Semangat Desentralisasi di Lingkungan Parpol

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam kaitan Pilgub, keputusan final yang diambil selalu bergantung secara total kepada DPP Partai. Kondisi demikian, apakah dapat dikatakan bahwa semangat desentralisasi tidak terasa di lingkungan partai politik. Menurut pakar komunikasi politik asal Unair Suko Widodo, sepakat bahwa desentralisasi tidak lagi berlaku di partai politik. Seluruh keputusan yang diambil, akan selalu Jakarta-sentris. "Dampaknya, sense of public setempatnya gak ada. Itulah kenapa parpol gagal membumikan diri dan tingkat kepercayaan publik pada parpol amat rendah," kata Suko, Jumat(1/12). Hal tersebut, di sisi lain, menurut Suko juga menjadikan pengurus parpol di level daerah tidak mandiri serta tidak memiliki otoritas untuk melayani masyarakat lokal. "Apalagi beberapa parpol juga sangat dinasti sistem. Seperti PDIP, Demokrat, PKB, dll. Itu sangat tidak sehat," jelasnya. Suko lebih lanjut menjelaskan bahwa seharusnya parpol kembali mengingat fungsinya dalam praktik demokrasi di Indonesia. Salah satunya adalah melayani publik melalui mengakomodasi aspirasi publik. "Parpol harusnya hadir menemani nasib rakyat. Paham keluhan rakyat. Karena itu parpol lewat pengurusnya harus lakukan komunikasi politik secara intensif. Yang terjadi, parpol hanya datang saat pilihan. Hanya butuh ketika ada pemilihan. Maka itu hubungan parpol dan rakyat menjadi transaksional. Jangan salahkan rakyat jika tidak loyal pada parpol. Salahe dewe," tegas Suko. Secara terpisah, pengamat politik asal Universitas Brawijaya Malang Wawan Sobari berpendapat bahwa sentralisasi yang terjadi pada banyak partai politik di Indonesia sah-sah saja. Menurutnya, secara sistem, sistem pemerintahan dan sistem partai politik sangat berbeda. Sehingga tidak mengharuskan adanya desentralisasi. "Apalagi kalau di UU tidak mengatur demikian. Jadi, tidak ada yang bisa dipersalahkan. Hanya saja, akan lebih baik apabila DPP dalam setiap pengambilan keputusan tetap dengan memperhatikan suara dari daerah. Kenapa? Karena yang paham kondisi dinamika dan geografis politik di suatu daerah itu adalah pengurus di daerah tersebut," jelas Wawan. Disamping itu, Wawan juga memandang bahwa masalah utama yang sering kali terjadi di dalam partai politik adalah figur Ketua Parpol terlalu mendominasi. "Kan seringnya kalau sudah jadi Ketua Partai, sudah menganggap kalau sudah bisa mengatur dan memiliki secara penuh partai tersebut. Itu salah, harusnya dia tetap sadat bahwa menggerakkan mesin partai perlu sinergi banyak pihak. Kalau di negara maju, Ketua Partai tidak ada yang berkuasa penuh," cetusnya. ifw
Tag :

Berita Terbaru

Kebutuhan Lapangan Kerja Mewarnai Aspirasi Warga,  Pimpinan Dewan Minta Pelatihan Kerja Disesuaikan dengan Investasi ya

Kebutuhan Lapangan Kerja Mewarnai Aspirasi Warga, Pimpinan Dewan Minta Pelatihan Kerja Disesuaikan dengan Investasi ya

Rabu, 10 Jun 2026 06:05 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 06:05 WIB

Surabaya Pagi.com – Pelaksanaan reses anggota DPRD Kota Surabaya tahun ini memunculkan fenomena baru yang menarik. Jika selama bertahun-tahun aspirasi warga d…

Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni: Reses Bukan Seremoni, Melainkan Kewajiban Konstitusional untuk Menyerap Aspirasi

Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni: Reses Bukan Seremoni, Melainkan Kewajiban Konstitusional untuk Menyerap Aspirasi

Rabu, 10 Jun 2026 06:00 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 06:00 WIB

Surabaya Pagi.com  –Reses merupakan instrumen penting untuk memastikan suara masyarakat masuk dalam proses pembangunan daerah.kegiatan tersebut merupakan am…

Raffi Ahmad Terseret Dugaan Suap Importasi Barang

Raffi Ahmad Terseret Dugaan Suap Importasi Barang

Rabu, 10 Jun 2026 05:58 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 05:58 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Raffi Ahmad selebritas, pembawa acara, dan pengusaha berjuluk "Sultan Andara" , menggandeng pengacara Hotman Paris. Ini terkait dugaan suap…

Kementan Keluarkan Rp 40 triliun untuk Riset dan Pembinaan Petani

Kementan Keluarkan Rp 40 triliun untuk Riset dan Pembinaan Petani

Rabu, 10 Jun 2026 05:57 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 05:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menambah produksi sektor pertanian dan…

Revisi UU Nomor 2 Tahun 2002, Jenderal Polri Bisa Berusia 63 Tahun

Revisi UU Nomor 2 Tahun 2002, Jenderal Polri Bisa Berusia 63 Tahun

Rabu, 10 Jun 2026 05:52 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 05:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM : DPR RI mengesahkan revisi Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia…

Kinerja Bank Himbara Sangat Bagus

Kinerja Bank Himbara Sangat Bagus

Rabu, 10 Jun 2026 05:50 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI.com : Kemarin, para direktur bank pelat merah (Himbara), membahas terkait fenomena pasar saham yang saat ini sedang bergejolak termasuk anjloknya…