SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Di tengah ancaman kekeringan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus mencari cara untuk menjaga lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air. Salah satunya melalui program Irigasi Perpompaan (Irpom). Sehingga, fasilitas yang sudah dibangun benar-benar digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh petani.
“Peninjauan ini untuk memastikan program pemerintah benar-benar berjalan di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani,” ujar Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid atau Ra Hamid, meninjau langsung Irpom di Kelompok Tani Setia Tani 10, Desa Suling Kulon, Kecamatan Cermee, Selasa (06/10/2026).
Baca juga: Terdampak Kekeringan, Pemkab Kediri Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Desa Surat
Sehingga, Irpom menjadi salah satu solusi untuk lahan pertanian yang kesulitan mendapatkan air. Sistem ini bekerja dengan mendekatkan sumber air ke lahan sawah agar kebutuhan pengairan bisa terpenuhi.
Program tersebut telah berjalan secara bertahap. Pada 2024, sebanyak 77 titik Irpom dibangun. Sementara pada 2026, terealisasi 74 titik. Setiap titik Irpom mampu mengairi sekitar 15 hektare lahan. Dengan 74 titik yang ada, total lahan yang berpotensi mendapatkan pengairan mencapai sekitar 1.110 hektare di Bondowoso.
Baca juga: Kekeringan Semakin Parah di Ponorogo, TNI Droping Air di Wilayah Krisis Air Bersih
Meski begitu, Ra Hamid mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak cukup hanya dihitung dari jumlah titik yang dibangun. “Yang lebih penting bukan hanya jumlah titiknya. Kita ingin memastikan setiap titik benar-benar berfungsi, dimanfaatkan optimal dan dikelola berkelanjutan oleh kelompok tani,” tegasnya.
Karena itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan diminta tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Pendampingan dan monitoring harus terus dilakukan agar jika ada kendala teknis di lapangan bisa segera ditangani.
Baca juga: Terdampak Kekeringan, Trenggalek Distribusikan 2,5 Juta Liter Air ke 52 Desa
Bupati berharap kelompok tani ikut menjaga dan merawat Irpom yang telah dibangun. Dengan pengelolaan bersama, fasilitas tersebut diharapkan bisa digunakan dalam jangka panjang, sehingga air tetap tersedia, lahan terus produktif, dan ketahanan pangan Bondowoso semakin kuat. bd-01/dsy
Editor : Redaksi