Erdogan Didemo Saat Buka Masjid di Jerman

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Ribuan demonstran turun ke jalan-jalan di kota Cologne saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membuka masjid terbesar di negara itu pada akhir kunjungannya ke Jerman. Peresmian pada Sabtu (29/9) itu mengakhiri kunjungan tiga hari Erdogan untuk memperbaiki hubungan dengan Berlin setelah dua tahun ketegangan. Selama tinggal di Berlin, Erdogan bertemu dua kali dengan Kanselir Jerman Angela Merkel untuk melakukan pembicaraan. Kedua pemimpin menandakan minat mereka dalam pendekatan hati-hati, namun juga ketidaksepakatan dalam berbagai macam isu. Kanselir Jerman menekankan, perbedaan mendalam tetap pada hak-hak sipil dan isu-isu lainnya. Seperti dilansir Aljazirah, Erdogan menyalahkan Jerman karena menyembunyikan teroris. Sebelum kembali ke Turki, Erdogan melakukan perjalanan ke kota barat Cologne. Di sana ia diprotes karena catatan negatif Turki tentang hak asasi manusia, kebebasan pers dan perlakuannya terhadap suku minoritas. Pada salah satu unjuk rasa di tepi sungai Rhine, para demonstran melambaikan spanduk bertuliskan: "Erdogan tidak diterima". Sementara itu, para pendukung Erdogan berkumpul di dekat Masjid Pusat Cologne ketika polisi mengepung daerah besar di sekitar masjid untuk alasan keamanan. Namun, ribuan pendukung Erdogan tumpah ke jalan-jalan, berharap untuk melihat sekilas pemimpin Turki. Banyak yang melambai-lambaikan bendera merah dan putih Turki atau mengangkat foto-foto Erdogan. Kerumunan dengan riang meneriakkan nama presiden atau meneriakkan "Siapa yang terhebat? Turki". Wali kota Cologne, Henriette Reker dan perdana menteri negara bagian Armin Laschet menolak menghadiri upacara pembukaan masjid. Sebelumnya beberapa politisi juga memboikot kehadiran Erdogan dalam makan malam kenegaraan pada Jumat malam yang diselenggarakan oleh Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier. Merkel juga melewatkan jamuan makan. Hubungan antara kedua negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) itu memburuk setelah Berlin mengkritik tindakan keras Ankara terhadap lawan Erdogan menyusul kudeta 2016 yang gagal. Ketegangan mereda setelah beberapa warga negara Jerman-Turki tingkat tinggi dilepas tahun ini, tetapi lima orang masih berada di balik terali besi. Merkel, yang negaranya adalah rumah bagi lebih dari tiga juta etnis Turki, menekankan perlunya dialog lanjutan untuk mengatasi perselisihan.
Tag :

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…