Korsel Tutup Rumah Jagal Anjing Terbesar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Aparat Korea Selatan mulai membongkar rumah jagal anjing terbesar di negara itu. Kompleks Taepyeong-dong di Seongnam, sebuah kawasan di sebelah barat Ibu Kota Seoul, akan diratakan selama dua hari dan akan diubah menjadi taman umum. Daging anjing adalah makanan umum di Korea Selatan, dan sekitar satu juta anjing dikonsumsi di negara itu setiap tahun. Para aktivis berikhtiar untuk mengakhiri kebiasaan itu, sementara makin banyak warga Korea Selatan memilih memelihara anjing sebagai hewan peliharaan. "Ini adalah momen bersejarah," kata Korean Animal Rights Advocates (KARA) dalam sebuah pernyataan. "Ini akan membuka pintu untuk lebih banyak bagi penutupan rumah pemotongan anjing di seluruh negeri, sekaligus mempercepat penurunan industri daging anjing secara keseluruhan," tegas KARA. Kompleks Taepyeong-dong, pusat peredaran daging anjing untuk kebutuhan restoran di seluruh Korsel, menampung setidaknya enam rumah jagal, serta sekaligus tempat penampungan sekian ratus hewan berkaki empat itu. Aktivis dari Humane Society International (HSI), Nara Kim, menggambarkan kondisi di dalam kompleks itu "mengerikan". Mereka melaporkan melihat berbagai peralatan yang digunakan untuk membantai anjing, seperti pisau dan mesin penghilang rambut. Nara Kim berujar: "Keberadaan rumah jagal anjing ini menodai kota Seongnam dan kami sangat senang melihatnya ditutup." "Ini benar-benar momen penting dalam kematian industri daging anjing di Korea Selatan, dan mengirimkan pesan yang jelas bahwa industri daging anjing semakin tidak diinginkan di masyarakat Korea," tegasnya. Selama ini, setiap musim panas, tiga hari ditetapkan sebagai festival khusus di Korea Selatan, dan hidangan daging anjing disajikan dalam sup berbumbu. Saat ini di Korea Selatan tidak ada undang-undang tentang cara merawat atau memotong anjing. Para aktivis penyayang binatang dalam beberapa tahun terakhir mencoba menghalangi perdagangan daging anjing dengan melakukan berbagai upaya. Bagaimanapun, jumlah restoran daging anjing di Korea Selatan terus menurun. Ibu Kota Seoul dulu memiliki 1.500 restoran yang menyajikan hidangan daging anjing, tetapi telah turun menjadi sekitar 700 pada 2015 lalu.
Tag :

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…