Bom Rakitan Dikemas seperti Paket via Ekspedisi Me

PAKET BOM NATAL

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Aksi teror menjelang Natal dan Tahun Baru 2018 di Surabaya maupun daerah Jawa Timur lainnya, tampaknya bukan sekedar ancaman. Buktinya, sebuah paket diduga berisi bom rakitan meledak di sebuah warung, tak jauh dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Meski berdaya ledak rendah (low explosive) dan tak menelan korban jiwa, kejadian ini cukup mengagetkan. Apalagi ledakan terjadi hanya berselang tiga hari dari penangkapan tiga terduga teroris di Surabaya, Sidoarjo dan Malang. Apakah Surabaya menjadi target kelompok radikal menjelang Natal seperti kejadian tahun 2000 silam? ------------ Laporan : Narendra Bakrie - Hendarwanto, Editor: Ali Mahfud ------------ Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dikejutkan dengan sebuah laporan ledakan sebuah bom rakitan. Bom rakitan itu meledak di sebuah warung di depan PT Bahana Line, Jalan Laksda M Nasir No. 29 Blok B 11 Surabaya. Beruntung bom rakitan tersebut tidak sampai menyebabkan korban jiwa. Pihak yang melaporkan meledaknya bom rakitan itu adalah AW (34), warga asal Sidobogem RT 02 RW 01 Kec. Sugio Lamongan. AW diketahui merupakan tenaga Operasional PT. Bahana Line. AW melaporkan kejadian itu pada Rabu (13/12/2017) sore. Ia merupakan orang yang membuka bom rakitan tersebut. Sesuai rekaman CCTV yang ada, korban AW usai menerima bingkisan paket membawa dan membukanya di sebuah warung dekat tempatnya bekerja. Setelah paket tersebut dibuka, tiba-tiba terjadi ledakan. Setelah bom yang terbuat dari potasium yang dihubungkan dengan baterai ukuran 9 volt meledak, korban langsung lari meninggalkan lokasi. Dari rekaman CCTV yang ada, ledakan yang ada sempat memunculkan percikan api yang cukup besar. Untungnya percikan itu tidak sampai mengenai wajah atau tubuh korban yang saat itu membukanya. Setelah diselidiki, paket bom yang ada itu terbuat dari box ponsel yang dikemas layaknya paket via ekspedisi. "Jadi, AW inilah yang menerima sebuah paketan dari sebuah biro jasa pengiriman barang. Setelah dicek, paket barang terbungkus tas plastik itu berisi sebuah doshbook HP. Setelah dusbook handphone (HP) dibuka, tiba-tiba meledak," sebut Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ronny Suseno, Kamis (14/12/2017). Ledakan itu terjadi Senin (11/12/2017) malam sekitar pukul 22.30 Wib. Dari analisa Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim yang didatangkan ke TKP, AKBP Ronny menyebut bahwa yang meledak tersebut merupakan rangkaian bom. Namun rangkaian bom itu berdaya ledak rendah. Dugaan sementara, bom tersebut dirakit oleh pemula (orang yang baru belajar merakit bom). Meskipun, secara rangkaian, bisa disebut hampir sempurna. Atas laporan tersebut, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya langsung meminta keterangan dari AW. Menurut AW, paketan itu tertulis nama dan nomor teleponnya. Namun siapa dan darimana pengirimnya, tidak tertera dalam paket tersebut. Ia juga heran mendapatkan paket itu, padahal dirinya tidak pernah memesan barang apapun. Awalnya, yang menerima paketan itu adalah seorang OB (office boy) kantornya. Kemudian diberikan OB itu kepadanya. "Kami sudah amankan rekaman CCTV yang merekam kejadian dan detik-detik meledaknya bom itu TKP. Kami tengah melalukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya dan apa motifnya. Kami juga akan memanggil pihak jasa pengiriman untuk kami periksa," tegas Perwira Polisi asli Surabaya ini. Saat ditanya apakah pengiriman paket berisi bom rakitan tersebut ada kaitannya dengan kelompok teroris, mantan Kapolres Poso ini belum bisa memastikan. Sebab hingga kini, pelaku belum tertangkap dan masih dalam penyelidikan. Artinya, segala kemungkinan terkait siapa dan darimana bom itu dikirim, semua masih dalam tahap dugaan. Dari bom rakitan itu sendiri Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, sebuah dos book HP ; pecahan kaca ; baterai kotak 9 volt ; rangkaian kabel ; sisa serbuk potasium ; jepitan kabel dan sobekan koran. Pengakuan Saksi Sementara itu, dari pantauan di lokasi kejadian, warung tempat meledaknya bom rakitan itu, pada Kamis (14/12/2017) siang, sudah buka. Tapi warung dalam keadaan sepi pengunjung. Penjaga warung bernama Suroso mengaku jika pada saat terjadi ledakan, warungnya itu dalam keadaan sudah tutup. Dan warungnya dalam keadaan utuh (tidak rusak). "Tapi pagi harinya pas saya buka warung, akhirnya heboh. Karena saya dan pengunjung warung mendapat cerita bahwa ada bom meledak di warung saya ini. Padahal saya rasa, tidak ada orang yang mencurigakan. Sebab yang makan di warung saya, semuanya saya kenal," kata Suroso saat ditemui di warungnya. Sementara itu, Wahyudi seorang rekan korban (AW) yang juga bekerja di PT Bahana Line membenarkan adanya kiriman paket berisi bom yang diterima AW tersebut. Namun saat kejadian, dirinya memang sedang lepas dinas. Tapi di tempat kerjanya, peristiwa ledakan bom itu, sudah ramai dibicarakan. "Alhamdulillah, dia (AW) kondisinya selamat dan tidak apa-apa. Tapi saat ini memang shock," tutur pria berkacamata ini. Buru Pelaku dan Motifnya Sementara itu, Polda Jatim menyatakan paket bom yang meledak di Jalan Laksda M Nasir dan melukai seseorang bukan merupakan jenis "Trinitrotoluena" (TNT) tapi "bondet". Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan paket yang meledak itu bukanlah bom TNT atau sejenisnya dan berdaya ledak rendah. "Itu bahan bondet yang dirangkai dengan kotak HP," terang Barung dikonfirmasi terpisah, kemarin. Ia mengatakan polisi telah bergerak cepat dan telah mengungkap serta memeriksa siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Namun saat ditanya lebih lanjut, Barung enggan merinci siapa dan apa motif dari pelaku. "Yang jelas polisi sudah periksa itu semua motif dan siapa yang melakukannya. Besok akan dirilis dan disampaikan terkait kepentingan apa yang dilakukan pelaku," sebut dia. Sebelum ledakan paket bom itu, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap tiga orang terduga teroris di Surabaya, Sidoarjo dan Malang. Salah satunya Paripung Dhani Pasandi alias Ipung (35) asal Tuwoworejo 6/27, Kapas Madya, Tambaksari Surabaya, yang ternyata terduga teroris yang selama ini dicari-cari. Densus juga menangkap Muh Muhidin Gani alias Abu Faros alias Deni. Keduanya ditangkap di tempat berbeda. Dari informasi yang dihimpun Surabaya Pagi di lapangan, Ipung lebih memilih mengontrak rumah di Jalan Rinjani Perumahan Tanggulangin Asri blok QQ-6, Tanggulangin, Sidoarjo. Di perumahan ini, Ipung tinggal bersama istri dan tiga anaknya. Keluarga Ipung meninggalkan rumahnya di Tuwoworejo sejak dua tahun lalu. Ipung disergap Tim Densus 88 di Jalan Raya Sumorame Sidoarjo. Sedang terduga teroris di Malang yang ditangkap bernama Kiki Rizky Abdul Kadir alias Kiki alias Abu Ukasah, warga Jalan Kemuning V No 6, Perum Sengkaling Indah II Kab Malang. Antisipasi Teror Dengan kejadian itu, Polrestabes Surabaya langsung menyiapkan antisipasi gangguan keamanan menjelang Natal dan Tahun Baru. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Densus 88 Anti Teror. "Kita sudah koordinasi dengan Densus 88," ujar Rudi di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (14/12/2017). Sayang Rudi enggan menyebut titik rawan teror saat Natal dan Tahun Baru di Surabaya. "Kita tidak underestimate daerah itu rawan, tetapi secara garis besar tempat berkumpulnya natal dan tabun baru adalah potensi gangguan kamtibmas," ungkapnya. Pihaknya juga mengantisipasi penggunaan petasan saat Natal dan Tahun Baru dengan mensosialisasikan ke para agen petasan. "Penggunaan petasan juga kita antisipasi dan yang pasti, petasan dengan ledakan besar dengan bahan peledak jelas dilarang," papar dia. n
Tag :

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…