Kafe Menjamur di Sekitar Kampus Surabaya

Mahasiswa pun Biasa Mabuk, Lalu ke Hotel

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pasca lokalisasi Dolly ditutup Juni 2014, kota Surabaya berubah wajah. Banyak hotel dan karaoke berdiri di mana-mana. Gaya hidup seks bebas (free sex) pun mulai tampak. Apalagi kos-kosan atau homestay yang berdiri di tengah perkampungan disulap layaknya hotel, bisa terima tamu harian dengan tarif terjangkau. Nah, belakangan ini fenomena baru lebih ‘menyeramkan’ lagi. Banyak kafe berdiri di sekitar kampus perguruan tinggi dengan menyasar mahasiswa sebagai konsumen. Ironis memang, karena pengelola kafe menyediakan minuman beralkohol (mihol) dengan harga menyesuaikan kantung mahasiswa. Inikah gaya hidup mahasiswa Surabaya di Jaman Now? ------------ Laporan : Firman Rachman – Editor : Ali Mahfud ------------ Jika dulu tempat hiburan menyasar kalangan menengah atas, kini seiring berkembangnya waktu, paradigma semacam itu sudah tidak mutlak. Tempat hiburan sekarang juga memangsa kalangan menengah ke bawah. Termasuk mahasiswa dan pelajar. Seperti kafe di Jalan Ngagel Surabaya ini. Lokasinya tak jauh dari beberapa kampus di sekitarnya, seperti Universitas Widya Mandala (UWM), Unitomo atau Untag. Pengunjung kafe ini kebanyakan mahasiswa dan anak muda. Pengelola kafe memanjakan mereka dengan menyediakan live music di setiap hari Sabtu. Ditambah, menu minuman beralkohol yang disediakan kafe tersebut bebas dibeli dengan harga terjangkau. Hasil penelusuran Surabaya Pagi, kafe tersebut mulai ramai didatangi pengunjung mulai pukul 19.00 hingga 24.00. Apalagi kalau Sabtu. Cukup merogoh kocek Rp 100 ribu-an, sudah bisa membeli tower minuman beralkohol. Para muda-mudi disini pun disuguhkan nuansa romantis dan nyaman. "Iya lumayan sering ke sini sih mas, bareng temen-temen dan pasti pesen minum (beer)," kata Fanya salah satu mahasiswa UMW kepada Surabaya Pagi. Selain Fanya, ada pula Dani (bukan nama sebenarnya). Mahasiswa yang baru saja lulus tahun lalu mengaku sering berkunjung sejak kafe tersebut dibuka. Lebih gamblang Dani bercerita tentang bagaimana ia dan teman-temannya memilih kafe ini sebagai tempat nongkrong, bahkan tempat berbagi obat-obatan terlarang. "Di sini aman dan nyaman sih mas. Kita biasa berenam paling sedikit pesertanya empat orang. Ya biasa nongkrong sambil minum, entar kalau udah mabuk kita cari hotel paling dekat. Biasanya di Pop Diponegoro situ. Kalau ada yang bawa ineks atau Key gitu, biasanya baginya di sini. Sembunyi-sembunyi juga sih," cerita Dani. Pernah Dirazia Belly Buddy di kawasan Ngagel ini bukan lah satu-satunya kafe yang menyediakan live music dengan menjual minuman beralkohol. Setidaknya ada beberapa kafe yang jadi jujukan para mahasiswa dan pelajar di Surabaya, seperti Mutton Bird di daerah Rungkut, De Javu di jalan Ngagel, Sobrity di Jalan Raya Gubeng dan Kuppel di kawasan Citraland. Usut punya usut, legalitas penjualan minuman beralkohol milik kafe-kafe belum sepenuhnya dipenuhi. Tak heran, kafe tersebut sempat dirazia Polrestabes Surabaya. Kanit Tipiring, Satuan Sabhara Polrestabes Surabaya, Ipda Satriono menuturkan kafe-kafe tersebut telah ditindak oleh tim gabungan. Baik dari Polrestabes Surabaya dan Satpol PP kota Surabaya. Namun mereka masih membandel. "Kelima kafe tersebut diatas sudah kami tindak mas. Diantaranya tak memiliki TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata) dan SIUP MB (Surat Ijin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol, red) juga keduanya. Masih proses dan belum terbit, harusnya tidak boleh menjual tanpa ijin, tunggu terbit dulu," ujar Satriono kepada Surabaya Pagi, kemarin
Tag :

Berita Terbaru

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mulai menyidangkan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa T…