Siti Aisyah Jalani Sidang Pembunuhan di Laboratorium Kimia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemindahan lokasi sidang terjadi setelah seorang ahli kimia pada minggu lalu memberi kesaksian bahwa ada jejak racun VX pada pakaian kedua terdakwa. Raja Subramaniam, ahli kimia yang jadi saksi menyatakan bukti bercak racun VX pada pakaian secara langsung akan menghubungkan para terdakwa dengan pembunuhan Kim Jong-nam di bandara Kuala Lumpur Februari lalu. PETALING JAYA, M. burhanudin. Pengadilan terhadap Siti Aisyah; warga Indonesia dan Doan Thi Huong, warga Vietnam dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam dipindah ke laboratorium Malaysia. Hal ini untuk membuktikan apakah pakaian mereka terkontaminasi racun VX atau tidak. Kedua perempuan muda itu jadi terdakwa atas pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Sidang di laboratorium di dekat Kuala Lumpur pada Senin (09/10) digelar dengan jaminan keamanan tinggi. Selama ini, kedua terdakwa dituduh mengoleskan racun VX di wajah Kim Jong-nam. Namun, mereka mengaku menjadi korban penipuan oleh seseorang yang menyuruh mereka melakukan adegan lelucon berbayar untuk tayangan televisi. Mereka tidak tahu jika adegan itu untuk membunuh korban. Sosok penyuruh kedua terdakwa diduga agen mata-mata Korut yang telah melarikan diri tak lama setelah serangan terhadap korban berlangsung. Pengacara Siti Aisyah, Gooi Soon Seng mengatakan, anggota tim hukum mengenakan jas laboratorium, masker dan sarung tangan dan memasuki ruangan untuk memeriksa pakaian, kliping kuku dan sampel darah Siti. ”Seluruh prosesnya adalah mengidentifikasi barang bukti,” kata Gooi, seperti dikutip AFP. Tapi, dia menambahkan bahwa blazer yang telah dikenakan oleh Kim Jong Nam dan terkontaminasi dengan VX tidak ditunjukkan kepada tim hukum yang mendampingi Siti Aisyah. Sidang itu seharusnya kembali ke Pengadilan Tinggi Shah Alam, dekat Ibu Kota Malaysia dan dilanjutkan pada sore hari. Tapi ditunda sampai Selasa setelah Raja, sang saksi ahli, mengeluh karena merasa lelah. Pembunuhan Kim Jong-nam ini sempat memicu konflik diplomatik antara Malaysia dan Korea Utara. Rezim Kim Jong-un yang berkuasa di Korut dituduh intelijen Korea Selatan dan pemerintah Amerika Serikat (AS) sebagai pemberi perintah pembunuhan itu. Namun, Pyongyang membantahnya. 02
Tag :

Berita Terbaru

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Jaksa Dakwa Direktur Pemberitaan Jak TV, Buat Program dan Konten Bentuk Opini Negatif di Publik Terkait Penanganan Tiga Perkara Korupsi Minyak…

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan praktik ilegal. Ia memberikan beberapa contoh…

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan pembicaraan undang-undang di DPR bukan terkait selera kekuasaan. "Bagi saya,…

AKBP Didik Tersangka Narkoba, Juga Disidang Etik

AKBP Didik Tersangka Narkoba, Juga Disidang Etik

Kamis, 19 Feb 2026 18:24 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:24 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, jalani sidang etik terkait kepemilikan barang bukti narkotika . "(Sidang etik…

Pengusir Nenek Elina Widjajanti Minta Damai, Tapi Ditolak

Pengusir Nenek Elina Widjajanti Minta Damai, Tapi Ditolak

Kamis, 19 Feb 2026 18:20 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ingat  kasus yang menimpa Elina Widjajanti (80), yang menyita perhatian publik karena peristiwa kekerasan yang dialaminya. …

Maghfirah

Maghfirah

Kamis, 19 Feb 2026 18:18 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebagai manusia biasa, melakukan kesalahan dan dosa tentunya hal yang wajar. Namun, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa …