Risma Bungkam, Hanya Menjawab Teknis Pemulihan Raya Gubeng

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pada Kamis (20/12) sekitar 15.17, Risma terlihat datang bersama Ery Cahyadi, Kepala Bappeko dan Muh Fikser, Kabag Humas Pemerintah Kota Surabaya dengan alat bantu kursi rodanya mengingat cederanya beberapa waktu lalu. Sejak turun dari mobilnya, Risma tidak ingin memberikan pernyataan apapun mengenai peristiwa yang merugikan berbagai pihak ini. Risma hanya fokus melakukan koordinasi dengan Erna Purnawati, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan untuk pengerjaan pemulihan Jalan Raya Gubeng. Beberapa kendaraan PMK telah singgah sejak awal terjadinya peristiwa lengsernya Jalan Raya Gubeng diberikan arahan oleh Risma agar menyingkir terlebih dahulu. “Semalam saya tidak tidur untuk melakukan koordinasi dan meskipun kaki masih terasa sakit, saya tetap harus datang kesini untuk mengoreksi. Ini saja PMK hanya menambah beban berliter liter kalau ga nyuruh pergi bahaya sekali. Kita harus menjaga beban di tempat ini.” Ujar Risma pada wartawan di hari Kamis (20/12). Risma hanya memberikan jawaban jawaban mengenai teknis perbaikan Jalan Raya Gubeng. Namun, tidak ingin memberikan pernyataan lainnya di luar hal tersebut. “Untuk selesainya paling lama satu minggu, kalau bisa lima hari. Ternyata setelah melihat keadaan membutuhkan 1800 truk material. Saya pikir cuma 600 truk yang bisa selesai lima hari. Ini diusahakan secepatnya satu hari bisa sanggup 200 truk. Selain itu, juga harus mempertimbangkan kapasitas agregatnya. Sebenarnya yang lama adalah pengurukannya sedangkan pengerjaan bisa satu malam saja” tambahnya. Walikota Surabaya itu berkali kali melakukan koordinasi dengan Erna Purnawati dan mempertanyakan kinerja lapangan yang dikatakan cukup lambat. “Ini harusnya bisa dari tiga arah yaitu melalui Jalan Bali, Gubeng Utara, dan Gubeng Selatan. Jangan semua kendaraan dibebankan di Jalan Raya Gubeng sisi utara. Secepatnya, pasang PJU dan lampu sorot karena harus bekerja 24 jam untuk menyelesaikan perbaikan ini.” Ujar Risma yang sedang melakukan koordinasi bersama berbagai pihak termasuk Erna Purnawati. **foto** Untuk melakukan monitor terhadap keadaan tanah yang tidak bisa dilakukan secara cepat maka Risma memutuskan memasang sondir bor di 11 titik. Selain itu, sondir bor juga diletakkan di berbagai rumah warga agar mereka merasa aman, tenteram, dan tidak takut akan kemungkinan bahaya. Namun, untuk hasil sondir bor di 11 titik baru keluar hasilnya esok hari pada Jumat (21/12). Tidak memberikan komentar sama sekali mengenai permasalahan penyebab jatuhnya Jalan Raya Gubeng. Meskipun para wartawan kerap berusaha untuk menanyakan mengenai komentarnya terhadap peristiwa ini. Risma lebih memilih untuk bungkam dan fokus terhadap pemulihan Jalan Raya Gubeng yang harus segera diselesaikan sebelum semakin parah akibat tergerus air hujan. Selain itu, ia juga menjawab bila diberikan pernyataan mengenai kesehatannya yang diketahui ternyata achillesnya robek.pr
Tag :

Berita Terbaru

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sengketa tanah di kawasan Lontar, Surabaya kembali menjadi perhatian nasional setelah dibawa ke forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) K…

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

‎SURABAYAPAGI, Kota Madiun – KPK menyita dua handphone dan dokumen SPPD saat menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mad…

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –Rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun ditolak warga. Pem…

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang keberangkatan ibadah haji 1447 H tahun 2026, ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan, dilaporkan belum…

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nandam 74 warga Desa Bendosari Kec.Sanankulon Kab.Blitar nekat seberangi Rel KA yang tak berpalang pintu, yang berujung tertemper…

PMI Kota Mojokerto Lampaui Target Kuartal I, Optimistis Capai 22 Ribu Kantong Darah di 2026

PMI Kota Mojokerto Lampaui Target Kuartal I, Optimistis Capai 22 Ribu Kantong Darah di 2026

Senin, 06 Apr 2026 15:39 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Kinerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto menunjukkan capaian positif di awal tahun 2026. Hingga kuartal pertama, PMI…