Suasana Makin Tegang, Flare Dinyalakan

HINGGA MALAM, MASSA DEMO MASIH BERTAHAN DI BUNDARAN HI

surabayapagi.com
Aksi demonstran di Bundaran HI, Rabu (28/10/2026). Para pengunjukrasa sampai menyalakan flare.

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Massa aksi demonstrasi masih bertahan di Bundaran HI, Jakarta Pusat hingga Rabu (28/10/2026), kala langit sudah gelap. Padahal, sesuai aturan, batas waktu aksi unjuk rasa adalah pukul 18.00 WIB.

MASSA aksi berkumpul di Pos Lantas yang berada di antara Hotel Kempinski dan Hotel Mandarin Oriental.

Baca juga: Greenpeace Panjat Patung Bundaran HI, Bentangkan Spanduk Kritik Pemerintah

Sementara sekitar 100 meter dari pos tersebut, terdapat barikade polisi tepat di samping Halte Transjakarta Tosari.

Pada pukul 17.00 WIB massa sempat berkumpul mendekati barikade tersebut.

Namun, satu jam kemudian massa berpencar kembali ke arah Bundaran HI. Saat ini, sebagian massa aksi tampak duduk di Bundaran HI depan Pos Lantas setelah diarahkan oleh Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra.

Baca juga: DPRD Kota Kediri Siap Lakukan Kajian Usai Temui Para Pedagang Pasar

Sementara sekitar pukul 17.48 WIB salah satu peserta aksi sempat menaiki Pos Lantas dan menyalakan flare berwarna merah dan diikuti dengan para peserta aksi yang menyanyikan orasi.

Saat ini, sebagian massa aksi tampak duduk di Bundaran HI depan Pos Lantas setelah diarahkan oleh Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra. Sementara sekitar pukul 17.48 WIB salah satu peserta aksi sempat menaiki Pos Lantas dan menyalakan flare berwarna merah dan diikuti dengan para peserta aksi yang menyanyikan orasi.

Hingga berita ini ditayangkan, massa aksi masih bertahan di Bundaran HI. Tuntutan aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) dan sejumlah elemen masyarakat sipil akan menggelar demonstrasi di Bundaran HI hari ini.

Baca juga: Bantah Telat Bagi Hasil, Dishub Surabaya Tegaskan Jukir Dapat 40 Persen

Aksi itu membawa lima tuntutan, mulai dari penanganan bencana ekologis, penggunaan anggaran negara, biaya pendidikan, reformasi hukum, hingga perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi.

Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026 Namora Siahaan mengatakan, lima tuntutan tersebut dibagi ke dalam lima sektor dan tidak jauh berbeda dari tuntutan yang disuarakan dalam demonstrasi pada 20 Oktober 2026. jk,rmc2

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru