48 Karyawan Google Pelaku Pelecehan Seksual, Dipecat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Google mengumumkan telah memecat 48 karyawan mereka yang melakukan pelecahan seksual selama dua tahun terakhir. Google memecat karyawan-karyawannya tersebut tanpa pesangon. Pengumuman itu muncul beberapa jam setelah ada laporan yang menyatakan Google melindungi para ekskutif laki-laki yang telah melakukan pelecahan seksual. Laporan tersebut juga menyebutkan Google telah menawarkan sejumlah uang yang sangat besar kepada mereka untuk meninggalkan perusahaan tersebut. CEO Google Sundar Pichai mengirimkan surat edaran melalui email kepada seluruh karyawannya. Di surat elektronik tersebut, Pichai mengatakan Google telah mengadopsi kebijakan yang lebih keras lagi pada 2015. "Kami sangat amat serius memastikan untuk menyediakan tempat kerja yang aman dan inklusif bagi semua orang," kata Pichai dalam suratnya tersebut, Jumat (26/10). Sebelumnya, media massa Amerika Serikat (AS) New York Timesmelaporkan Google telah memecat eksekutif mereka yang mengembangkan perangkat lunak Android atas tuduhan pelecahan seksual pada 2014. New York Times menulis Google memberikan uang dalam jumlah besar kepada eksekutif tersebut untuk pergi. Sam Singer juru bicara mantan eksekutif Android Andy Rubin, mengatakan Rubin meninggalkan Google atas keinginannya sendiri dan tidak pernah diberitahu ia mendapat tuduhan pelecehan seksual. Singer mengakui Rubin pernah memiliki hubungan dengan karyawan Google tapi ia tidak pernah dilaporkan dan saat itu tidak melanggar peraturan perusahaan. New York Times menulis laporan mereka berdasarkan sumber yang tidak diketahui namanya dan dokumen pengadilan. Hal itu termasuk dokumen perceraian Rubin dengan istrinya. New York Times melaporkan Google juga melindungi dua eksekutif lainnya yang dituduh melakukan pelecehan seksual. Kabarnya Google mempertahankan salah satu di antara dua orang tersebut sementara yang lainnya dilepaskan dengan pesangon yang sangat besar. Dalam peraturan Google yang baru seluruh wakil presiden dan senior wakil presiden harus mengungkapkan hubungan mereka dengan karyawan mereka. Bahkan, jika mereka tidak berkerja di departemen yang sama atau menimbulkan potensi konflik apa pun. Pichai tidak menyinggung tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan Rubin dan eksekutif lainnya. Tapi, ia mengatakan laporan New York Times ’sulit untuk dibaca’ dan ia juga tidak membantah laporan tersebut. Untuk menyakinkan karyawannya, Pichai menulis 13 dari 48 orang yang dipecat karena melakukan pelecehan seksual adalah manager senior dan eksekutif. Tidak ada satupun dari 13 pejabat tinggi itu yang mendapat pesangon. Meski Pichai sudah berusaha memastikan semua pelaku pelecehan seksual dipecat tapi kasus ini tetap melukai perusahaan berusia 20 tahun tersebut. Google yang memiliki moto ’Don’t be Evil’ atau ’Jangan Jahat’ di awal berdirinya kini membuat moto baru ’do the right thing’ atau ’lakukan hal yang benar’. Kasus itu menjadi salah satu contoh besarnya kesenjangan gender di Silicon Valley yang selama bertahun-tahun dikuasai oleh teknisi-teknisi laki-laki. Kebanyakan di antara mereka masih bertinggkah seperti mahasiswa. Emily Chang dalam bukunya Brotopia: Breaking Up The Boys Club of Silicon Valley mengungkapkan pelecehan-pelecehan yang diterima karyawan atau teknisi perempuan. Google bukan perusahan teknologi pertama yang dihantam isu pelecehan seksual. Sebelumnya Uber juga sudah memecat banyak eksekutif mereka karena pelecehan seksual. Mereka juga melakukan perombakan besar-besaran di jajaran eksekutif mereka.
Tag :

Berita Terbaru

Dorong Tata Kelola Pengadaan yang Transparan dan Berintegritas, PLN UIT JBM Perkuat Kolaborasi Mitra Kerja

Dorong Tata Kelola Pengadaan yang Transparan dan Berintegritas, PLN UIT JBM Perkuat Kolaborasi Mitra Kerja

Jumat, 01 Mei 2026 20:40 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 20:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Dalam upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas tata kelola pengadaan, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali…

Khofifah Perkuat Komitmen di May Day 2026, Hadirkan Kebijakan Nyata untuk Kesejahteraan Buruh

Khofifah Perkuat Komitmen di May Day 2026, Hadirkan Kebijakan Nyata untuk Kesejahteraan Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 20:34 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 20:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dengan menggelar syukuran bersama ribuan pekerja d…

Diduga Terjatuh dari Balkon, Bocah 7 Tahun Tak Tertolong Meski Dirawat di ICU

Diduga Terjatuh dari Balkon, Bocah 7 Tahun Tak Tertolong Meski Dirawat di ICU

Jumat, 01 Mei 2026 19:46 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 19:46 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Peristiwa tragis terjadi di Rumah Sakit Hermina Madiun. Seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun meninggal dunia diduga setelah t…

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur, Ahmad Fauzi, menyampaikan sejumlah tuntutan buruh dalam peringatan Hari B…

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Insiden ambruknya plafon terjadi di Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun, Kamis (30/4/2026) sore, viral di media sosial. Dalam video y…

SBMR Tuntut Keadilan Upah hingga Kritik Aksi Monas yang Dinilai Hura-hura   ‎

SBMR Tuntut Keadilan Upah hingga Kritik Aksi Monas yang Dinilai Hura-hura  ‎

Jumat, 01 Mei 2026 11:37 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 11:37 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) yang tergabung dalam Konfederasi Barisan Buruh Indonesia (KBBI) menyuarakan sejumlah tuntutan dal…