Kasus Malaria Mulai Meningkat Signifikan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Secara signifikan kasus malaria meningkat di lebih dari 13 negara. Peningkatan ini terjadi setelah hampir dua dasawarsa terus merosot. Kekhawatiran pun muncul lantaran masih banyak yang dibutuhkan untuk melawan epidemi. Menurut laporan Malaria Dunia 2018 oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) yang dirilis Senin (19/11), jumlah penderita banyak yang naik. Secara global, jumlah malaria meningkat sedikit dari 217 kasus pada tahun 2016 menjadi 219 pada 2017. "Tidak ada kemajuan signifikan dalam mengurangi kasus malaria global," pada laporan antara 2015 dan 2017. Padahal sebelum itu jumlah orang yang terjangkit penyakit ini secara global telah turun. Sebanyak 10 negara dengan beban tertinggi di Afrika mengalami peningkatan kasus yang signifikan. Nigeria, Madagaskar, dan Republik Demokratik Kongo mengalami peningkatan terbesar, yakni dilaporkan ada tambahan setengah juta kasus dari masing-masing negara. Dari 10 negara tersebut, tujuh di antaranya yakni Tanzania, Mali, Burkina Faso, Kamerun, Ghana, Uganda, dan Niger terdapat tambahan 3,5 juta orang yang didiagnosis malaria pada 2017 dan selama 2016. "Ini masalah, kami tidak lagi melihat penurunan malaria selama beberapa tahun terakhir," kata Alistair Robb, penasihat senior untuk Program Global Malaria WHO. Wilayah WHO di Amerika juga mengalami peningkatan kasus malaria. Sebagian besar karena peningkatan jumlah pengidapnya di Brazil, Nikaragua dan Venezuela. Malaria adalah penyakit parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Hal ini dapat dicegah dan diobati. Namun diperkirakan 435 ribu orang meninggal di seluruh dunia pada 2017. Laporan tersebut merilis Wilayah Afrika menyumbang 92 persen dari semua kasus. Menururt laporan itu, beberapa negara mengalami penurunan signifikan dalam jumlah kasus yang dilaporkan, terutama India, Pakistan, Ethiopia dan Rwanda. India melaporkan tiga juta kasus lebih sedikit. Sedangan Rwanda 430 ribu lebih sedikit pada tahun 2017. Para ahli menggembar-gemborkan negara-negara ini sebagai contoh, terutama bagi negara-negara dengan kasus yang meningkat. Robb menjelaskan, keberhasilan di empat negara ini mengarah pada komitmen politik, menjangkau populasi yang terpinggirkan dan secara efisien menggunakan sumber daya, seperti kelambu dan obat-obatan. "Di banyak bagian Afrika, banyak orang masih tidak memiliki akses," kata Robb. Di negara-negara Afrika dimana orang-orang yang paling membutuhkan seperti masyarakat yang terpinggirkan dan rentan, tidak dapat mengakses sumber daya pengobatan dan pencegahan. Ia menambahkan, hal ini mengakibatkan mereka rentan terhadap infeksi. Robb minta agar pihak-pihak terkait tetap waspada, melihat peningkatan kasus di Nikaragua dan Venezuela terus terjadi selama tiga tahun terakhir. Begitu juga di Brazil dalam dua tahun terakhir. Venezuela mengalami peningkatan terbesar di benua itu, dengan 411 ribu kasus pada 2017, naik dari 136 ribu pada 2015. Namun, Robb menjelaskan, Amerika Selatan secara keseluruhan memiliki beban malaria yang rendah, dengan persentase kurang dari 2 persen dari beban global. "Ini menghasilkan pola transmisi yang berbeda," jelas Robb. Selain itu, orang-orang di sana memiliki lebih sedikit kekebalan alami terhadap malaria. Kegagalan untuk mempertahankan sumber daya di sana dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam jumlah kasus. "Pengenalan orang yang terinfeksi dapat memulai wabah," kata Wirth.
Tag :

Berita Terbaru

Pesona Wisata Pantai Kuyon Trenggalek Tawarkan Panorama Unik Berbalut Sawah Hijau

Pesona Wisata Pantai Kuyon Trenggalek Tawarkan Panorama Unik Berbalut Sawah Hijau

Kamis, 30 Jul 2026 14:46 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 14:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Menikmati akhir pekan yang menenangkan, wajib mengunjungi wisata Pantai Kuyon yang berlokasi di pesisir selatan Jawa Timur,…

Sambut Hari Jadi ke-530, Pemkab Ponorogo Gelar "Culinary Sale" Diskon hingga 53 Persen

Sambut Hari Jadi ke-530, Pemkab Ponorogo Gelar "Culinary Sale" Diskon hingga 53 Persen

Kamis, 30 Jul 2026 14:32 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 14:32 WIB

Foto:            SURABAYA PAGI, Ponorogo- Surabya Pagi-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disp…

Kejari Ponorogo Raup Rp 77,5 Juta dari Penjualan Langsung Barang Bukti

Kejari Ponorogo Raup Rp 77,5 Juta dari Penjualan Langsung Barang Bukti

Kamis, 30 Jul 2026 14:29 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 14:29 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Surabaya Pagi-Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo sukses mengoptimalkan penyelamatan keuangan negara melalui mekanisme penjualan…

Reses di Balongbendo, Adam Rusydi Perjuangkan SMAN Baru hingga Penguatan UMKM

Reses di Balongbendo, Adam Rusydi Perjuangkan SMAN Baru hingga Penguatan UMKM

Kamis, 30 Jul 2026 14:09 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 14:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pembangunan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kecamatan Balongbendo menjadi aspirasi utama masyarakat dalam kegiatan reses K…

Adu Banteng Pengendara Motor dengan Motor di Blitar, Satu Tewas di TKP dan Dua Luka Berat

Adu Banteng Pengendara Motor dengan Motor di Blitar, Satu Tewas di TKP dan Dua Luka Berat

Kamis, 30 Jul 2026 14:07 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 14:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kejadian laka lantas Di Jln Umum Kec.Kanigoro Kabupaten Blitar terjadi pada Hari Kamis, 30 Juli 2026, Jam: 03.00 dini hari, antara…

Pekerja Bangunan Harian di Blitar Ditemukan Tewas Tersengat Aliran Listrik

Pekerja Bangunan Harian di Blitar Ditemukan Tewas Tersengat Aliran Listrik

Kamis, 30 Jul 2026 14:03 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 14:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -  Para pekerja bangunan di Jln Aryo Jeding Kec.Sukorejo Kota Blitar di kejutkan suara letupan kecil di lantai dua bangunan yang di …