Sudah Sediakan Rp 1.058 Triliun, Kota Surabaya Tet

YO OPO BU RISMA?

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Hingga semalam, kampung-kampung di Kota Surabaya masih terendam banjir, setelah hujan turun sejak pukul 11.30 WIB hingga 15.00 WIB, Jumat (24/11/2017). Banjir di awal musim hujan tahun ini terasa lebih parah dari tahun lalu. Bisa dibilang kali ini Kota Surabaya tenggelam, karena banjir tak hanya menggenangi jalan protokol. Tapi juga gang-gang di perkampungan. Bahkan, jalan utama yang menjadi urat nadi perekonomian lumpuh, seperti terlihat di Jalan Ahmad Yani, Mayjen Sungkono hingga HR Muhammad. Kondisi ini bisa menjadi ‘tamparan’ bagi Walikota Surabaya Tri Rismaharini, yang sudah menyediakan Rp 1.058 triliun ke Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (PUBMP) untuk menangani banjir di Surabaya. Yo opo Bu Risma? Padahal sekarang belum puncak musim hujan. ------------------- Laporan: Firman Rachman, Alqomar, N. Bakrie – Editor: Ali Mahfud ------------------- Pantauan hingga pukul 21.00, banjir di kampung Wonocolo dan Ketintang masih belum surut. Genangan air masih selutut orang dewasa. Tak heran, genangan air ini juga masuk ke sebagian rumah warga. "Banjir seperti ini kok dibilang genangan. Ini namanya tenggelam. Pemkot Surabaya harus bertanggung jawab. Selama ini mereka bilang Surabaya bebas banjir, yang ada hanya genangan. Tapi, kalau air sampai masuk rumah seperti ini apa namanya?" ungkap Irvan, warga kampung Wonocolo. Menurut Irvan, banjir tidak akan terjadi jika saluran pembuangan ditata dengan baik. Mulai dari saluran kecil di perkampungan, sungai, hingga saluran pembuangan yang lebih besar, semua harus dibangun terpadu. "Semua saluran dikoneksikan, bukan parsial seperti selama ini," katanya. Ia mengungkapkan hal itu, lantaran banyaknya pengerjaan gorong-gorong di perkampungan yang tampak asal-asalan. "Lihat saja pengerukan saluran di Jemursari. Begitu digali, dipasang boks, setelah itu ditinggal pergi. Padahal, saluran belum tertutup dan tersambung semua," cetus dia. Apa yang diungkapkan Irvan ada benarnya. Sebab, kondisi sama juga terjadi di kampung lainnya. Selain karena hujan deras, banjir ini turut dipicu buruknya penataan drainase dan masih belum selesainya proyek gorong-gorong atau box culvert. Parahnya, jalan-jalan utama ikut tergenang, membuat arus lalulintas macet di mana-mana. Jalan pendukung ke arah kota seperti Jalan Jemursari, Jalan Darmo, Jalan Basuki Rachmat sampai Jalan Panglima Sudirman juga ikut banjir. Begitu juga jalan Ahmad Yani, mulai depan Mapolda Jatim hingga Pasar Wonokromo lama, juga tergenang. Termasuk di depan RSAL dan bawah jembatan Mayangkara. Kondisi lebih parah juga terjadi di kawasan pinggir kota seperti Pandugo, Banyu Urip, Benowo, Jagir, Manukan serta di Wonokromo. Kemudian di jalan Wijaya Kusuma dan sekitar Viaduk Gubeng arah Kertajaya, genangan setinggi lutut orang dewasa. "Iya mas, sudah sampai dengkul orang dewasa, susah jalan kalau sudah begini," ucap Maryono saat diwawancarai Surabaya Pagi di sekitar jalan Wijaya Kusuma Surabaya. "Saya ini bingung mas, katanya bangun gorong-gorong, sudah diperbaiki kok ya masih banjir saja," keluh Hastomo, pengendara lainnya. Banjir Masuk Mall Menariknya, banjir tak hanya menggenangi jalanan, namun di sebuah pusat perbelanjaan alat elektronik, Hi-Tech Mall jalan Kusuma Bangsa Surabaya. Bahkan air masuk ke dalam lantai UG mall tersebut. Akibatnya genangan air setinggi mata kaki itupun membuat aktivitas di pusat perbelanjaan elektronik itupun lumpuh sementara. "Ini kita masih nunggu bagaimana usaha pihak manajemen, kami masih kerja bakti mas buat menguras secara manual," ujar salah satu karyawan toko di kompleks mall tersebut. Eko, Leader Cleaning Service Hitech Mall mengatakan, air mulai masuk sekitar pukul 12.15 WIB memenuhi area basement yang juga menggenangi beberapa tenant seperti KFC, Ramayana, Pujasera serta stan baju dan aksesoris. Genangan di basement ini bervariasi ketinggiannya. Genangan yang di luar mall sampai sampai 50 cm sementara yang di dalam 10-15 cm. "Tahun lalu pernah seperti ini tapi ini lebih parah," ungkapnya. Prakiraan BMKG Taufik Hermawan, Kepala Sekai Dat dan Informasi BMKG Juanda mengatakan, tingginya curah hujan di Jatim diprediksi akan terjadi hingga Februari 2018. "Tingginya curah hujan berpotensi membentuk awan CB, dan awan CB berpotensi melahirkan puting beliung," jelasnya dikonfirmasi. Saluran tak Terkoneksi Anggota Komisi C (Bidang Pembangunan) DPRD Kota Surabaya, Vinsensius Awey, hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat banjir di mana-mana. Padahal, ia sudah mengingatkan Dinas PU Binar Marga, jauh-jauh hari agar menyelesaikan sejumlah proyek saluran dan gorong-gorong. Menurutnya, banjir terjadi akibat pembangunan saluran air yang ada belum terintegrasi. "Saluran air primer, sekunder, dan tersier tidak terkoneksi dengan baik sehingga terjadi bottleneck," ujar Awey. Ia mencontohkan pembangunan proyek saluran air di kawasan Jalan Raya Made. Di wilayah itu, pembangunan saluran yang berlangsung selama 2 tahun, pengerjaannya hanya berjalan seperempat dari proyek yang harus diselesaikan. "Yang disentuh saluran permukiman dulu lewat jasmas. Akhirnya kan saluran di jalan raya tidak mampu menampung aliran dari permukiman," papar politisi Partai Nasdem ini. Ia berharap proses pembangunan saluran berkelanjutan, agar bisa mengendalikan banjir di kawasan yang selama ini langganan banjir. Selain itu, kegiatan pembersihan saluran juga harus intensif dilakukan supaya bisa kapasitasnya bertambah. "Surabaya ini kan letaknya agak rendah, jika air laut pasang saluran yang ada tidak mampu menampung aliran air," ungkap legislator yang dikenal vokal ini. Awey menegaskan untuk menanggulangi banjir, sistem drainase masterplan harus terencana dengan baik, berkesinambungan, tidak sporadis. "Jangan harap warga Surabaya tidur dengan tenang pada musim hujan, jika cara kerja sporadis. Mereka (Organisasi Perangkat Daerah Pemkot, red) punya peta banjir. Tiap tahun kami dikasih data, benar tidaknya kami tidak tahu," kata Awey. Pada 2017, anggaran Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (PUBMP) Surabaya sebesar Rp1.058 triliun. Hingga Oktober terserap Rp438,3 miliar atau 41,4 persen. Anggaran tersebut menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,26 triliun karena dalam bidang pemukiman digabung ke Dinas Perumahan Rakyat Cipta Karya dan Tata Ruang. Awey mengatakan dari alokasi anggaran yang ada kegiatan Dinas PUBMP adalah untuk pembangunan dan penyediaan sarana prasarana pematusan sepanjang 10.000 m2, pemeliharaan saluran drainase dan bozem kurang lebih 250.000 m2. "Termasuk peningkatan kapasitas rumah pompa dari yang sudah tersedia, seperti di Kandangan, Kebon Agung, Tambak Wedi, Kalisari, Simolawang dan Kalijudan," beber dia. Pembangunan saluran drainase primer maupun sekunder berada di Sukolilo Larangan, Margo Mulyo Indah IV, Asem Mulyo, Simokerto, Karang Tembok, Tanjung Sari, Simo Kwagean, Dupak Rukun, Keputih dan lain-lain. "Anggaran untuk pembangunan maupun pemeliharaan saluran drainase sekitar Rp300 miliar," terang Awey Meski demikian, ia menyatakan pembangunan rumah pompa di Petekan yang dilengkapi dengan pintu air dengan kapasitas 24 m3 menggunakan dana APBN hingga saat ini belum terlaksana. Padahal sesuai rencana dilaksanakan pada 2017. Alasan Pemkot Sementara itu, Samsul Hariadi Kepala Bidang Pematusan Dinas PU Bina Marga Surabaya mengatakan, pihaknya sudah memaksimalkan pompa air yang disebar di 55 titik di Kota Surabaya. "Kami maksimalkan semua 55 pompa di Surabaya agar genangan banjir cepat surut," kata Samsul menanggapi banjir akibat hujan, kemarin. Kata Samsul, memang ada beberapa pompa yang error beberapa kali mati saat pompa dinyalakan. Tapi hanya 1 atau 2 pompa saja yang error. Selain memaksimalkan pompa air, kata dia, pihaknya juga menyebar seluruh Satgas untuk mengecek saluran air yang tersumbat sampah. Sedang Kepala PU Bina Marga dan Pematusan, Erna Purnawati mengakui beberapa kawasan airnya sulit turun. Menurutnya, hal itu karena tidak ada pintu air pembuangan. Seperti di sekitar Tambaksari, Ngaglik, dan Krembangan Utara. Akibatnya, genangan air sangat lama. "Pintu air di Petekan kan tidak jadi dibangun, karena anggaran dari pusat tidak disetujui. Saluran kawasan tersebut kan harusnya di sana, makanya surutnya lumayan lama," kata Erna. n
Tag :

Berita Terbaru

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke …

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Surabayapagi.com-Sidoarjo : Persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB 2026 di Sidoarjo sudah matang hampir mencapai 99%. Fokus …

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…