Kelompok Yahudi Ortodoks Tolak Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Melansir Anadolu Agency, kelompok Yahudi Ortodoks, yang menamani diri mereka sebagai Neturei Karta, menggelar aksi protes mereka di dengan markas besar PBB di New York. Dalam aksinya mereka membawa sejumlah poster yang berisikan penolakan terhadap keputusan Trump. NEW YORK, John Robbinson Sebuah kelompok Yahudi Ortodoks dilaporkan menggelar aksi protes terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Aksi protes itu digelar di kota New York. "Tuan Presiden negara "Israel" telah mencuri kota suci, mereka harusnya meninggalkan Yerusalem," bunyi salah satu poster yang dibawa oleh kelompok yang memang dikenal sebagai kelompok Yahudi anti-Zionis. Ini bukanlah aksi pertama yang dilakukan Neturei Karta untuk memprotes AS, atau Israel. Kelompok ini juga pernah bergabung dalam aksi menentang aksi militer Israel di Gaza beberapa waktu lalu. Pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sendiri memang telah memancing aksi protes, bukan hanya di Timur Tengah, atau di negara mayoritas Muslim lainnya. Aksi protes juga diketahui terjadi di Eropa. Aksi demonstrasi terbesar di Eropa diketahui terjadi di Swiss, Jerman, Belanda, dan Swedia, di mana para pemrotes meneriakkan slogan solidaritas dengan Palestina, sembari membawa bendera Palestina. Di Jenewa, Swiss, para demonstran berkumpul di depan kantor PBB yang berada di pusat kota Swiss untuk menolak keputusan tersebut. Demonstran meneriakkan slogan-slogan menentang Israel dan keputusan Trump di Yerusalem, membawa spanduk bertuliskan "Bebaskan Palestina, Akhiri Pendudukan Israel". Di ibukota Swedia, Stockholm, lebih dari 2.000 orang demonstran yang ditemani oleh Uni Demokrat Turki-Eropa (UETD), serta beberapa kelompok lokal berbaris ke Kedutaan Besar AS, di mana mereka meneriakkan "Freedom to Palestine". Salah satu peserta demonstrasi, Dror Feiler, seorang aktivis Swedia keturunan Yahudi, menyatakan mengutuk keras langkah yang diambil Trump. 05
Tag :

Berita Terbaru

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menghukum bos MNC Group Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe dan PT MNC…

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Berkas pendaftaran nikah El Rumi dan Syifa Hadju rampung. Pernikahan juga sudah didaftarkan oleh KUA Setiabudi.Yusuf Mimbar dari KUA…

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Juru Bicara (Jubir) Anies Baswedan, Angga Putra Fidrian, menilai demokrasi harus tetap membuka ruang luas bagi semua kalangan.           …

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI : Hingga Kamis (23/4), kasus dugaan perjokian dan kecurangan UTBK meski mencuat masih dalam tahap pendalaman oleh panitia pusat. Penyelidikan…

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan, kasus perjokian di UTBK-SNBT 2026 bukanlah masalah sederhana. Kasus ini secara…

KPK, Usulkan Ketua Umum Parpol Dua Periode Saja

KPK, Usulkan Ketua Umum Parpol Dua Periode Saja

Kamis, 23 Apr 2026 19:49 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:49 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Salah satu poin masukan KPK yaitu adanya pembatasan ketua umum partai politik menjadi dua periode. Usulan dalam kajian itu muncul karena…