Usai Tahanan Kabur, Kini Tahanan Tewas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya- Kabar heboh kembali mencuat dari Polsek Tambaksari, Surabaya. Jika pada 17 April 2017 lalu, publik dikagetkan tujuh tahanan kabur dari Polsek ini dengan cara menggergaji besi plafon. Kini, kasus tahanan Polsek Tambaksari jadi perhatian lagi. Pasalnya, seorang tersangka kasus narkoba yang baru ditahan 10 hari, diketahui tewas saat dirujuk ke Poliklinik Polrestabes Surabaya. Bagaimana bisa? -------- Laporan : Narendra Bakrie – Editor : Ali Mahfud -------- Sepuluh hari di dalam penjara, membuat fisik Haditriyono (52), drop. Belum lagi membayangkan ancaman hukuman atas perbuatannya. Betapa tidak, pria berbadan subur yang tinggal di Jalan Ploso VI/5-B Surabaya itu terlibat peredaran narkoba golongan 1 jenis sabu. Barang bukti sabu yang disita polisi tangannya cukup besar, yaitu 2 Ons. Dari sanalah, Hadi akhirnya meregang nyawa setelah sempat mendapatkan perawatan beberapa kali. Hadi sendiri ditangkap Unit Reskrim Polsek Tambaksari pada Kamis (26/10/2017) lalu, sekitar pukul 01.30 Wib. Hadi disergap di rumahnya. Berdasarkan informasi, Hadi sudah lama diincar polisi. Namun Hadi cukup lihai menyembunyikan sabu yang diedarkannya. Tapi tidak saat itu, sabu milik Hadi terbongkar. Unit Reskrim Polsek Tambaksari berhasil menemukan sebuah tabung freon yang dipakai Hadi untuk menyimpan sabu-sabu tersebut. Karena kedoknya yang akhirnya terbongkar itulah, Hadi diduga terpukul. Sakit yang dideritanya sebelum tertangkap, kambuh. Sebab setelah menjalani pemeriksaan dan resmi ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan pada Sabtu (28/10/2017), Hadi terus mengeluh sakit. Tercatat, penyidik membantarkan Hadi ke rumah sakit hingga 4 kali sebelum ia meregang nyawa, pada Senin (6/11/2017) sekitar pukul 17.00 di Poliklinik Polrestabes Surabaya, Jalan Rajawali. Sakit Jantung Kapolsek Tambaksari, Kompol Prayitno melalui Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar membenarkan meninggalnya tahanan narkoba atas nama Haditriyono tersebut. "Tahanan itu dinyatakan meninggal saat dirujuk ke Poliklinik Polrestabes Surabaya, Rajawali. Dugaan sementara, dia meninggal karena penyakit jantung koroner dan diabet," sebutnya, Selasa (7/11/2017). Kompol Lily membeberkan, jika Hadi sebelum ditangkap dan ditahan, sudah memiliki riwayat sakit tersebut. Bahkan selama menjalani masa tahanan, Hadi sudah dirujuk ke poliklinik itu sebanyak 4 kali. Yaitu, tanggal 30 Oktober ; 2 November ; 5 November dan terakhir 6 November yang akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak poliklinik. "Sebelum ditangkap, pernah dirawat di Rumah Sakit Adi Husada, Jalan Kapasari Surabaya," tegas Kompol Lily. Usai dinyatakan meninggal dunia, pihak Polsek Tambaksari kemudian menghubungi keluarga Hadi. Atas informasi tersebut, pihak keluarga Hadi langsung membawa jasad Hadi ke Buduran Sidoarjo untuk disemayamkan dan dimakamkan. Sebab Hadi diketahui berasal darisana (Buduran, Sidoarjo). Namun setiap hari, Hadi tinggal bersama keluarganya di Jalan Ploso VI/5-B Surabaya. Hadi setiap hari bekerja menjadi tukang service kulkas. Lama Jadi Pengedar Informasi yang didapat di lapangan menyebut, Hadi disebut-sebut sudah lama menjadi pengedar narkoba. Bahkan kendati Hadi kerap kali digerebek, namun baru kali ini Hadi tertangkap. Dalam mengedarkan sabu, Hadi menyimpannya di dalam tabung freon. Darisanalah, Hadi diduga selalu lepas dari penangkapan. Dalam bertransaksi, Hadi memilih malam hari dengan cara membawa tabung freon berisi paketan sabu tersebut menuju tempat pembeli. Unit Reskrim Polsek Tambaksari yang saat itu melakukan penggerebekan di rumah Hadi bahkan sempat kesulitan menemukan sabu yang disimpan Hadi. Sebab saat itu, Hadi menyangkal jika dirinya menyimpan sabu-sabu tersebut. Namun setelah tabung freon dibuka, Hadi tidak berkutik. Sebab dari tabun freon itu ditemukan 2 poket besar sabu-sabu seberat 2 Ons. Saat itu, disita pula 3 HP yang diduga menjadi alat komunikasi Hadi dengan para pembeli, serta uang tunai Rp 2,5 juta yang diduga hasil penjualan narkoba. n
Tag :

Berita Terbaru

Jusuf Kalla, Bareskrimkan Grace, Ade dan Abu

Jusuf Kalla, Bareskrimkan Grace, Ade dan Abu

Rabu, 06 Mei 2026 05:50 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla , tak terima pemotongan ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) dilakukan…

Bupati Bersama Ayahnya Disidang Bareng Korupsi Rp 12,4 miliar

Bupati Bersama Ayahnya Disidang Bareng Korupsi Rp 12,4 miliar

Rabu, 06 Mei 2026 05:45 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Terdakwa bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang, bersama ayahnya, HM Kunang, resmi bergulir di meja hijau, kemarin.Pasangan bapak dan…

Sempat Jadi Perdebatan Hakim, Jaksa dan Advokat, Ternyata Nadiem Sakit Sangat Subyektif

Sempat Jadi Perdebatan Hakim, Jaksa dan Advokat, Ternyata Nadiem Sakit Sangat Subyektif

Rabu, 06 Mei 2026 05:43 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:43 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, Selasa (5/5) memancing perdebatan keluhan sakit, sehingga gak bisa hadiri sidang. Usut punya…

Ade Armando, Merasa Diserang

Ade Armando, Merasa Diserang

Rabu, 06 Mei 2026 05:41 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:41 WIB

SURABAYAPAGI : Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando mengundurkan diri dari PSI. Ade menyebut pengunduran dirinya demi kebaikan bersama."Melalui…

Profesor Unair Sedih, Kampus Kini Jadi "Pabrik" Tenaga Kerja

Profesor Unair Sedih, Kampus Kini Jadi "Pabrik" Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 05:40 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pakar Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Tuti Budirahayu Dra MSi, menilai orientasi yang hanya berfokus pada…

Dollar Selama 52 Minggu, Rentang Rp 16.079-17.404,-

Dollar Selama 52 Minggu, Rentang Rp 16.079-17.404,-

Rabu, 06 Mei 2026 05:35 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin G. Hutapea menyampaikan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap…