Eri Larang Sekolah Jual Seragam

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan tidak membolehkan praktik jual-beli seragam sekolah di SD dan SMP negeri. Eri bahkan menyebut jual-beli seragam di sekolah negeri sebagai hal yang diharamkan.

D i a t eg a s k a n b a hwa ketentuan terkait seragam sekolah negeri di Surabaya sedang ditata. Jika ada pihak yang hendak menjual seragam untuk alasan tertentu, penjualan harus sepengetahuan Dinas Pendidikan Surabaya.

Baca juga: Pemkot Siapkan Perwali Lindungi Hak Pekerja Rumah Tangga dan P3RTT

“Saya tidak lagi membolehkan dan mengharamkan untuk jual-beli seragam sekolah di SD dan SMP Negeri. Maka, kalau ada yang menjual seperti itu, maka harus sepengetahuan dari Kepala Dinas Pendidikan,” kata Eri, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, penjualan seragam hanya bisa dilakukan dengan ketentuan tertentu, terutama berkaitan dengan harga jual.

“Kalau ingin membantu orang yang tidak mampu, maka bisa menjual seragam di sekolah, hukumnya wajib harganya di bawah harga toko yang ada di pasaran,” jelasnya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Siapkan Perwali Lindungi Hak Pekerja Rumah Tangga dan P3RT

Eri juga menyoroti perbedaan motif batik dan jenis kain yang digunakan masing-masing sekolah negeri. Menurutnya, perbedaan itu berpotensi membuat harga seragam berbeda-beda.

“Saya tidak ingin lagi lihat sekolah A, sekolah B, SD Negeri A, SMP Negeri B, SMP Negeri A itu menggunakan motif batik yang berbeda-beda. Kalau motif batiknya beda-beda itu akan mempengaruhi harganya,” ungkapnya.

“Kain juga begitu, harganya jadi mahal. Akhirnya menunjukkan nanti, ‘oh sekolah itu sekolah wong sugih, sekolah negeri itu yang wong nggak duwene’,” imbuh Eri.

Baca juga: Wali Kota Eri Cahyadi Minta Satpol PP Terapkan Pendekatan Humanis di Lapangan

Karena itu, Pemkot Surabaya akan menata kembali ketentuan seragam di sekolah negeri agar tidak terjadi perbedaan yang berpengaruh terhadap biaya yang harus dikeluarkan orang tua.

“Semua sama. Maka hari ini saya minta itu juga akan kita tata lagi,” tegasnya. by1

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru