Heboh! Air Bengawan Solo di Ngawi Menghitam, Hasil Uji Awal Dinilai Normal dan Aman

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Ngawi kembali berubah warna menjadi hitam pekat.  SP/ NGW
Aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Ngawi kembali berubah warna menjadi hitam pekat.  SP/ NGW

i

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Baru-baru ini, warga di sekitar bawah Jembatan Ngunengan, Kecamatan Pitu, Ngawi dengan fenomena aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Ngawi kembali berubah warna menjadi hitam pekat. Menindaklanjuti hal itu, air tersebut diuji sampel di laboratorium dengan parameter kimia, fisika, dan biologi

Menurut Petugas Sampling PT Mitralab Buana Surabaya, Rifki Fauzan Rahmadi, berdasarkan jika hasil uji awal menunjukkan kualitas air masih berada dalam batas normal untuk parameter derajat keasaman (pH) dan oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) sehingga dinilai masih aman bagi biota air.

Rifki menjelaskan, hasil pengujian laboratorium secara lengkap diperkirakan baru akan diketahui sekitar tiga pekan mendatang. Sementara itu, hasil pengukuran langsung di lapangan terhadap parameter pH dan dissolved oxygen (DO) sudah dapat diketahui. "Kondisi air memang agak hitam kecokelatan, tidak seperti biasanya," ujarnya, Rabu (15/07/2026).

Berdasarkan hasil pengukuran, nilai pH air tercatat 7,98, sedangkan kadar oksigen terlarut mencapai 5,3 mg/l. Kedua parameter tersebut masih berada dalam ambang normal. "Batas normal pH antara 6 sampai 9. Untuk kondisi saat ini baik pH maupun DO masih normal. Artinya masih aman untuk biota air," jelasnya.

Meski demikian, Rifki menegaskan penyebab perubahan warna air belum dapat dipastikan. Kandungan zat yang diduga menyebabkan air menghitam masih harus dianalisis melalui pengujian laboratorium. Menurut Rifki, perubahan warna air dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk dugaan pencemaran limbah industri maupun limbah rumah tangga di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui hasil uji laboratorium.

"Indikasinya seperti apa kami belum dapat memastikan. Tetapi kalau dilihat dari warna air memang terlihat agak pekat, tidak seperti biasanya," katanya. ng-01/dsy

Berita Terbaru

Pedagang Pasar Surati Plt Walikota, Minta Pemkot Tidak Bertindak Diluar Putusan PTUN 

Pedagang Pasar Surati Plt Walikota, Minta Pemkot Tidak Bertindak Diluar Putusan PTUN 

Selasa, 01 Sep 2026 20:13 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 20:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Paguyuban Pedagang Pasar se-kota Madiun meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun untuk tidak bertindak diluar objek dan subjek…

OKK PWI Magetan Tekankan Pentingnya Kompetensi dan Etika di Era Digital

OKK PWI Magetan Tekankan Pentingnya Kompetensi dan Etika di Era Digital

Selasa, 01 Sep 2026 20:10 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 20:10 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Magetan – Derasnya arus informasi di era digital membuat profesi wartawan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di tengah kondisi ter…

Perkuat Kerja Sama Teritorial, Kodim 0816/Sidoarjo Kumpulkan Awak Media

Perkuat Kerja Sama Teritorial, Kodim 0816/Sidoarjo Kumpulkan Awak Media

Selasa, 01 Sep 2026 19:14 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 19:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo — Komando Distrik Militer (Kodim) 0816/Sidoarjo menggelar kegiatan silaturahmi yang mempertemukan jajaran pimpinan militer tingkat t…

Hindari Denda, BPKPD Ingatkan WP Bayar PBB Sebelum Jatuh Tempo

Hindari Denda, BPKPD Ingatkan WP Bayar PBB Sebelum Jatuh Tempo

Selasa, 01 Sep 2026 16:54 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Mojokerto mengingatkan jatuh tempo pembayaran Pajak Bumi dan…

Pemkab Mojokerto Gelontor Bantuan Pertanian dan Peternakan Komunal Senilai Rp3 Miliar

Pemkab Mojokerto Gelontor Bantuan Pertanian dan Peternakan Komunal Senilai Rp3 Miliar

Selasa, 01 Sep 2026 15:43 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 15:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyerahkan alokasi bantuan dengan nilai total sebesar Rp.3,2 miliar lebih untuk…

Atasi Dampak Kemarau Panjang, Polres Blitar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih ke Warga Terdampak

Atasi Dampak Kemarau Panjang, Polres Blitar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih ke Warga Terdampak

Selasa, 01 Sep 2026 15:40 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Memasuki musim kemarau panjang, Polres Blitar Polda Jatim tunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.…