Mengenal Tokoh-tokoh Penting dalam Sumpah Pemuda

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Bogor - Soegondo Djojopuspito salah satu tokoh penting lahirnya Sumpah Pemuda yang menjadi Ketua Panitia Kongres Pemuda tahun 1928 merupakan murid dari Ki Hadjar Dewantoro. Menurut Sunaryo Jojopuspito, putra almarhum Soegondo Djojopuspito pernah mondok dan berguru di rumah Ki Hadjar Dewantoro selama tiga tahun. Ki Hadjar Dewantoro adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia pada masa penjajahan Belanda, dan pendiri Perguruan Taman Siswa, lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. "Lulus dari MULO di Surabaya, Soegondo melanjutkan pendidikan AMS ke Yogyakarta. Oleh bapaknya Soegondo dititipkan ke rumah Ki Hadjar Dewantoro," kata Sunaryo, Sabtu (28/10). MULO adalah pendidikan umum pada masa penjajahan Belanda yang setingkat SMP, dan AMS adalah setingkat SMA. Mengulik perjalanan Soegondo sebagai Ketua Kongres Pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda semua terekam dalam ingatan Sunaryo sebagai satu-satunya saksi sejarah dalam keluarga inti yang masih hidup. Sunaryo menceritakan sosok Soegondo sebagai anak dari seorang penghulu dan mantri juru tulis desa di Kota Tuban, Jawa Timur bernama Kromosardjono. Perjalanan hidup Soegondo terbilang susah, sejak kecil ibunya sakit-sakitan sampai akhirnya meninggal dunia. Lalu bapaknya, Kromosardjo menikah lagi, dan mendapatkan dua anak perempuan salah satunya Soenarjati. Soegondo dan adiknya Soenarjati diangkat menjadi anak oleh pamannya Hadisewojo bersama dua orang sepupunya. Sebagai seorang kolektor pajak di wilayah Blora, Jawa Tengah. Bapak angkat Soegondo kenal baik dengan Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, pendiri sekaligus ketua pertama organisasi Sarekat Islam (SI), lalu menitipkan Soegondo untuk mondok di rumahnya di Surabaya tahun 1919-1922. HOS Tjokroaminoto dikenal sebagai guru tokoh pergerakan bangsa seperti Soekarno , Semaoen, Kartosuwiryo, Alimin, Musso, dan Tan Malaka. "Di rumah HOS Tjokroaminoto lah, Soegondo muda bertemu dengan Soekarno yang juga sama-sama tinggal," kata Sunaryo. Perjalanan pendidikan Soegando berlanjut setelah lulus MULO pada 1922, ia melanjutkan pendidikan ke sekolah ke AMS afdeling B (SMA bagian B Paspal 3 tahun) di Yogyakarta sampai tahun 1925. Istilah SMA bagian B Paspal pada masa lalu adalah untuk jurusan ilmu pasti dan alam (IPA). Selama sekolah di Yogyakarta, Soegondo tinggal di rumah Ki Hadjar Dewantoro yang menjadikannya murid. Lulus dari AMS, Soegondo melanjutkan pendidikan ke "Rechtsbooge School te Batavia" (RHS) atau Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta, cikal bakal Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Atas biaya bapaknya dan beasiswa pemerintah Belanda. Selama kuliah, semangat kebangsaan Soegondo muncul dari bacaan majalah "Indonesia Merdeka" yang ditulis oleh Pemuda Indonesia di bawah asuhan Mohammad Hatta di Belanda. Majalah tersebut dilarang beredar di Indonesia. Tetapi oleh petugas kantor pos tempat Soegondo mondok selama kuliah di RHS diselundupkan dan dibagikan kepadanya untuk dibaca. Majalah tersebut lalu dibaca oleh sejumlah pemuda yang juga rekan-rekan seperjuangan Soegondo. Dari situlah muncul gerakan pemuda di sejumlah daerah, ada Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa, Jong Ambon, Jong Celebes, dan Jong Batak, dan lainnya. "Waktu itu Jong Betawi belum ada, karena kelompok pemuda ini dibentuk oleh pelajar yang sedang menempuh pendidikan setingkat mahasiswa. Kala itu Betawi masih tergabung dalam suku Sunda," katanya. Selama tinggal di rumah Ki Hadjar Dewantoro dan bersekolah di AMS Yogyakarta, Soegondo dikenal sebagai murid pandai, senang membaca. Buku bacaannya terdiri atas buku bacaan berbahasa Inggris, Belanda, Prancis, dan Jerman yang merupakan karya tokoh internasional. Selama di Yogyakarta, Soegondo telah memiliki perhatian ke bidang politik. Sebagai pelajar ia belum dapat menjadi anggota partai politik, tapi sering mengunjungi rapat-rapat umum. Setelah era Sumpah Pemuda, tahun 1932 Soegondo pindah ke Bandung untuk menjadi Kepala Sekolah Taman Siswa milik Ki Hadjar Dewantoro. Di sanalah Soegondo bertemu Suwarsih yang dinikahinya di Cibadak, Sukabumi, Jabar. Dari pernikahakanhannya Soegondo dikaruniai tiga orang anak, salah satunya Sunaryo. Perjalananan hidup Soegondo pernah menghantarkannya ke Bogor, mendirikan sekolah bernama Loka Siswa, tetapi tidak banyak yang berminat sehingga sekolah ditutup. "Bapak saya cuma jebolan RHS, karena beasiswanya dicabut jadi sekolahnya tidak selesai," kata Sunaryo. Soegondo tidak bisa menuntaskan kuliahnya karena beasiswa dicabut oleh pemerintah Belanda dikarenakan ia aktif dalam organisasi pemuda yang merumuskan Sumpah Pemuda. Ia meninggal di Yogyakarta, 23 April 1978 pada umur 73 tahun, dan dalam perjalanan sejarahnya, ia pernah menjadi direktur di Kantor Berita Antara. Sedangkan Adam Malik tetap menjadi redaktur/merangkap Wakil Direktur) yang beralamat pada waktu itu di Buiten Tijgerstraat 30 Noord Batavia (Jalan Pinangsia 70 Jakarta Utara) sebelum pindah ke Jalan Pos Utara No. 53 - Pasar Baru. (FF/REP)
Tag :

Berita Terbaru

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menegaskan adanya keterlambatan distribusi seragam gratis bagi…

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…

Usai Dinas Kominfo, Kini Giliran Kantor Dinas Perdagangan Kota Madiun Yang Digeledah KPK

Usai Dinas Kominfo, Kini Giliran Kantor Dinas Perdagangan Kota Madiun Yang Digeledah KPK

Kamis, 01 Okt 2026 12:28 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:28 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mad…

Menyambung Hidup Ratusan UMKM: Cerita di Balik Rak Oleh-Oleh Bu Rudy

Menyambung Hidup Ratusan UMKM: Cerita di Balik Rak Oleh-Oleh Bu Rudy

Kamis, 01 Okt 2026 12:22 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rak-rak di Pusat Oleh-Oleh Bu Rudy Surabaya tidak hanya berisi makanan ringan, sambal, kerupuk, minuman, atau kerajinan tangan. Di b…

Akibat Konsleting Listrik, Rumah di Jalan Semeru Kota Blitar Ludes Terbakar

Akibat Konsleting Listrik, Rumah di Jalan Semeru Kota Blitar Ludes Terbakar

Kamis, 01 Okt 2026 12:20 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:20 WIB

SURABAYAPAGI.com,Blitar - Kebakaran terjadi lagi, kali ini  rumah milik Alm. Bapak Abdul Rochim yang dihuni oleh anak cucunya di Jalan Semeru Kota Blitar yang …

Cegah Anak dan Remaja Terpapar Mihol, Satpol PP Surabaya Segel Toko di Wonokromo

Cegah Anak dan Remaja Terpapar Mihol, Satpol PP Surabaya Segel Toko di Wonokromo

Kamis, 01 Okt 2026 12:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna mencegah peredaran minuman beralkohol (mihol) secara ilegal sekaligus membatasi akses anak-anak dan remaja terhadap minuman…