Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

surabayapagi.com
Ilustrasi. Panen tembakau di Ngawi. SP/ NGW

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Kondisi kemarau panjang mendorong sejumlah petani memanfaatkan lahan  pertanian mereka untuk membudidayakan tembakau. Sehingga, Dinas Ketahanan Pangan dan  Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi mencatat peningkatan luas tanam tembakau mencapai 2.000 hektare pada 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 1.300 hektare.

Dari total luas lahan tersebut, sekitar 95 persen atau setara 1.900 hektare telah memasuki masa panen. Sementara itu, sekitar 5 persen atau 100 hektare lainnya masih belum dipanen. DKPP Ngawi menargetkan seluruh proses panen dapat diselesaikan pada akhir Oktober 2026.

Baca juga: Di Sela-sela Kemarau, Petani Labu Kuning di Jombang Raup Cuan Panen 15 Ton

“Luas tanam tembakau tahun ini mencapai sekitar 2.000 hektare, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 1.300 hektare. Hingga saat ini, sekitar 95 persen lahan sudah dipanen dan sisanya ditargetkan selesai pada akhir Oktober,” ujar Kabid Perkebunan dan Hortikultura DKPP Ngawi, Anita Denni Arganingrum, Senin (02/11/2026).

Baca juga: Sah! Anggota DPRD Jatim Darmawan Sutanto Pimpin Gerindra Ngawi

Dari sisi produktivitas, hasil panen tembakau di Ngawi rata-rata mencapai 1,5 hingga 1,8 ton per hektare. Secara keseluruhan, produksi tembakau tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 3.420 ton. Selain peningkatan luas tanam dan produksi, harga tembakau rajangan kering juga dinilai cukup menjanjikan. Saat ini, harga berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp50.000 per kilogram, bergantung pada kualitas tembakau.

Baca juga: Jadi Wisata Dadakan, Bengawan Solo di Ngawi Jadi Hamparan Bunga Enceng Gondok

Lebih lanjut, Anita menambahkan, persebaran lahan tembakau di Kabupaten Ngawi kini telah menjangkau 14 kecamatan. Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan luas tanam dengan mempertimbangkan potensi pengembangan komoditas tembakau di wilayah tersebut. Dengan meningkatnya luas tanam, produksi, serta harga jual yang dinilai menjanjikan, tembakau menjadi salah satu komoditas yang dimanfaatkan petani Ngawi selama musim kemarau. Meski demikian, hasil akhir tetap dipengaruhi produktivitas tanaman dan kualitas tembakau yang dihasilkan. ng-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru