SURABAYAPAGI, Kediri - Pihak sekolah SMAN 4 Kota Kediri langsung menindaklanjuti adanya kabar jika siswinya yang tidak sanggup membayar uang semester terancam tak bisa ikut ujian.
Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Kediri, Bambang mengatakan, pihak sekolah memastikan seluruh siswa yang belum menyelesaikan tanggungan sekolah, tetap dapat melaksanakan ujian semester genap yang digelar Senin (7/5/2018) mendatang.
"Kita pastikan tetap ikut ujian semester. Intinya kita tetap membantu kesulitan setiap siswa, jika memang tidak bisa membayar kita tetap perbolehkan untuk ikut ujian," tegas Bambang.
Lanjut Bambang, sebelumnya LN siswi Kelas X jurusan IPA ini memang mendapat peringatan dari guru kelas. Namun, bukan berarti peringatan tersebut membuat dirinya tidak akan bisa mengikuti ujian semester mendatang.
"Mulai semester satu kita tetap perbolehkan ikut ujian meski saat itu juga belum ada pembayaran. Seandainya ada peringatan dari guru, hal itu sebenarnya merupakan hal yang biasa karena hanya sebatas mengingatkan. Sebab kita tidak mungkin memantau satu persatu permasalahan setiap siswa kalau siswa tidak menyampaikan ke sekolah," beber pria yang juga pernah mengajar di SMAN 1 Kota Kediri.
Sementara terkait pemegang KIP, Bambang mengaku setiap anak yang dapat KIP tetap mendapat bantuan sesuai jalur yang ada. Namun, saat ditanya apakah pemegang KIP bisa membebaskan seluruh biaya di sekolah? Bambang menegaskan bantuan itu selama ini hanya sebatas subsidi sekolah.
"Pemegang KIP ini biasanya penyalurannya melalui bendahara Bantuan kesejahteraan siswa miskin (BKSM). Sedangkan pemegang KIP ini hanya sebatas subsidi dan tidak bisa mengcover seluruh biaya sekolah. (Mohon maaf) sebenarnya jika diuangkan hanya sekitar Rp 70.000 - Rp 75.000," tandasnya.
Semetara itu disisi lain, paska pemberitaan di media massa, kini sumbangan terus mengalir ke LN melalui orang tuanya. Tidak hanya dari kalangan DPRD dan masyarakat umum, bantuan juga datang dari para jurnalis di Kediri.
Yakub mengaku, sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantunya. Ia mengaku, akan menyerahkan sumbangan dari para dermawan untuk melunasi tunggakan biaya sekolah putrinya sebesar Rp 3.611.000 dan jika sisa akan dibuat merenovasi atab rumahnya yang nyaris roboh.
"Terima kasih semuanya yang sudah peduli terhadap kami. Terima kasih atas sumbangannya," kata Yakub, warga Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Diberitakan sebelumnya, LN, siswi kelas X SMAN di Kota Kediri terancam tidak bisa mengikuti ujian semester, lantaran mengalami kesulitan biaya sekolah. Dia memiliki tunggakan iuran dua semester sebesar Rp 3.611.000. Tarikan tersebut terinci untuk beli seragam, buku, dan SPP selama dua semester.can
Editor :
Mariana Setiawati
Berita Terbaru
Kamis, 12 Mar 2026 16:27 WIB
Kamis, 12 Mar 2026 16:27 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Menyambut arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Gresik mulai memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan bagi m…
Kamis, 12 Mar 2026 16:24 WIB
Kamis, 12 Mar 2026 16:24 WIB
Hasil OPS Pekat dan Keselamatan Semeru 2026
SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026 Polres Blitar Kota musnahkan ribuan botol m…
Kamis, 12 Mar 2026 15:55 WIB
Kamis, 12 Mar 2026 15:55 WIB
SURABAYAPAGI, Madiun – Organisasi kemasyarakatan Petarung Kehidupan Nusantara (PTKN) mendatangi Balai Kota Madiun untuk melakukan audiensi dengan Pelaksana Tu…
Kamis, 12 Mar 2026 15:06 WIB
Kamis, 12 Mar 2026 15:06 WIB
SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah…
Kamis, 12 Mar 2026 15:04 WIB
Kamis, 12 Mar 2026 15:04 WIB
SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – DPRD Kota Mojokerto menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto di bidang Hukum Perdata d…
Kamis, 12 Mar 2026 14:41 WIB
Kamis, 12 Mar 2026 14:41 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Gugatan PT Matahari Sedjakti Sejahtera (PT MSS) terhadap PT Sekar Pamenang (PTSP) terkait sengketa bisnis kerjasama pemasaran…