HUT PMI, Pemkab Sidoarjo Beri Penghargaan Kepada 5.268 Pendonor Darah

surabayapagi.com
Bupati Sidoarjo Subandi menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada 5.268 pendonor darah di Pendopo Delta Wibawa. SP/ SDA

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memberikan penghargaan kepada 5.268 pendonor darah sukarela. Hal itu karena kegiatan tersebut, mendukung pelayanan kesehatan, terutama untuk memenuhi kebutuhan darah dalam kondisi kritis seperti bencana dan kecelakaan.

"Terima kasih kepada seluruh relawan dan pendonor yang telah memberikan sumbangsih kemanusiaan, donor anda semua sangat berarti untuk menyelamatkan masyarakat Sidoarjo yang membutuhkan," ujar Bupati Sidoarjo Subandi, Minggu (20/09/2026).

Baca juga: Janji Dana BKK Desa Sentul Bakal Turun Perbaiki TPS Sampah

Lebih lanjut, penghargaan diberikan kepada pendonor aktif yang telah menyumbangkan darah mulai 10 hingga 125 kali sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi kemanusiaan mereka. Sehingga, pihaknya mengajak para pendonor untuk terus memberikan dukungan kepada PMI karena keberadaan relawan yang sehat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan donor darah.

Baca juga: Momentum HUT PMI ke-81, Ning Ita Gugah Semangat Solidaritas Sosial dan Perkuat Kolaborasi

Subandi menegaskan Pemkab Sidoarjo akan terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk melalui penguatan fasilitas rumah sakit dan puskesmas. "Dukungan terhadap PMI diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo," kata Subandi.

Sementara itu, Ketua Pengurus PMI Sidoarjo Andjar Surjadianto mengatakan kebutuhan darah terus meningkat seiring bertambahnya pelayanan kesehatan, dengan kebutuhan mencapai sekitar 58 ribu kantong pada 2024 dan 57.750 kantong pada 2025. 

Baca juga: Lewat KISI 2026, Pemkab Sidoarjo Dorong Terciptanya Inovasi Pemerintahan

Sehingga, kegiatan donor darah secara rutin dapat dilakukan hingga lima kali dalam setahun atau sekitar dua bulan sekali sambil tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan ketentuan medis yang berlaku. “Semoga semakin banyak warga yang tergerak menjadi pendonor darah sukarela sehingga ketersediaan darah yang aman dan berkualitas dapat terus terjaga untuk menyelamatkan masyarakat Sidoarjo,” kata Andjar. sd-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru