SURABAYAPAGI, Gresik - Aksi unjuk rasa yang dilancarkan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik, Sabtu (21/10) kemarin, berakhir di meja perundingan.
Sayangnya, perundingan yang berlangsung sekitar tiga jam di kantor desa setempat, tidak membuahkan hasil. Pasalnya, hadir yang mewakili PT Pertagas dan pihak kontraktor, tidak bisa mengambil keputusan terkait tuntutan warga.
Akibatnya, rapat yang dihadiri langsung Kapolsek Kebomas Kompol Ronny Ade Yusuf, Kepala Desa Sukorejo Fakhthur Rokhman, para Ketua RT, Pengurus BPD, bubar tanoa hasil. Tak heran, jika warga kecewa terhadap sikap pihak manajemen PT Pertagas.
Kepala Desa Sukorejo, Fakhthur Rokhman mengatakan bahwa tuntutan warganya, dibalik aksi unjuk rasa tersebut pertama meminta agar pihak PDAM Gresik, memperbaiki saluran air ke warga. Karena sudah sebulan terakhir, warga Sukorejo krisis air bersih.
Kedua, warga minta ganti rugi ke Pertagas senilai Rp 100 ribu perminggu untuk 400 rumah yang terdampak proyek. Sebab, selama proyek galian penanaman pipa gas ini berlangsung di daerah mereka, praktis air mati total.
"Permintaan warga kami ke Pertagas dan PDAM. Tapi belum ada putusan karena yang hadir dimediasi hanya pekerja lapangannya saja. Makanya, wajar kalau warga kecewa akan hal ini," kata Fakhthur Rokhman alias Gusman kepada Surabaya Pagi, usai pertemuan mediasi di kantor desa.
Sebelumnya, ratusan warga tua muda, hingga ibu-ibu turun ke Jalan Raya Mayjen Sungkono. Mereka, memprotes proyek galian penanaman pipa gas milik Pertagas, yang ada di wilayah mereka.
Pasalnya, keberadaan proyek tersebut rupanya membawa petaka buruk bagi warga desa ini. Petaka yang paling dirasakan warga yakni terhentinya distribusi air PDAM. Ini terjadi sejak proyek pipa gas tersebut, ada.
"Sejak proyek pipas gas ini ada, air PDAM macet total. Karena, pipa induk PDAM amblas akibat galian proyek," teriak demonstran.
"Intinya, aksi warga ini puncak dari kekesalan warga yang sudah sebulan ini tak dapat air, karena PDAM macet akibat proyek pipa gas," tegas Gusman.
Aksi unjuk rasa ini akan berlanjut kata Gusman jika pihak Pertagas lamban merespon tuntutan warga. Bahkan, jumlah massa yang akan turun akan lebih banyak lagi. Mis
Keterangan Ft.1
Editor :
Mariana Setiawati
Berita Terbaru
Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB
Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Bukti Arkeologis mengungkap Flkakta Gajah Mada lahir di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur, dari Dewi Andogsari tidak …
Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB
Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis bersalah kepada sejumlah debitur pembiayaan FIFGroup dalam perkara p…
Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB
Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB
Jaksa Dakwa Direktur Pemberitaan Jak TV, Buat Program dan Konten Bentuk Opini Negatif di Publik Terkait Penanganan Tiga Perkara Korupsi Minyak…
Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB
Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan praktik ilegal. Ia memberikan beberapa contoh…
Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB
Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan pembicaraan undang-undang di DPR bukan terkait selera kekuasaan.
"Bagi saya,…
Kamis, 19 Feb 2026 18:24 WIB
Kamis, 19 Feb 2026 18:24 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, jalani sidang etik terkait kepemilikan barang bukti narkotika .
"(Sidang etik…