Ramai Dugaan Pungli Parkir Taman Bantaran, LPMK Pangongangan Buka Suara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua LPMK Kelurahan Pangongangan Sutrisno (tengah baju hitam) bersama dua petugas parkir.
Ketua LPMK Kelurahan Pangongangan Sutrisno (tengah baju hitam) bersama dua petugas parkir.

i

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Polemik dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengelolaan parkir di kawasan Taman Bantaran Kota Madiun mendapat tanggapan dari Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Pangongangan, Sutrisno. Ia menegaskan pengelolaan parkir dilakukan warga sebagai bentuk penataan lingkungan, bukan praktik pungli seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.

‎Video dengan caption “Gimana Pemkot Apa Mungkin Sengaja Ada Pembiyaran Dugaan Pungli” diunggah akun @Paijo yang diduga milik Dwi Jatmiko Agung Subroto atau Kokok Patihan, anggota DPRD Kota Madiun dari Fraksi Perindo. Dalam video tersebut disebutkan pengelolaan parkir di Taman Bantaran diduga masuk kategori pungutan liar (pungli) lantaran tidak masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

‎

‎Menanggapi hal itu, Sutrisno menilai kritik yang disampaikan anggota dewan merupakan hal positif. Namun menurutnya, kritik juga seharusnya dibarengi dengan solusi.

‎

‎“Kritikan dari Pak Kokok Patihan saya anggap hal yang positif. Namun sebagai anggota dewan setidaknya juga memberikan solusi yang baik,” kata Sutrisno.

‎

‎Ia menjelaskan, kawasan Taman Bantaran pada tahun 2017 lalu mendapat Surat Keputusan dari Kementerian PUPR Nomor 125 terkait izin kegiatan konstruksi taman lalu lintas. Sementara urusan parkir disebut menjadi ranah koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

‎

‎“Kalau soal parkir koordinasinya ke BBWS,” ungkapnya.

‎

‎Menurut Sutrisno dengan adanya sorotan dari anggota DPRD, pihak BBWS segera memberikan keputusan yang jelas terkait pengelolaan parkir di kawasan tersebut.

‎

‎Ia juga menjelaskan, pengelolaan parkir yang diketuai Martono melibatkan warga Kelurahan Pangongangan. Penataan parkir dilakukan sebagai bentuk inisiatif warga karena aktivitas di kawasan Taman Bantaran, khususnya saat Sunday Market, kerap menyebabkan kemacetan dan kondisi lalu lintas semrawut.

‎

‎“Warga berinisiatif menata parkir agar tidak menyebabkan jalanan macet dan semrawut saat kegiatan Sunday Market,” jelasnya.

‎Dalam praktiknya, pengunjung dikenakan tarif parkir Rp2 ribu untuk sepeda motor. Menurut Sutrisno, nominal tersebut masih wajar karena berada di bawah ketentuan Perda retribusi parkir.

‎“Pengunjung ditarik Rp2 ribu untuk sepeda motor dan menurut saya masih wajar karena masih di bawah ketentuan Perda retribusi parkir,” ujarnya.

‎Terkait pengelolaan hasil parkir, Sutrisno menyebut petugas parkir hanya mengambil 60 persen dari pendapatan. Sisanya dimasukkan ke kas untuk pemeliharaan fasilitas di kawasan Taman Bantaran, kegiatan sosial, hingga kontribusi lingkungan melalui LPMK.

‎“Sisanya dimasukkan ke dalam kas untuk perbaikan, pemeliharaan taman hingga kegiatan sosial,” katanya.

‎Menurutnya, penggunaan dana tersebut juga disampaikan secara terbuka kepada masyarakat melalui kegiatan arisan rutin bulanan.

‎“Tiap bulan diumumkan secara transparan saat acara arisan,” pungkasnya.mdn

‎

Tag :

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo - Yayasan Perguruan Al-Islam (YAPALIS) Krian kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) King Cobra Season 3 t…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…