Ini Lowongan Kerja yang Tersedia di Antartika

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Warga Australia Lisa Wilkinson tak pernah menduga akan bertemu calon suaminya ketika melamar pekerjaan sebagai tukang listrik di Antartika pada tahun 2005. Bekerja di sana telah mengubah hidupnya. Dia bahkan sudah tiga kali bolak-balik ke Antartika. "Mereka menyebutnya ada es dalam pembuluh darah kami," ujarnya. Lisa adalah salah satu dari sejumlah pekerja non-ilmiah yang bekerja di stasiun penelitian Australia. Rekrutmen untuk mengisi 160 posisi baru kini kembali terbuka. Mulai dari tukang listrik dan keterampilan lainnya yang diperlukan untuk beroperasinya empat stasiun penelitian Australia. Pengalaman yang didapatkan selama bekerja di sana begitu mengesankan. "Pengalaman ini tak akan kita dapatkan di tempat lain," ujar Lisa kepada ABC Australia. Dia bekerja sebagai tukang listrik yang bertanggung jawab menjaga pasokan listrik dari turbin angin di Stasiun Mawson. Lisa juga mendapat tugas-tugas lainnya selama di sana. Mulai dari tukang pos, pustakawan, penata rambut, hingga membantu di dapur. Bahkan mengurusi sampah. Dia bertemu suaminya Chris di sana dan sekarang mereka dikaruniai dua orang anak. "Kami kedatangan banyak tamu penghuni Antartika saat pernikahan kami," katanya. Dia menggambarkan kehidupannya di sana seperti berada dalam program TV terkenal Big Brother House. Mereka semua cepat menjadi akrab. Dia mendorong siapa saja orang untuk melamar pekerjaan yang akan mengubah hidup mereka. Manajer sumber daya manusia Divisi Antartika, Andrew Groom, menjelaskan orang tidak harus menjadi ilmuwan untuk bisa bekerja di Antartika. "Saya kira ada kesalahpahaman selama ini bahwa hanya para ilmuwan yang bekerja di sini," katanya. Dengan segala fasilitas dan infrastruktur yang ada, katanya, jelas diperlukan orang lain untuk mengoperasikannya. Bahkan, kata Groom, mekanik alat pendingin pun tetap dibutuhkan di Antartika. "Banyak sampel ilmiah dan bahan makanan harus disimpan pada suhu yang lebih tinggi dari suhu di luar," jelasnya. Dia menjelaskan bahwa untuk menghabiskan waktu hingga 15 bulan di salah satu stasiun penelitian di sana, ada begitu banyak hal bisa dilakukan. "Bagaimana lagi Anda bisa tinggal dan bekerja di Antartika?" katanya. Selain itu, mereka juga bisa menikmati pemandangan dengan penguin, anjing laut, dan gunung es. Namun Groom mengakui, bahwa tidak setiap akhir pekan orang bisa pulang ke kota asalnya, seperti pekerjaan lainnya. "Banyak hal yang bisa dilakukan di luar pekerjaan Anda di sini," katanya. "Komunitasnya sangat luar biasa dan saling mendukung selama mereka mereka berada di sana," katanya. Aurora Australis yang menerangi cakrawala Antartika. Pekerja lainnya bernama Amy Chetcuti bekerja di Stasiun Mawson sebagai montir. "Ini pertama kalinya saya ke sini. Semoga bisa berlanjut ke depannya," katanya. "Tim saya tiga orang, bertanggung jawab memelihara tanaman, melakukan penggalian, pengangkutan barang, kendaraan dan generator yang menyuplai stasiun," jelasnya. Chetcuti sebelumnya bekerja pertambangan di Pilbara, Australia Barat. Dia mengaku suka bertualang dan mencari tantangan baru. Dia mengatakan kunjungan ke kawasan tempat berkumpulnya penguin merupakan yang paling berkesan. "Kami melihat sekitar 10.000 pasangan penguin bersama anak-anaknya," ucapnya. "Rasanya seperti berada dalam dokumenter National Geographic," tambahnya. Chetcuti mengaku perasaan terisolasi tidaklah seburuk yang dia perkirakan. "Semua orang saling membantu di sini," katanya. Sesekali juga ada yang merayakan ulang tahun, dan mereka semua mengenakan pakaian yang lebih bagus daripada jaket tebal yang mereka kenakan saat bekerja. Saat ini, katanya, semua orang di sana sibuk mempersiapkan hadiah Natal buatan masing-masing untuk dihadiahkan kepada rekan-rekannya. (lis) Berikut daftar lengkap lowongan kerja di stasiun Australia di Antartika. v
Tag :

Berita Terbaru

Kejati Jatim Ungkap Skema Rangkap Jabatan Guru dan Pendamping Desa di Probolinggo

Kejati Jatim Ungkap Skema Rangkap Jabatan Guru dan Pendamping Desa di Probolinggo

Kamis, 26 Feb 2026 07:08 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 07:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — Penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait penerimaan gaji atau honor ganda akibat rangkap jabatan di Kabupaten P…

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…