“Warga Telat Bayar Diputus, Kalau PDAM Salah Apa Sanksinya”

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Matinya aliran air bersih akibat pipa jebol terkena alat berat dalam pembangunan basement di Jalan Yos Sudarso, menambah catatan buruk pelayanan PDAM Surya Sembada. “Sudah kualitas buruk, pelayanan mampet tak jelas kapan akan mengalir. Kalau warga lupa bayar akan segera diputus. Kalau PDAM yang buat kesalahan apa sanksinya, ini tidak adil,” ungkap Direktur LSM LeSuRe Mufti Mubarok, kemarin. Menurut dia harusnya PDAM segera minta maaf dan menggratiskan biaya langganan. Minimal selama 1 bulan. “PDAM adalah BUMD milik Pemkot Surabaya. Yang didanai uang APBD dari jerih payak rakyat Surabaya. Wali Kota harus turun tangan,” pintanya. Mufti menyoroti Walikota yang cepat turun tangan soal bersih-bersih got atau jalanan banjir. Namun soal PDAM Walikota terkesan diam dan belum turun tangan. “Air menyangkut hajat hidup orang banyak. Banyak hal yang terkait dengan air termasuk rumah tangga. Hari ini kita tidak bisa mandi, BAB bahkan untuk kebutuhan cuci baju atau piring. Kerugian warga cukup besar. Sementara itu Dirut PDAM hanya retorika memberi jawaban yang tidak jelas,” ungkapnya. Sementara itu Sekkota Surabaya, Hendro Gunawan mengatakan saat ini PDAM tengah difokuskan untuk membantu suplai air. ’’Sudah kami komunikasikan kepada PDAM melalui tangki-tangki air,’’ katanya saat dikonfirmasi Selasa (10/9) kemarin. Menurut dia, hingga kini beberapa wilayah air masih belum mengalir, disebabkan pada perbaikan pipa. ’’Masih ada penggantian pipa untuk peningkatan layanan distribusi air,’’ terang alumni ITS Surabaya ini. Pemkot, lanjut Hendro, tetap melayani maksimal dalam suplai air di masa perbaikan. Sehingga masyarakat yang membutuhkan suplai air dapat tertangani dengan cepat. “Termasuk pelanggan yang terimbas untuk segera mendapat suplai air dari PDAM sesuai kebutuhan,’’ pungkasnya. n
Tag :

Berita Terbaru

KPK Periksa Pengembang hingga Kadis DPMPTSP, Sumarno: Tanya ke KPK!  ‎

KPK Periksa Pengembang hingga Kadis DPMPTSP, Sumarno: Tanya ke KPK! ‎

Selasa, 28 Apr 2026 07:36 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 07:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah pengembang dan pengurus STIKes dalam kasus dugaan pemerasan yang…

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

SurabayaPagi.com : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menerima penghargaan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 dengan Status …

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Awak pekan ini polisi menangkap tersangka inisial MH (29) berikut barang bukti 420 cartridge Etomidate.Ditrektur Reserse Narkoba Polda Riau…

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengatakan Kemendagri menurunkan tim Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk memantau aktivitas Gubernur Kaltim.…

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

SURABAYAPAGI : Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, menggunakan anggaran jumbo hingga berujung aksi demo mahasiswa pada 21 April lalu.Aksi 21 April Rakyat…

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Institusi Polri diguncang anggotanya lagi. Terbaru, mantan Kanit Narkoba Polresta Pulau Ambon berinisial IT ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba. Pelaku…