Mengenal Lebih Jauh 'Motor Neuron', Penyakit yang Diidap Ilmuwan Stephen Ha

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Stephen Hawking menghembuskan napas terakhirnya, Rabu (14/3/2018) di kediamannya di Cambridge, Inggris. Pernyataan menyedihkan ini diungkapkan langsung ketiga anaknya, Lucy, Robert, dan Tim. Spekulasi terkini menyebutkan bahwa akibat meninggalnya ilmuan fisika dan kosmologi itu adalah karena penyakit motor neuron yang sudah dia derita sejak 1963. Penyakit itu juga yang mengharuskannya hidup di atas kursi roda. Sebetulnya apa penyakit motor neuron itu? Dilansir dari The Sun, penyakit motor neuron adalah kondisi yang jarang terjadi. Sekitar dua dari setiap 100.000 warga Inggris mengidap penyait ini setiap tahunnya. Penyakit ini memengaruhi sel saraf spesialis di otak dan sumsum tulang belakang, yang menyebabkan fungsi neuron motor di otak bermasalah. Bila seseorang mengalami kondisi neurodegenerasi ini, aktivitas sehari-hari menjadi semakin sulit atau sama sekali tidak mungkin. Ya, akhirnya penggunaan kursi roda dianggap bisa mempermudah aktivitas sehari-hari. Sama seperti yang dialami Stephen. Seiring berjalannya waktu, kondisinya bisa semakin buruk saat otot melemah. Bahkan, jika kondisi ini sudah sangat buruk, mala tubuh sama sekali tidak memiliki daya untuk bergerak. Mayoritas dari mereka yang didiagnosis penyakit ini diberi harapan hidup tiga tahun mulai saat mereka pertama kali mengetahui gejalanya. Ajaibnya, Hawking bisa bebas dari "anggapan" ini. Tapi, kehendak Tuhan juga yang akhirnya membuat dirinya sekarang harus beristirahat untuk selama-lamanya. Perlu Anda ketahui, dilansir dari NHS, penyakit ini ternyata tidak ada obat penyembuhnya. Namun, pasien dengan penyakit ini masih bisa bertahan hidup dengan melakukan beberapa treatment untuk membantu dia mengatasi masalah tubuhnya. Lebih dalam lagi, apa saja tanda-tanda orang mengalami masalah kesehatan ini? Yang bisa dikenali adalah perubahan yang ada di tubuh. Antara lain: - Kelemahan pada pergelangan kaki atau tungkai. Jadi, Anda mungkin mudah sekali tersandung atau sulit memanjat tangga - Biasanya, mereka yang mengalami masalah ini tidak dapat berbicara dengan jelas yang mungkin berkembang menjadi kesulitan menelan beberapa makanan - Daya pegang yang lemah. Pada beberapa kasus, Anda mungkin sangat mudah untuk menjatuhkan barang atau sulit membuka toples. Selain itu, biasanya penderita akan mengalami kram otot dan berkedut - Penurunan berat badan. Biasanya, otot lengan atau kaki penderita mungkin menjadi lebih kurus dari waktu ke waktu - Masalah dalam kesulitan menghentikan diri untuk menangis atau tertawa dalam situasi yang tidak tepat Sementara itu, siapa yang paling berisiko akan masalah ini? Meskipun telah ada penelitian sebelumnya tentang penyebab penyakit motor neuron, namun sulit untuk mengidentifikasi pemicu tertentu untuk penyakit ini. Berdasar data, 5-10�ri semua orang dengan motor neuron disease (MND) memiliki bentuk genetik atau warisan. Gen mungkin masih memainkan peran kecil dalam kasus lain. Entah ada riwayat keluarga atau tidak, pemicu lingkungan lainnya mungkin menjadi faktor penyebab lainnya. Tapi ini masih perlu penelitian lebih lanjut. Perlu digaris bawahi juga, pemicu ini mungkin berbeda untuk setiap individu. Sekitar 35 persen orang dengan MND mengalami perubahan kognitif ringan, yang dapat menyebabkan masalah dalam fungsi eksekutif seperti perencanaan, pengambilan keputusan dan bahasa. Di lain sisi, sebanyak 15 persen orang dengan MND menunjukkan tanda-tanda demensia frontotemporal, yang menghasilkan perubahan perilaku yang lebih nyata. (oz/02)
Tag :

Berita Terbaru

Wali Kota Mojokerto Ajak Remaja Jaga Kesehatan Reproduksi untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Wali Kota Mojokerto Ajak Remaja Jaga Kesehatan Reproduksi untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Jumat, 12 Jun 2026 16:46 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dengan pendidikan yang baik, tetapi juga harus didukung…

Tinjau Kesiapan Infrastruktur Kelistrikan, Dewan Komisaris PLN Tekankan Keandalan Sistem Transmisi

Tinjau Kesiapan Infrastruktur Kelistrikan, Dewan Komisaris PLN Tekankan Keandalan Sistem Transmisi

Jumat, 12 Jun 2026 16:30 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 16:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dalam rangka memastikan keandalan sistem kelistrikan serta memantau progres pembangunan infrastruktur strategis ketenagalistrikan, D…

Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025, Pak Yes Pamer Prestasi dan Capaian

Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025, Pak Yes Pamer Prestasi dan Capaian

Jumat, 12 Jun 2026 16:24 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 16:24 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Rapat paripurna DPRD Lamongan dalam rangka mendengarkan pertanggungjawabkan APBD tahun 2025, pada Jum'at (12/6/2026), menjadi…

Kembalinya Kaji Ghofur Nahkodai PKB, Bukti Kaderisasi Setengah Hati

Kembalinya Kaji Ghofur Nahkodai PKB, Bukti Kaderisasi Setengah Hati

Jumat, 12 Jun 2026 15:53 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 15:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Kembalinya H. Abdul Ghofur nahkodai DPC PKB Lamongan Periode 2026-2031, menjadi salah satu bukti selama ini kaderisasi di internal…

KAI Daop 7 Madiun Komitmen Ajak Pelanggan Gunakan Acces by KAI untuk Bertransaksi

KAI Daop 7 Madiun Komitmen Ajak Pelanggan Gunakan Acces by KAI untuk Bertransaksi

Jumat, 12 Jun 2026 14:09 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 14:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dalam peningkatan layanan digital melalui berbagai pembaruan aplikasi Access by KAI yang merupakan langkah strategis guna memberikan…

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kompak Tanam Pohon

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kompak Tanam Pohon

Jumat, 12 Jun 2026 12:00 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 12:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 diperingati di Kabupaten Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo menggerakkan program Sidoarjo Asri atau…