Pastikan Hewan Qurban Sehat, DPKH Mulai Sidak Penjualan Hewan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYA PAGI, Lamongan - Seperti pada tahun - tahun sebelumnya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Lamongan mulai melakukan sidak ke sejumlah penjual hewan qurban, untuk memastikan dan menjamin kelayakan hewan. Sidak penjualan hewan qurban ini seperti disampaikan oleh Sukriyah, Kepala Dinas Perternakan Dan Kesehatan Hewan (DPKH) Lamongan, Rabu (7/8/2019) dilakukan sebagai upaya untuk memberikan kepastian dan jaminan kepada masyarakat, agar pelaksanaan qurban tidak terjadi yang tidak diinginkan. “Pemeriksaan dan pemantauan kesehatan hewan ini dilakukan untuk menjamin kualitas hewan Qurban. Ini agar sesuai dengan syarat dan ketentuan syariat Islam, yakni sehat dan cukup umur,” terangnya. Disebutkan olehnya, sapi dan kerbau yang dianggap cukup umur untuk qurban yaitu berumur berumur kurang lebih 22 bulan, sedangkan kambing dan domba antara 12-18 bulan. "Usia hewan qurban ini bisa dilakukan dengan melihat catatan melahirkan ternak tersebut atau dengan melihat gigi ternak," ungkapnya. Jika gigi susu kata Sukriyah, tanggal 2 di depan, itu menandakan kambing tersebut telah berumur sekitar 12-18 bulan. Sementara untuk sapi, maka berumur kurang dari 22 bulan. Sedangkan ciri-ciri hewan qurban yang sehat, yakni dilihat dari fisiknya, pergerakannya yang aktif, bulu yang halus dan tidak rontok serta matanya bersinar dan jernih. Selain itu, bentuk tubuh standar, hidung terlihat basah bersih dan tidak mengeluarkan cairan, mulut dan gusi bersih tidak ngiler, celah kuku tak terluka, kulitnya lentur dan elastis. Dalam sidak tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Lamongan menerjunkan sebanyak 30 dokter hewan mandiri. Selain diturunkan langsung ke peternakan, dokter-doketer hewan itu juga diterjunkan ke rumah warga demi memastikan semua lokasi penjualan hewan untuk qurban aman. Dalam sidak ini ditemukan satu kambing sakit mata. Penyakit mata ditemukan di tempat pedagang hewan di Desa Tambakboyo, Kecamatan Tikung. Dalam sidak ini ia mengerahkan 30 dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan dan melakukan pemantauan di beberapa tempat pemotongan hewan. Hasilnya, hanya ada sebagian kecil hewan yang terkena penyakit, yaitu penyakit mata. "Tetapi kami sudah ambil langkah, kita isolasi, biar tidak menular ke hewan yang lain,” pungkasnya.jir
Tag :

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…