Premanisme dan Culture Terminal Joyo Boyo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Preman. Mendengar kata tersebut tentu benak kita langsung merujuk pada seseorang atau kelompok yang kerap melakukan tindak kejahatan dan kriminalitas. Stigma preman dalam masyarakat, agaknya begitu miring. Sedangkan preman yang disebut juga kerap menjadi abu-abu lantaran ia justru terlihat menjaga wilayah mereka dari pelaku kejahatan diluar area mereka yang mencoba masuk. Sedang disisi lain, mereka memungut ongkos dari cara kerja mereka kepada para warga sekitar area yang dilindunginya. Seperti puluhan orang yang terjaring razia kepolisian di terminal Joyo Boyo Surabaya. Puluhan orang yang diindikasikan preman itu dilucuti badannya untuk proses pemeriksaan. Meskipun hasil dari sasaran senjata tanam nihil, setidaknya identitas mereka dapat ditebak dari goresan tatto di tubuhnya. Tak dapat dipungkiri, tatto memang identik dengan preman, kendati tidak semuanya benar. Bagio, salah seorang preman atau yang dituakan dalam kelompok itu terlihat santai ketika polisi menghampiri mereka disebuah warung. Bahkan mereka mengenal diantara polisi yang melakukan pemeriksaan. Sambil tersenyum, Bagio membuka kaosnya dan menerima pemeriksaan yang dilakukan kepolisian tersebut. Puluhan tatto menghias tubuh kekar Bagio yang legam. Sambil bercerita, Bagio dan para temannya ini merupakan orang yang dipercaya menjaga terminal Joyo Boyo. Meskipun mereka warga sipil, namun keberanian mereka terhadap para pelaku kejahatan lain yang masuk ke area Terminal diapresiasi oleh warga. Tak ayal,mereka pun memberikan Bagio dan teman-temannya sejumlah uang sebagai tanda terimakasih. "Ya ada sih iuran warga, dari para pkl, dari sopir. Gak seberapa besarannya, ada yang dua ribu, lima ribu, sepuluh ribu perharinya. Tergantung juga dari orangnya. Yang penting cara kerja kita seperti itu mas," ujarnya usai diperiksa polisi sambil menikmati kopi di sebuah warung di area terminal. Salah satu pemilik warung, Sumiati menuturkan kepada SurabayaPagi.com jika keberadaan mereka (preman) itu bisa dilihat dua sisi. Meskipun mengaku tak keberatan memberikan iuran tiap harinya, Sumiati kadang jengkel ketika mereka kerap mabuk di malam hari. "Yang bikin sebel itu pas minum-minum itu mas. Cuma ya mereka jaga sini juga sih. Kalau mabuk kadang kencing sembarangan. Muntah sembarangan gitu aja sih," kata perempuan adal Jember itu. Selain Bagio, adapula Cak Tole. Seorang yang juga disegani oleh para warga Terminal. Menurut warga, Cak Tole sangat jarang datang ke terminal. Biasanya hanya anak buahnya saja yang bekerja. Namun sesekali dirinya juga datang ke lokasi. "Mungkin ya mas, Bagio itu anak buahnya Cak Tole. Disini banyak yang nyambi kernet juga, lah biasanya itu gantian. Sama seperti yang di Bungur dan Osowilangon. Kalau disini kan tempat penurunan penumpang juga," kata Budi salah satu sopir angkot di Terminal Joyo Boyo. Premanisme di Indonesia bukan hanya soal identitas, melainkan budaya yang berkembang menjadi sebuah profesi menggiurkan. Tentu bagi orang-orang yang hanya mengandalkan keberanian dan kekuatannya dijalan. Namun tak sedikit pula, preman yang memiliki intelektualitas. Biasanya mereka berkelompok dan berjejaring untuk mengontrol kondisi anak buah dijalanan.fir
Tag :

Berita Terbaru

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menghukum bos MNC Group Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe dan PT MNC…

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Berkas pendaftaran nikah El Rumi dan Syifa Hadju rampung. Pernikahan juga sudah didaftarkan oleh KUA Setiabudi.Yusuf Mimbar dari KUA…

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Juru Bicara (Jubir) Anies Baswedan, Angga Putra Fidrian, menilai demokrasi harus tetap membuka ruang luas bagi semua kalangan.           …

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI : Hingga Kamis (23/4), kasus dugaan perjokian dan kecurangan UTBK meski mencuat masih dalam tahap pendalaman oleh panitia pusat. Penyelidikan…

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan, kasus perjokian di UTBK-SNBT 2026 bukanlah masalah sederhana. Kasus ini secara…

KPK, Usulkan Ketua Umum Parpol Dua Periode Saja

KPK, Usulkan Ketua Umum Parpol Dua Periode Saja

Kamis, 23 Apr 2026 19:49 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:49 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Salah satu poin masukan KPK yaitu adanya pembatasan ketua umum partai politik menjadi dua periode. Usulan dalam kajian itu muncul karena…