Kasus Pembacokan Anggota Ansor Mandek, Gus Afif Bantah Disogok

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kasus pembacokan Bahrawi (63) warga Dukuh Bulak Banteng, Sabtu (17/11/2018) lalu masih belum tuntas. Bahrawi yang diketahui anggota Ansor yang dibacok oleh seorang pelaku dengan lima orang temannya di dalam masjid itu sempat dibela oleh Ketua GP Ansor Surabaya, Muhammad Faridz Afif dengan lantang dihadapan media. Setelah dua bulan, terduga pelaku yang membacok Bahrawi masih bebas berkeliaran. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, saat dimintai konfirmasi belum menjelaskan secara pasti perkembangan kasus yang membuat Bahrawi menderita luka pada tangannya akibat sabetan samurai itu. Disinggung soal motif pembacokan lantaran pemasangan alat peraga kampanye (APK), Agus juga menampik. “Oh kasus itu, itu bukan karena APK ya, saya tidak tahu pastinya, coba saya tanya Kasat Reskrim dulu ya,” kata Agus. Tak lama, Agus juga menyampaikan jika persoalan itu sudah selesai secara kekeluargaan. “Kayaknya sih kekeluargaan, saya belum tahu pastinya, saya tanya Kasat ya,” lanjut Agus sambil belum memberi kepastian. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menilai itu tindakan kriminal murni dan para pelaku sudah diminta menyerahkan diri. “Kasus itu merupakan tindak kriminal murni, bukan pidana pemilu. Kami meminta para pelaku menyerahkan diri karena kami sudah mengantongi identitasnya,” kata Agus, dua hari saat kejadian pembacokan terjadi. Mandeknya penanganan kasus pembacokan Bahrawi setelah memasang alat peraga kampanye menimbulkan spekulasi. Muncul informasi yang sampai kepada Surabaya Pagi terkait adanya uang yang diberikan oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak kepada Gus Afif agar tidak berbicara lantang kepada publik. “Gus Afif diberi uang 15 juta, pertemuannya di kantor (Mapolres Perak). Padahal sebelumnya sempat ada pertemuan dengan para kyai dan sesepuh dan tidak ada titik temu atas kasus itu. Uang itu biar Gus Afif tidak bicara ke publik lewat media. Itu kan masih saudara dia (Gus Afif ),” kata sumber yang tak ingin disebut namanya. Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Gus Afif membantahnya. “Ah ngawur, tidak benar sama sekali. Saya diam karena saya biarkan saja pihak kepolisian mengatasinya. Saya gak mau perdalam masalah ini karena ini moment politik, dan bisa merugikan institusi Banser dan Ansor,” kata Gus Afif. Lebih lanjut, sejauh ini Gus Afif ingin polisi tetap menuntaskan pembacokan kepada anggotanya saat itu. Disinggung terkait upaya perdamaian, Gus Afif menyatakan jika menyerahkan semuanya ke kepolisian. “Saya pasrahkan ke polisi. Saya lebih fokus menjaga marwah Banser,” tandasnya. Kasus pembacokan, Bahrawi berawal saat ia memasang baliho APK berisi wajah Gus Afif di depan rumah milik Haji Lutfi tanpa seizin pemilik rumah. Tak lama, kerabat Haji Lutfi mendatangi Bahrawi dengan membawa Samurai. Bahrawi pun sempat meminta maaf dan menurunkan APK yang sudah dipasangnya. Namun, selang beberapa jam, kerabat Haji Lutfi mendatangi Bahrawi yang ada di dalam masjid dengan membawa lima orang temannya. Di dalam masjid itulah, aksi pembacokan terjadi. Korban yang berusaha membela diri, sempat memegang samurai yang disabetkan. Alhasil, tangan korban mengalami luka bacok, namun korban selamat setelah berusaha lari dan dirawat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Tag :

Berita Terbaru

Peringati Mayday, Bupati Lamongan Perkuat Komitmen Kesejahteraan Pekerja

Peringati Mayday, Bupati Lamongan Perkuat Komitmen Kesejahteraan Pekerja

Sabtu, 02 Mei 2026 09:56 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Selalu perkuat komitmen kesejahteraan bagi para pekerja, menjadi upaya skala prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan, dalam…

Dorong Tata Kelola Pengadaan yang Transparan dan Berintegritas, PLN UIT JBM Perkuat Kolaborasi Mitra Kerja

Dorong Tata Kelola Pengadaan yang Transparan dan Berintegritas, PLN UIT JBM Perkuat Kolaborasi Mitra Kerja

Jumat, 01 Mei 2026 20:40 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 20:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Dalam upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas tata kelola pengadaan, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali…

Khofifah Perkuat Komitmen di May Day 2026, Hadirkan Kebijakan Nyata untuk Kesejahteraan Buruh

Khofifah Perkuat Komitmen di May Day 2026, Hadirkan Kebijakan Nyata untuk Kesejahteraan Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 20:34 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 20:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dengan menggelar syukuran bersama ribuan pekerja d…

Diduga Terjatuh dari Balkon, Bocah 7 Tahun Tak Tertolong Meski Dirawat di ICU

Diduga Terjatuh dari Balkon, Bocah 7 Tahun Tak Tertolong Meski Dirawat di ICU

Jumat, 01 Mei 2026 19:46 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 19:46 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Peristiwa tragis terjadi di Rumah Sakit Hermina Madiun. Seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun meninggal dunia diduga setelah t…

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur, Ahmad Fauzi, menyampaikan sejumlah tuntutan buruh dalam peringatan Hari B…

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Insiden ambruknya plafon terjadi di Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun, Kamis (30/4/2026) sore, viral di media sosial. Dalam video y…