Daerah Kaya, Tapi Warganya Tinggal Digubuk Reot

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Gresik – Ternyata, tinggal di daerah yang memiliki potensi kaya raya, tak menjamin bisa hidup mapan dan jauh dari kata miskin. Buktinya, Kabupaten Gresik yang selalu disebut-sebut daerah seribu industri dan memiliki potensi daerah yang jauh lebih makmur dengan daerah lain di Jawa Timur, ternyata masih ada penduduknya yang hidup di bawah garis kemiskinan. Lihat saja Ngadi. Dimana warga Dusun Sawahan, Desa Kedan Kulur, Kecamatan Cerme, Gresik, ternyata kehidupannya jauh di bawah garis kemiskinan. Bersama istrinya bernama Siti Khomsah dan kedua putranya, dia tinggal di sebuah gubuk berukuran 4x3 meter persegi tak ubahnya kandang hewan ternak. Gubuk derita pria berusia 50 tahun ini berada di ujung Rt.3 Rw.8 tak jauh dari persawahan. Sementara tetangga-tetangganya kehidupannya, boleh dibilang masih berkelebihan. Rumah layak huni dan memiliki lahan pertanian yang cukup. Sebaliknya, Ngadi yang juga kelahiran asli di desa tersebut, hanya seorang pekerja kuli sawah dengan penghasilan tak menentu. Kedua anaknya, kini tumbuh besar. Namun karena keterbatasan ekonomi, anak Ngadi ini hanya bisa mengecap bangku sekolah di tingkat SMP saja. Pasalnya, alih-alih untuk membiayai anak masuk sekolah, kebutuhan sehari-hari saja, harus banting tulang mandi keringat. Surabaya Pagi berkesempatan berkunjung ke gubuk derita Ngadi, saat itu suami Siti Khomsah tengah duduk santai di depan gubuknya bersama kedua putranya dam seorang wanita paruh baya yang kebetulan berkunjung kesana. Sambil tersenyum, Ngadi bersama putranya dan wanita si tetangganya tersebut langsung berdiri menyambut Surabaya Pagi tiba di gubuk yang hanya ditutupi dengan dinding anyaman bambu dan berlantai tanah. Yang menaruh ibah dibalik kehidupan Ngadi bersama keluarganya ini, tidak saja lantaran dia tinggal digubuk reot. Bukan pula karena sehari-hari dia harus memikul air dari waduk yang jaraknya berkilo-kilo dari gubuknya. Tetapi membuat miris, karena sang istri Ngadi, Siti Khomsah (45) ini ternyata kini tinggal dibalik jeruji rumah tahanan Banjarsari, Cerme, Gresik. Siti Khomsah ditangkap polisi Polsek Cerme dan sudah tiga kali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Gresik. "Istri saya ini, ditangkap polisi karena dia terhutang ke rentenir. Belum sempat kami lunasi, sudah terlanjur ditangkap dan diadili di pengadilan," ujar Ngadi kepada Surabaya Pagi. Apa yang dialami istri Ngadi ini, sepertinya tak adil. Bagaimana tidak, Siti Khomsah ini meminjam uang ke seorang rentenir bernama Siani. Rentenir ini satu desa dengan Khomsah. "Utangnya itu cuma Rp 1 juta. Tapi harus dikembalikan ke Siani senilai Rp 1,5 juta," jelas Ngadi. Sebelum ditangani polisi dan ditahan di rutan, sebenarnya Khomsah pernah menyerahkan uang ke Siani senilai Rp 500 ribu untuk membayar dan sisanya sedang dicarikan. Namun, Siani menolak alasannya minta di chas. Lantaran Khomsah bersama suaminya hidup pas-pasan, dia belum bisa melunasi pinjamannya itu dengan chas. Lagi pula, uang yang dipinjam senilai Rl 1 juta tersebut, dia cicil seminggu sekali Rp 150 ribu selama jangka waktu 10 minggu. Yang jadi pertanyaan, Khomsah mesti harus diseret ke pengadilan dan diadili secara pidana hanya persoalan utang piutang senilai Rp 1 juta. Lantas, utang belum bisa dilunasi lantaran kondusi ekonomi yang memang jauh dari pas-pasan. Mis
Tag :

Berita Terbaru

KCB Jatim Laporkan Dugaan Pungli di DLH, Siap Bongkar Nama Pejabat dan Swasta Terlibat

KCB Jatim Laporkan Dugaan Pungli di DLH, Siap Bongkar Nama Pejabat dan Swasta Terlibat

Jumat, 15 Mei 2026 19:13 WIB

Jumat, 15 Mei 2026 19:13 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Koordinator Komunitas Cinta Bangsa (KCB) Jawa Timur, Holik Ferdiansyah, menyatakan akan mengungkap nama-nama pejabat serta pihak s…

Bayi Laki-laki Dibuang di Ring Road Kota Madiun, Ditemukan Dalam Tas Kertas Coklat 

Bayi Laki-laki Dibuang di Ring Road Kota Madiun, Ditemukan Dalam Tas Kertas Coklat 

Jumat, 15 Mei 2026 12:55 WIB

Jumat, 15 Mei 2026 12:55 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Warga di kawasan Ring Road Kota Madiun digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga sengaja dibuang di tepi jalan, …

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya…

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Fenomena sungai menghitam dan penumpukan sampah plastik masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Ponorogo. Merespons hal tersebut,…

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Proyek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Proyek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun -Pengusaha event organizer (EO) Matahari Pink Inspiration (MPI), Faizal Rachman, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ter…

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, JAKARTA — Polemik lama antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Praktisi hukum Ghufron menegaskan p…