Kisah Petugas Haji Gendong Jemaah di Tanah Suci

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Menjadi seorang petugas haji bukanlah perkara mudah. Petugas kloter contohnya, melayani ratusan jemaah dengan beragam usia, beraneka sifat, dan bermacam pola, tentu butuh kerja ekstra keras. Hal itulah yang dialami salah satu Petugas Kloter Embarkasi Palembang, Abdul Haris Putra. Selama di Tanah Suci, Ketua Kloter 2 Embarkasi Palembang itu rela melakukan apa saja demi melayani jemaah. Bagi Haris, diberi kepercayaan dan amanah untuk menjadi petugas kloter haruslah benar-benar disyukuri. Sehingga para jamaah bisa menjalani rangkaian ibadah haji dengan baik dan berjalan lancar. "Salah satu cara kita bersyukur dengan melayani jemaah sepenuh hati. Perhatian harus kita berikan sepenuhnya untuk kemaslahatan jemaah. Apa pun mesti kita lakukan, termasuk membopong atau menggendong (jemaah)," tutur Haris, dihubungi jelang keberangkatan kloter 2 Embarkasi Palembang dari Madinah menuju Mekah, Jumat, 27 Juli 2018. Apa yang diucapkan Haris bukanlah isapan jempol belaka. Bagaimana tidak, dalam setiap kloter yang berjumlah 445 jemaah, hanya ada lima petugas kloter yang mendampingi. Satu orang ketua kloter atau TPHI, satu orang Pembimbing Ibadah (TPIHI), serta satu orang dokter Kloter yang didampingi dua tenaga paramedis. Sementara, yang dilayani adalah jemaah yang berasal dari berbagai macam latar belakang. Mulai dari pejabat, rakyat biasa, orang miskin, orang kaya, orang berpendidikan, atau sebaliknya, tidak pernah bersekolah. Bahkan, ada juga yang belum pernah naik pesawat sebelumnya. "Jadi tantangan itu memang cukup berat. Mulai dari Embarkasi, di dalam pesawat, hingga saat menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, berbagai masalah pasti muncul silih berganti," ungkapnya. Namun sebagai petugas kloter, kata Haris, dirinya harus siap menerima dan mencari solusi terbaik. "Itulah gunanya kita ditunjuk dan diberi amanah ini. Seperti pesan yang sering disampaikan Bapak Kakanwil Kemenag Sumsel, menjadi pemimpin itu harus kreatif dan mampu berinovasi," kata Haris. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan HM. Alfajri Zabidi menegaskan, petugas kloter memang harus menyadari bahwa mereka bukanlah seperti jemaah biasa. Petugas kloter harus mengutamakan jemaah dibanding keperluan pribadi, termasuk ibadah-ibadah sunah. "Tugas utama petugas kloter adalah melayani jamaah, bukan sibuk bolak-balik ke masjid atau ibadah infirodi. Sebagaimana slogan petugas haji, kewajiban petugas adalah untuk melayani, bukan berhaji. Beribadah untuk bertugas, bukan bertugas untuk beribadah," tegas Fajri. Menurut Fajri, ada dua hal penting yang harus dimiliki petugas kloter, yaitu sabar dan syukur. Petugas harus bersabar, karena akan mendapatkan banyak jemaah haji dengan berbagai permasalahan. Ada yang mengalami gangguan kesehatan, ada pula yang fisiknya tidak kuat saat memasuki puncak haji. Petugas saat memberikan pelayanan belum tentu direspons dengan baik. "Di sinilah petugas harus menata hati dan pikiran. Petugas juga harus bersyukur, di saat jutaan orang kesulitan melaksanakan rukun Islam terakhir, petugas dapat melaksanakan ibadah haji tanpa harus mengantre," jelas Fajri.
Tag :

Berita Terbaru

Dosen Hukum Korporasi Pertanyakan Dasar Hukum Perubahan Kebijakan CSR untuk STIKES BHM

Dosen Hukum Korporasi Pertanyakan Dasar Hukum Perubahan Kebijakan CSR untuk STIKES BHM

Rabu, 29 Jul 2026 20:51 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 20:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Dosen Hukum Korporasi Universitas Merdeka Madiun, Angga Pramodya Pradhana, mempertanyakan dasar hukum perubahan kebijakan Pemkot…

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Mengatasi dampak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Lamongan salurkan 25 ribu liter air bersih kepada masyarakat, Selasa (28/7)…

Hebat!, Kota Mojokerto Raih Empat Penghargaan HARGANAS Ke-33

Hebat!, Kota Mojokerto Raih Empat Penghargaan HARGANAS Ke-33

Rabu, 29 Jul 2026 17:26 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Inovasi, komitmen, dan keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto dalam menjalankan berbagai program pembangunan keluarga membuahkan a…

DPR RI Apresiasi Kampung Batik Ceria Surabaya, Jadi Contoh Edukasi Anak Tanpa Gadget

DPR RI Apresiasi Kampung Batik Ceria Surabaya, Jadi Contoh Edukasi Anak Tanpa Gadget

Rabu, 29 Jul 2026 16:42 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pagi itu, suasana di Jalan Sumber Mulyo IV, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, terasa berbeda. Di antara deretan rumah w…

Taman Cak Durasim Jadi Pusat Kreasi, BHS Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Jatim

Taman Cak Durasim Jadi Pusat Kreasi, BHS Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Jatim

Rabu, 29 Jul 2026 16:16 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengunjungi Taman Budaya Cak Durasim Surabaya, Rabu (29/7/2026). Dalam k…

Ribuan Peserta KKN UMM Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Ribuan Peserta KKN UMM Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 29 Jul 2026 16:02 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:02 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada 1.258 mahasiswa peserta program kuliah kerja nyata (KKN) Universitas …