Berikan Penyuluhan Difteri Dan DBD

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Minimnya pengetahuan warga desa terkait jenis penyakit baru dan perkembangan dunia kesehatan menjadi latar belakang mahasiswa Universitas Airlangga mengadakan penyuluhan difteri dan DBD untuk kesehatan desa. Mereka adalah para mahasiswa yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata ? Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM) di Desa Nglajang, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro. “Pengenalan difteri ini melihat kondisi yang sedang merebak di kalangan dunia kesehatan, bahkan penyebarannya sudah memasuki Nganjuk,” tutur Devi Noaritasari, mahasiswa program studi Pendidikan Ners yang memberikan pengenalan kepada warga desa. Penyuluhan tersebut diikuti oleh warga setempat, khususnya ibu-ibu PKK. Warga desa terlihat antusias memerhatikan pemaparan dari mahasiswa. Sebab ternyata, banyak di antara mereka yang belum mengenal jenis penyakit difteri. “Penyakit ini merupakan infeksi mendadak yang disebabkan kuman Corynebacterium diphteriae. Difteria sangat mudah menular melalui udara, air ludah, dan benda atau makanan yang terkontaminasi,” ujar perempuan kelahiran Ponorogo, 11 Oktober 1996 itu. Devi mengatakan, proses penyerangan difteri berlangsung melalui saluran pernafasan, mata, kulit, telinga, dan vagina. Selain itu, kuman yang menyerang akan mati pada pemanasan 600 C selama 10 menit. Namun, kuman bisa tahan sampai beberapa minggu dalam es, air, susu dan lendir yang telah kering. Masyarakat patut waspada jika memiliki gejala-gejala kemunculan difteri. Seperti sakit tenggorokan, panas berkisar 37,8 – 38,90C, tenggorokan merah, rongga mulut berwarna putih keabu-abuan, serta pembesaran tenggorokan. Sedangkan komplikasi penyumbatan jalan nafas, penyakit jantung, penyakit kandung kemih, gagal ginjal, hingga gangguan saraf, 3-5 % menyebabkan kematian. “Hal paling penting untuk penderita ialah diisolasi +- 2 minggu apabila sudah dua kali di tes hasilnya negatif dan melakukan pengobatan tuntas. Sedangkan pencegahannya dengan melakukan vaksinasi difteri,” tambahnya. Selain difteri, penyakit yang marak merebak pada musim hujan saat ini adalah demam berdarah. Pada musim hujan, Desa Nglajang tidak asing dengan kehadiran nyamuk setiap malam di rumah-rumah ataupun sawah. Sebelumnya, telah diadakan inspeksi dan penyuluhan door to door, pada Minggu (7/01). Terbukti, di bak-bak mandi beberapa warga desa terdapat jentik nyamuk. “Inspeksi dilakukan untuk mengetahui jentik-jentik dan memberikan sedikit pemahaman kepada masyarakat,” terang Devi. Tahiyatun, salah satu warga RT 2 menuturkan, pekerjaan masyarakat yang sebagian besar menjadi petani membuat mereka tidak terlalu mengurusi kebersihan rumah. Bahkan air yang digunakan untuk mandi tidak terawat dengan baik. Devi berharap, dengan adanya penyuluhan ini masyarakat lebih sadar untuk rajin membersihkan air bak dan meningkatkan kesehatan melalui imunisasi. Hal itu untuk memastikan jentik-jentik tidak berkembang dan tumbuh dan masyarakat terhindar dari penyakit. “Belum tahu istilahnya, Mbak. Kami di sini jauh dari sinyal dan terbatas. Sosialisasi ini cukup membantu bagi kami yang tidak paham difteri,” ujar Puput, salah satu ibu PKK yang juga pengajar Pendidikan Usia Dini (PAUD). ifw
Tag :

Berita Terbaru

KPK Geledah Dua Kantor Pemkot Madiun, Dinas Perdagangan dan BKAD Jadi Sasaran

KPK Geledah Dua Kantor Pemkot Madiun, Dinas Perdagangan dan BKAD Jadi Sasaran

Kamis, 01 Okt 2026 17:33 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 17:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan dalam pengembangan penyidikan dugaan Tindak Pidana P…

Peta Kekuasaan Jajaran Kabinet Merah Putih: Sekjen Sarmuji Jadi Menperin, Bukti Kapasitas Kader Golkar Teruji

Peta Kekuasaan Jajaran Kabinet Merah Putih: Sekjen Sarmuji Jadi Menperin, Bukti Kapasitas Kader Golkar Teruji

Kamis, 01 Okt 2026 17:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Peta kekuasaan di jajaran Kabinet Merah Putih mengalami pergeseran. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai…

Ikuti EJIF 2026, Kota Mojokerto Berpeluang Bidik Investor Kelas Kakap

Ikuti EJIF 2026, Kota Mojokerto Berpeluang Bidik Investor Kelas Kakap

Kamis, 01 Okt 2026 17:27 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 17:27 WIB

SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita, terus berupaya membuka peluang investasi untuk mendorong…

Mulai Dilirik Investor Asing, Kota Mojokerto Promosikan Pembangunan Sport Centre di EJIF 2026

Mulai Dilirik Investor Asing, Kota Mojokerto Promosikan Pembangunan Sport Centre di EJIF 2026

Kamis, 01 Okt 2026 17:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari terus berupaya merealisasikan pembangunan Kawasan Sport Centre di Lapangan Surodinawan,…

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menunggu datangnya musim hujan di Kabupaten Magetan diprakirakan mulai berlangsung secara bertahap pada akhir 2026. Untuk Kecamatan…

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai wujud peduli sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai memberlakukan gerakan Batu Pilah Sampah dari Rumah menjadi tiga…