Jemput Bola, Dukcapil Lamongan Rekam E-KTP ke Sekolah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Masih adanya penduduk potensial siswa yang belum melakukan perekaman E-KTP, menjadi fokus Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lamongan, untuk melakukan perekaman siswa yang menenuhi syarat, dengan sistem jemput bola ke lembaga pendidikan setingkat SMA dan sederajat. Perekaman siswa dengan datang langsung ke lembaga pendidikan tersebut, seperti yang disampaikan oleh Sugeng Widodo, Plt Kepala Dinas Dukcapil Lamongan itu, sebagai bagian upaya Pemerintah Kabupaten untuk memaksimalkan E-KTP. “Mulai bulan ini, kita jemput bola dengan melakukan perekaman ke siswa SMA, SMK dan MA seluruh Lamongan," kata Sugeng, panggilan akrab Sugeng Widodo, Kamis (1/2/2018) siang. Lebih jauh kata Sugeng, saat ini ketersediaan material E-KTP sekitar 15 ribu keping dan bagi warga yang belum memiliki E-KTP diharap segera mengurus ke Kantor Kecamatan masing-masing atau ke Kantor Disdukcapil."Yang belum memiliki E-KTP untuk segera mengurus," pintanya. Dan bagi yang masih dalam bentuk SUKET (Surat Keterangan) lanjut Sugeng, bisa langsung dimintakan diganti KTP elektronik bila sudah clear data penunggalannya di data base pusat. "Yang sekarang masih memegang surat keterangan, bisa langsung dimintakan ganti E-KTP karena materialnya sudah siap," terangnya. Sementara itu, Dinas Dukcapil Kabupaten Lamongan sendiri dalam seharinya mampu mencetak sebanyak 350 hingga 400 keping, tergantung kelancaran jaringannya. “Kalau tinggal cetak bisa langsung, kalau masih melakukan perekaman mungkin masih membutuhkan waktu tapi bisa langsung mendapat SUKET,” jelas Sugeng. Sebagai upaya mempermudah pelayanan E-KTP, saat ini di lima kecamatan sudah terdapat pengoperasian mesin rekam dan cetak, yaitu di Kecamatan Babat, Ngimbang, Karangbinangung, Paciran dan di Kecamatan Sukodadi. “Kita berharap warga di lima kecamatan tersebut yang belum melakukan perekaman E-KTP langsung mendatangi ke kantor kecamatannya masing-masing tidak perlu datang ke Kantor Disdukcapil,” imbuh Sugeng menjelaskan.jir
Tag :

Berita Terbaru

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menghukum bos MNC Group Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe dan PT MNC…

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Berkas pendaftaran nikah El Rumi dan Syifa Hadju rampung. Pernikahan juga sudah didaftarkan oleh KUA Setiabudi.Yusuf Mimbar dari KUA…

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Juru Bicara (Jubir) Anies Baswedan, Angga Putra Fidrian, menilai demokrasi harus tetap membuka ruang luas bagi semua kalangan.           …

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI : Hingga Kamis (23/4), kasus dugaan perjokian dan kecurangan UTBK meski mencuat masih dalam tahap pendalaman oleh panitia pusat. Penyelidikan…

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan, kasus perjokian di UTBK-SNBT 2026 bukanlah masalah sederhana. Kasus ini secara…

KPK, Usulkan Ketua Umum Parpol Dua Periode Saja

KPK, Usulkan Ketua Umum Parpol Dua Periode Saja

Kamis, 23 Apr 2026 19:49 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:49 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Salah satu poin masukan KPK yaitu adanya pembatasan ketua umum partai politik menjadi dua periode. Usulan dalam kajian itu muncul karena…