Analisis Dr. Suko Widodo, MSi, Pakar Komunikasi da

Medsos jadi Alat Propaganda Capres

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Kejadian propaganda di media sosial adalah akibat dari era Post-truth. Era di mana kuatnya opini pasca kebenaran. Dalam Kamus Oxford istilah post-truth untuk mendefinisikan situasi di mana keyakinan dan perasaan pribadi lebih berpengaruh dalam pembentukan opini publik dibandingkan fakta-fakta yang obyektif. Memang di salah satunya disuburkan oleh sarana dan kanal komunikasi publik sehingga setiap orang bisa mengungkapkan eksperesinya lewat media sosial. Sehingga era sekarang ini mencari kebenaran tidak mudah. Munculnya beberapa macam issue di medsos meski belum tentu kebenarannya, tapi sudah membuat opini luar biasa di masyarakat. Hal ini sebenarnya harus disikapi semua pihak. Tidak cuma oleh Polisi yang sekarang ini sangat aktif menangkal isu di medsos yang muncul jelang pemilu ini. Seharusnya hal ini disikapi agar tidak menjadi delegitimassi terhadap semua institusi, propaganda di medsos ini bisa menbuat lembaga ekonomi dan nilai-nilai sosial pun runtuh. Jika ditarik di tahun politik jelang pemilu 2019 , maka aturan hukum harus dijalankan sebaik-baiknya. Khususnya oleh penyelenggara Pemilu seperti KPU maupun Bawaslu. Yang berhak menilai ada delegitlasi pemilu adalah Bawaslu dan KPU. Polisi tidak punya kewenangan. Misalnya kalau ada kasus hoax, polisi bisa menindak kalau bawaslu melaporkan. Kejadian over load information atau revolution digital information ini harus diantisipasi serius oleh pemerintahan. Perlu ditingkatkan lagi budaya untuk literasi (membaca) tidak hanya di medsos. Karena Transformasi dari Informal ke digital harus disikapi dengan bijak oleh siapapun. Kita ini sedang tidak siap dalam digital culture. Kita sedang gagap budaya maya. Meski hukum sudah ada, tapi pengetahuan pengguna di negeri ini belum cukup. Maka, untuk mengantisipasi hal itu, agar medos tidak mudah dijadikan alat propaganda oleh kepentingan tertuntu, maka yang dibutuhkan bukan penindakan hukum tapi bimbingan kepada masyarakat. Karena Pemilu itu sebaiknya jangan dibikin tegang. Pemilu itu fun dan mengasyikkan. Karena ini adalah pesta rakyat. Bawaslu, KPU bahkan Polisi harus melakukan pendekatan budaya kepada pengguna medsos dan masyarakat. Karena demokrasi harus dilaksanakan bebas tanpa ancaman. Karena kalau dengan ancaman, itu justru akan mendelegitimasi keindahan demokrasi yang sebenarnya tujuannya untuk kebaikan masyarakat. Niatnya baik tapi caranya salah, maka tidak baik juga. Jadi harus sabar. Para aparatur dan lembaga berkaitan dengan pemilu harus sabar. Gagalnya atau adanya delegitimasi ini karena partai politik tidak mendampingi masyarakat dalam memahami demokrasi. Seharusnya peran Parpol harus hadir di tengah masyarakat. Karena tugas parpol itu membingimbing demokrasi karena sudah mendapat anggaran banpol. n rko
Tag :

Berita Terbaru

Jusuf Kalla, Bareskrimkan Grace, Ade dan Abu

Jusuf Kalla, Bareskrimkan Grace, Ade dan Abu

Rabu, 06 Mei 2026 05:50 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla , tak terima pemotongan ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) dilakukan…

Bupati Bersama Ayahnya Disidang Bareng Korupsi Rp 12,4 miliar

Bupati Bersama Ayahnya Disidang Bareng Korupsi Rp 12,4 miliar

Rabu, 06 Mei 2026 05:45 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Terdakwa bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang, bersama ayahnya, HM Kunang, resmi bergulir di meja hijau, kemarin.Pasangan bapak dan…

Sempat Jadi Perdebatan Hakim, Jaksa dan Advokat, Ternyata Nadiem Sakit Sangat Subyektif

Sempat Jadi Perdebatan Hakim, Jaksa dan Advokat, Ternyata Nadiem Sakit Sangat Subyektif

Rabu, 06 Mei 2026 05:43 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:43 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, Selasa (5/5) memancing perdebatan keluhan sakit, sehingga gak bisa hadiri sidang. Usut punya…

Ade Armando, Merasa Diserang

Ade Armando, Merasa Diserang

Rabu, 06 Mei 2026 05:41 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:41 WIB

SURABAYAPAGI : Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando mengundurkan diri dari PSI. Ade menyebut pengunduran dirinya demi kebaikan bersama."Melalui…

Profesor Unair Sedih, Kampus Kini Jadi "Pabrik" Tenaga Kerja

Profesor Unair Sedih, Kampus Kini Jadi "Pabrik" Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 05:40 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pakar Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Tuti Budirahayu Dra MSi, menilai orientasi yang hanya berfokus pada…

Dollar Selama 52 Minggu, Rentang Rp 16.079-17.404,-

Dollar Selama 52 Minggu, Rentang Rp 16.079-17.404,-

Rabu, 06 Mei 2026 05:35 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin G. Hutapea menyampaikan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap…