Tangkap Tren Kuliner untuk Buka Usaha Sendiri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, SURABAYA - Kuliner kini menjadi daya pikat tersendiri bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Pusat Kuliner yang memiliki citra rasa kuat dan sedikit entertain akan terus menjadi jujugan banyak orang. Menurut pakar Kuliner dan praktisi sekolah chef, Bagus Supomo, saat inilah menjadi peluang menjanjikan bagi pemilik Skill khusus makanan. Mereka yang menguasai produk olahan akan ditantang untuk menangkap peluang ini. "Lihat tiap malam minggu, mal ramai. Ternyata lebih banyak menyerbu Kuliner. Begitu juga resto dan cafe juga selalu ramai. Ada tren masyarakat makin menyukai Kuliner," ucap Bagus. Direktur Eksekutif Sekolah Surabaya Hotel (SHS) ini menyebut bahwa inilah momen terpenting bagi para siswa dan mahasiswa yang menggeluti ilmu Kuliner, chef. Siswa atau mahasiswa koki ini harian menjadi pelaku atas bisnis Kuliner itu. Adalah kesempatan bagi semua siswa dan mahasiswa calon chef untuk menjawab tantangan itu. Kuliner yang begitu menjamur harus dimafaatkan betul bagi calon chef menjual hasil olahan tangan mereka. "Mau siapa lagi yang mengisi. Jangan sampai calon chef bikin makanan tapi kalah sama mahasiswa umum. Kami yakin, calon chef lebih unggul soal citra rasa," tambah Bagus. Pelaku bisnis di bidang pendidikan chef ini mendorong mahasiswa calon chef lebih peka. Harus mengemas produk mereka lebih menarik. Begitu melihat produk langsung ingin menikmatinya. Mahasiwa chef punya kemampuan untuk itu. Hanya saja, kemampuan menjual menjadi persoalan serius bagi mahasiswa kebanyakan. Jika kemampuan membuat makanan dipadu dengan kemampuan marketing, calon cheftiada tanding. Bagus memprediksi bahwa Kota Surabaya akan tetap menjadi surga Kuliner. Akan terus bermunculan tempat menjual makanan. Pasar Kuliner ini juga tidak akan ada matinya. Bagaimana dengan mereka yang memiliki Skill sebagai chef. Bagus meminta kepada mahasiswa untuk tidak menjadikan kerja chef di hotel, kapal pesiar, dan resto ternama menjadi pilihan utama. "Boleh lah mengimpikan kerja di sana. Tapi sebaiknya jadikan kerja di tempat itu untuk sarana belajar. Belajar mempraktikkan ilmu dan menciptakan jaringan," kata Pakar pendidikan chef ini. Dia malah meminta yang bekerja di hotel dan resto untuk kumpulkan modal. Untuk kemudian membuka usaha Kuliner sendiri. Sebab ada kecenderungan pekerjaan di hotel kini juga dibatasi. Di era persaingan yang superketat dan di era Teknologi ingormasi ini, jumlah karyawan banyak dikurangi. Jika sebelumnya ibaratnya fasilitas jumlah kamar di hotel 100 kamar bisa dipekerjakan 150 orang. Kini dikerjakan separonya. Begitu juga untuk jumlah kursi di resto tak lagi dilayani sesuai jumlah rasio kursi ini. "Banyak karyawan yang kontrak. Bahkan manajer di hotel maupun di resto pun mini banyak yang sistem kontrak," kata Bagus. Beruntung bagi calon chef atau mahasiswa yang menggeluti kemampuan membuat makanan dan kue. Kemampuan dasar itu tinggal mengambangkan dengan kreativitas di lapangan. Saat ini zaman telah berubah. Membuka usaha dengan menjual produk karya sendiri tak perlu tempat atau toko untuk berjualan. Cukup dengan online semua produk sudah bisa dipesan antar. "Yang penting ada dapur untuk memproduksi. Hasilnya bisa dijual online. Ini lebih efektif dan efisien," kata direksi sekolah dengan jumlah mahasiwa mencapai 750 ini. Jika kepercayaan pasar sudah terbangun melalui online, justru permintaan pasar sudah tergambar nyata. Produk akan dipenuhi sesuai pesanan. Bagus meminta untuk yang ingin buka usaha sendiri harus didasari pada tiga hal utama. Yakni niat kuat, ditunjang minat, dan ulet dalam usaha. Bisa memasak dan menjual sangat dibutuhkan. (sry/03)
Tag :

Berita Terbaru

Dosen Hukum Korporasi Pertanyakan Dasar Hukum Perubahan Kebijakan CSR untuk STIKES BHM

Dosen Hukum Korporasi Pertanyakan Dasar Hukum Perubahan Kebijakan CSR untuk STIKES BHM

Rabu, 29 Jul 2026 20:51 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 20:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Dosen Hukum Korporasi Universitas Merdeka Madiun, Angga Pramodya Pradhana, mempertanyakan dasar hukum perubahan kebijakan Pemkot…

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Mengatasi dampak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Lamongan salurkan 25 ribu liter air bersih kepada masyarakat, Selasa (28/7)…

Hebat!, Kota Mojokerto Raih Empat Penghargaan HARGANAS Ke-33

Hebat!, Kota Mojokerto Raih Empat Penghargaan HARGANAS Ke-33

Rabu, 29 Jul 2026 17:26 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Inovasi, komitmen, dan keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto dalam menjalankan berbagai program pembangunan keluarga membuahkan a…

DPR RI Apresiasi Kampung Batik Ceria Surabaya, Jadi Contoh Edukasi Anak Tanpa Gadget

DPR RI Apresiasi Kampung Batik Ceria Surabaya, Jadi Contoh Edukasi Anak Tanpa Gadget

Rabu, 29 Jul 2026 16:42 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pagi itu, suasana di Jalan Sumber Mulyo IV, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, terasa berbeda. Di antara deretan rumah w…

Taman Cak Durasim Jadi Pusat Kreasi, BHS Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Jatim

Taman Cak Durasim Jadi Pusat Kreasi, BHS Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Jatim

Rabu, 29 Jul 2026 16:16 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengunjungi Taman Budaya Cak Durasim Surabaya, Rabu (29/7/2026). Dalam k…

Ribuan Peserta KKN UMM Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Ribuan Peserta KKN UMM Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 29 Jul 2026 16:02 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:02 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada 1.258 mahasiswa peserta program kuliah kerja nyata (KKN) Universitas …