Ekstasi Jenis Baru Diproduksi Rumahan, Efeknya ’Three in One’

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Hasil uji bidang narkotika fisitropika dan obat berbahaya Forensik Mabes Polri menyatakan bahwa terungkap ekstasi jenis baru dari salah satu penangkapan. Di dalam ekstasi mengandung tiga jenis bahan yang efeknya berbahaya sehingga disebut efek three in one. "Selama ini narkoba yang dikenal ada tiga jenis. Tapi ini ada tiga sekaligus mulai dari efek stimulan, jenisnya seperti mgma, kafein dan lain lain, halusinogen berhalusinasi sesuai keinginan penggunaannya dan depresan seperti obat penenang," kata Kepala Bidang Narkotika Fisitropika dan Obat Berbahaya Forensik Mabes Polri, Kombes Pol Sodiq Pratomo membeberkan hasil laboratorium narkoba yang diproduksi rumahan itu. Lanjut Sodiq, umumnya ekstasi hanya mengandung mgma ditambah kafein. "Stimulan mgma, halusinogennya ada fetamin. Kemudian depresannya ada heximer. Bayangkan kalau manusia ibarat mesin panas kemudian langsung didinginkan pasti efeknya akan tidak karuan," kata dia lagi. Sodiq mengungkapkan dari hasil barang bukti, para pelaku memproduksi ekstasi palsu sebagai cara untuk mengelabui petugas kepolisian. "Pembuat ekstasi palsu. Kalau ditangkap mungkin ngasih yang ekstasi palsu isinya hanya kafein. Di sini kami menemukan bahan pembuat sabu dan alatnya yang efeknya sangat merusak otak," katanya. Polres Jakarta Barat telah mengusut pabrik ekstasi yang berhasil diungkap di kompleks perumahan Sentra Pondok Rajeg Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pabrik ini dijalankan satu keluarga. Mereka adalah UW (40) dan istrinya SD (40) dan anaknya FI (23) serta satu orang berinisial R (24).
Tag :

Berita Terbaru

Kinerja APBN Mojokerto Raya Terjaga Baik Ditengah Guncangan Ekonomi Global

Kinerja APBN Mojokerto Raya Terjaga Baik Ditengah Guncangan Ekonomi Global

Selasa, 28 Apr 2026 10:25 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 10:25 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Kondisi carut marut perekonomian global dampak dari perang di timur tengah tak membuat kinerja APBN Mojokerto Raya…

KPK Periksa Pengembang hingga Kadis DPMPTSP, Sumarno: Tanya ke KPK!  ‎

KPK Periksa Pengembang hingga Kadis DPMPTSP, Sumarno: Tanya ke KPK! ‎

Selasa, 28 Apr 2026 07:36 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 07:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah pengembang dan pengurus STIKes dalam kasus dugaan pemerasan yang…

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

SurabayaPagi.com : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menerima penghargaan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 dengan Status …

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Awak pekan ini polisi menangkap tersangka inisial MH (29) berikut barang bukti 420 cartridge Etomidate.Ditrektur Reserse Narkoba Polda Riau…

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengatakan Kemendagri menurunkan tim Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk memantau aktivitas Gubernur Kaltim.…

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

SURABAYAPAGI : Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, menggunakan anggaran jumbo hingga berujung aksi demo mahasiswa pada 21 April lalu.Aksi 21 April Rakyat…