mematuhi regulasi yang berlaku. Namun, Ara tidak merinci di mana lokasi lahan tersebut. “Kan kita sudah siapkan, ada lahannya, ada regulasinya. Ada 10 titik (lahan) yang disiapkan,” tuturnya. ec/he
Editor : Redaksi