SurabayaPagi, Surabaya — Sebanyak 12 tim dari Indonesia, Thailand, dan Vietnam bertarung dalam Grand Finals Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall di Convention & Exhibition Hall, Tunjungan Plaza 3, Surabaya, Minggu (20/9/2026).
Indonesia mengirim empat wakil, yakni Bigetron by Vitality, ONIC, RRQ Kazu dan MBR Omega. Mereka bersaing dengan delapan tim dari Thailand dan Vietnam untuk memperebutkan gelar juara regional serta bagian dari total hadiah senilai US$300.000. Delapan tim teratas juga memperoleh tiket menuju FFWS Global Finals 2026 di Bangkok.
Grand Finals menjadi bagian dari rangkaian final FFWS SEA 2026 Fall yang berlangsung di Surabaya pada 19–20 September. Sehari sebelumnya, seluruh finalis menjalani enam pertandingan Point Rush untuk mengumpulkan headstart points yang menjadi modal pada hari penentuan.
Bagi Indonesia, perebutan gelar di Surabaya menjadi bagian dari perjalanan untuk kembali meraih trofi FFWS SEA. Sejak kompetisi regional tersebut digelar, ONIC menjadi salah satu tim Indonesia yang pernah meraih gelar pada FFWS SEA 2025 Spring.
Persaingan di Grand Finals juga mempertemukan tim-tim dengan rekam jejak kuat di kompetisi regional. Salah satunya Buriram United Esports dari Thailand yang pernah menjuarai FFWS SEA 2024 Fall di Surabaya dan kemudian meraih gelar dunia pada FFWS Global Finals 2025 di Jakarta.
Surabaya kembali menjadi lokasi penyelenggaraan babak final setelah sebelumnya menjadi tuan rumah FFWS SEA 2024 Fall. Dengan penyelenggaraan tahun ini, kompetisi internasional Free Fire kembali hadir di Indonesia dalam rangkaian penyelenggaraan selama tiga tahun berturut-turut, setelah FFWS SEA 2024 Fall di Surabaya dan FFWS Global Finals 2025 di Jakarta.
Game Producer Garena Free Fire Indonesia, Christiandy Franciscus, mengatakan kembalinya Grand Finals FFWS SEA ke Surabaya tidak hanya berkaitan dengan kompetisi, tetapi juga keterlibatan komunitas Free Fire.
“Kami senang dapat kembali menghadirkan Grand Finals FFWS SEA di Surabaya. Bagi kami, FFWS bukan hanya panggung bagi para pemain terbaik di Asia Tenggara, tetapi juga perayaan untuk komunitas yang telah tumbuh bersama Free Fire. Tahun ini, kami ingin para penggemar ikut menjadi bagian dari perayaan tersebut, baik dengan hadir langsung di Surabaya maupun menyaksikan kompetisi secara daring, sekaligus menghadirkan lebih banyak pengalaman Free Fire yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas," ujarnya.
Christiandy menambahkan, pengalaman penyelenggaraan FFWS SEA 2024 di Surabaya menjadi salah satu pertimbangan untuk kembali membawa babak final ke Kota Pahlawan.
“Energi dan antusiasme yang kami rasakan di Surabaya pada 2024 menjadi alasan kuat bagi kami untuk kembali. Tahun ini, kami ingin menjadikan Grand Finals semakin berkesan serta memberikan kesempatan bagi para penggemar di seluruh Indonesia untuk kembali mendukung empat wakil Indonesia yang bertanding di kandang sendiri,” lanjut Christiandy.
Bigetron by Vitality, ONIC, RRQ Kazu dan MBR Omega membawa perjalanan masing-masing menuju Grand Finals. Keempatnya menjadi bagian dari 12 tim yang lolos ke babak penentuan setelah melewati rangkaian Knockout Stage.
RRQ Kazu dan MBR Omega memastikan tiket Grand Finals pada pekan terakhir fase Knockout Stage. RRQ Kazu mengakhiri fase tersebut di posisi kelima dengan 234 poin, sedangkan MBR Omega berada di posisi keenam dengan 231 poin. Keduanya menyusul Bigetron by Vitality dan ONIC yang lebih dahulu mengamankan tiket.
Di babak final, keempat wakil Indonesia menghadapi lawan dari Thailand dan Vietnam. Persaingan tersebut menjadi bagian dari perebutan gelar regional sekaligus delapan tiket menuju FFWS Global Finals 2026 di Bangkok.
Penentuan juara FFWS SEA 2026 Fall menggunakan format Champion Rush. Setelah menjalani enam pertandingan Point Rush pada 19 September, seluruh tim membawa poin awal menuju pertandingan final pada 20 September.
Pada tahap Champion Rush, sebuah tim harus mencapai sedikitnya 110 poin untuk memperoleh status Champion Rush. Namun, perolehan 110 poin belum otomatis membuat tim menjadi juara. Tim yang sudah mencapai ambang tersebut harus meraih Booyah untuk mengunci gelar.
Format tersebut membuat pertandingan tetap berlangsung hingga terdapat tim yang memenuhi kedua syarat tersebut. Dengan demikian, perolehan poin dari pertandingan sebelumnya menjadi modal penting, tetapi kemenangan pada pertandingan setelah mencapai ambang Champion Rush tetap menjadi penentu gelar.
FFWS SEA 2026 Fall memperebutkan total hadiah US$300.000. Selain hadiah uang, delapan tim teratas Grand Finals mendapatkan kesempatan tampil pada FFWS Global Finals 2026 di Bangkok.
Editor : Redaksi