Obama dan Hillary Diancam Bom, Politikus Serang Donald Trump

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Politikus dari partai oposisi serang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah ada serangkaian ancaman bom yang diarahkan kepada mantan Presiden AS Barack Obama, Mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, dan stasiun televisi CNN. Politikus dari Partai Demokrat menuduh ujaran kebencian yang dilakukan Trump selama beberapa tahun yang memicu serangkain teror bom ini. "Selama bertahun-tahun, Donald Trump sudah meminta pengkritiknya di penjara dan menyuarakan kekerasan terhadap jurnalis, bahaya ekstremis kanan tidak bisa diabaikan dan harus lebih banyak lagi perhatian yang diberikan kepada mereka dibandingkan sebelumnya," kata anggota parlemen AS dari Partai Demokrat Bill Pascrell, Kamis (25/10). Tidak ada bom yang meledak yang dikirimkan ke rumah Clinton, Obama, dan CNN. Sebelumnya, pengusaha dan filantropis liberal George Soros juga mengalami ancaman bom yang sama. Selama kampanye presiden Trump selalu meminta para pendukungnya untuk menyerukan ’penjarakan dia’ sebagai ancaman penjara terhadap Hillary Clinton. Trump juga mendukung teori konspirasi yang menyatakan Soros memiliki peran dalam mempengaruhi politik AS. Ia juga kerap kali mengatakan CNN sebagi penyebar berita bohong. Politisi baik dari Partai Demokrat dan Republik menggunakan ancaman dan ungkapan bernada keras dalam perpolitikan mereka sehari-hari. Politisi Republik mengkritik lawan mereka dan aktivis perempuan sebagai kerumunan yang mengganggu ketertiban. Kritik itu terjadi saat mereka melakukan demonstrasi menentang pengangkatan Brett Kavanaugh pelaku pemerkosaan sebagai hakim Mahkamah Agung. Pendukung Partai Demokrat juga berdemonstrasi di depan restoran Amerika Latin ketika politisi Partai Republik sedang makan malam. Demonstrasi itu sebagai bentuk protes mereka terhadap kebijakan pemisahan anak-orang tua imigran gelap. Sebuah jejak pendapat di AS menemukan kemarahan warga atas berbagai kebijakan Trump dan pemerintahannya akan mendorong Demokrat untuk mendapatkan lagi kekuasaan mereka pada pemilu jeda 6 November mendatang. Sementara itu, Trump sudah mengutuk ancaman teror bom terhadap dua petinggi Partai Demokrat. "Tindakan atau ancaman kekerasan politik dalam bentuk apapun tidak memiliki tempat di Amerika Serikat, kami sangat marah, kesal, tidak senang dengan apa yang kami saksikan pagi ini dan kami usut tuntas sampai ke dasar,” kata Trump di Gedung Putih.
Tag :

Berita Terbaru

Kuasa Hukum Korban Ungkap Dugaan Pola Kedekatan Berulang Sebelum Peristiwa di Hotel

Kuasa Hukum Korban Ungkap Dugaan Pola Kedekatan Berulang Sebelum Peristiwa di Hotel

Selasa, 15 Sep 2026 10:07 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 10:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Persidangan perkara dugaan pencabulan terhadap anak dengan terdakwa Jan Leon di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mengungkap fakta b…

Srikandi Muncul di Sidang, Maidi Mengaku Tak Tahu Permintaan Bantuan

Srikandi Muncul di Sidang, Maidi Mengaku Tak Tahu Permintaan Bantuan

Selasa, 15 Sep 2026 09:00 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 09:00 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun - Nama Srikandi, kelompok pendukung Maidi, muncul dalam sidang perkara dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Surabaya. Namun, ketika jaksa…

RI Mulai Ekspor Bawang Merah

RI Mulai Ekspor Bawang Merah

Selasa, 15 Sep 2026 07:23 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:23 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas ekspor bawang merah Brebes ke Thailand dari fasilitas Controlled Atmosphere Storage…

Seorang Direktur PT di Jakarta, Tersangkut Perkara Pajak

Seorang Direktur PT di Jakarta, Tersangkut Perkara Pajak

Selasa, 15 Sep 2026 07:17 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:17 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Pusat melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perpajakan menyerahkan…

Tahun Depan, Gaji PPPK Ditanggung Pusat

Tahun Depan, Gaji PPPK Ditanggung Pusat

Selasa, 15 Sep 2026 07:14 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com - Gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang selama ini menjadi tanggungan pemerintah daerah (Pemda),mulai tahun depan dan…

LOCUS DAN TEMPUS, TAK DIUNGKAP LOGIS OLEH JPU

LOCUS DAN TEMPUS, TAK DIUNGKAP LOGIS OLEH JPU

Selasa, 15 Sep 2026 07:11 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:11 WIB

Kajari Surabaya Yth, Praktisi hukum banyak yang kenal jaksa itu mengemban Dominus Litis. Ini asas hukum dari bahasa Latin yang berarti “penguasa perkara” atau …