Benarkah Luhut Lebih Berbahaya dari Corona

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Analisis Politik Mutakhir Sampai awal April ini, Luhut Binsar Panjaitan, diisukan macam-macam. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, selain dituding “the real Presiden”, dia juga dianggap lebih bahaya dari Corona. Anggapan ini dilontarkan ekonom Faisal Basri. Tuding menuding semacam ini rasanya bukan sekedar dinamika sosial politik mutakhir, tapi bisa menjadi bola liar menggoyang Predisen Jokowi. Tudingan yang kurang enak didengar dialamatkan ke Luhut, karena pensiunan jenderal dianggap kurang sensitif terhadap nasib dan keselamatan rakyat kecil, yang kini dilanda Covid-19. Apalagi Luhut dikaitkan punya sikap ngotot pembangunan ibu kota baru harus tetap berjalan. Padahal negara dalam kondisi kalang kabut digoyang virus Corona (Covid-19) yang berdampak rapuhnya ekonomi Indonesia. Apalagi muncul isu Luhut telah membikin Menteri Keuangan Sri Mulyani pusing. Alasannya, anggaran pembangunan ibu kota baru tidak boleh dipotong hanya karena virus corona. Isu di Jakarta, ada tarik-menarik antara Sri Mulyani dan Luhut. Eksesnya, Jokowi selaku Presiden didorong untuk bikin Perppu yaitu mengubah ketentuan batas utang dalam APBN diatas 5 persen dari 3 persen. Perppu ini bisa menggiring Jokowi dicap melanggar Undang-Undang. Ancamamnya bisa padaimpeachment. Ada yang menduga, hal-hal seperti ini yang membuat Faisal Basri, menyebut Luhut, lebih berbahaya daripada Covid-19. Ditambah lagi ada tudingan dari mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu bahwa dikepala Luhut, lebih mementingkan uang, uang, dan uang daripada keselamatan rakyat yang kini menderita karena virus corona. Alhasil, publik membaca dari media bahwa Komandan pertama Detasemen Penanggulangan Teror (Gultor) 81 Kopassus ini akan mempolisikan Said Didu. Luhut yang pernah mengatakan sudah 12 tahun lebih kenal dengan Jokowi, bisa jadi kini menjadi sasaran tembak perubahan politik pasca virus corona. Bila Luhut, benar- benar akan melaporkan Said Didu dan Faisal Basri ke Kepolisian, jelas menimbulkan kontra produktif buat pemerintahan Presiden Jokowi. Maklum, kini ada indikasi, Luhut telah menjadi sasaran tembak para kritikus dan lawan politik. Laporan Luhut, bisa dijadikan alat oleh para pengkritik dan lawan politik Jokowi untuk menemukan kelemahan Jokowi. Situasi politik saat virus corona ini muncul prasangka kognitif, yang merujuk pada apa yang ditudingkan pengkritik Luhut itu dianggap benar. Dan bisa pula prasangka afektif bahwa dalam kritik terhadap Luhut urusan suka dan tidak disukai pada Luhut yang kini sudah dianggap seolah “the real presiden” dan bukan Jokowi. Bahkan bisa masuk pada prasangka konatif. Prasangka ini bisa merujuk bagaimana kecenderungan Luhut dalam bertindak, benar benar akan melaporkan ke Polri, Said Didi dan Faisal Basri. Bagi publik, apa yang terjadi pada diri Luhut, bisa mencerminkan wajah Indonesia yang tetap politik, meski Pilpres telah berlalu. Persoalan Luhut vs Said dan Faisal ada pelajaran orang berkilah, bersilat lidah, dan penuh kepura-puraan.n
Tag :

Berita Terbaru

Dikeluhkan Warga, Azhar Kahfi Akan Perjuangkan Anggaran PTM

Dikeluhkan Warga, Azhar Kahfi Akan Perjuangkan Anggaran PTM

Rabu, 14 Okt 2026 17:29 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita di Posyandu menjadi perhatian DPRD Kota Surabaya. Anggaran sekitar Rp5.000 per porsi d…

Sapa Bansos Jatim Hadir di Slopeng, Khofifah dan Wabup Sumenep Pastikan Layanan Menyentuh Warga

Sapa Bansos Jatim Hadir di Slopeng, Khofifah dan Wabup Sumenep Pastikan Layanan Menyentuh Warga

Rabu, 14 Okt 2026 15:59 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep dan TNI Angkatan Laut menghadirkan beragam pelayanan publik dan…

Angkat Potensi Sejarah dan Ekonomi Lokal, Pemkab Situbondo Inisiasi Anyer–Panarukan 3R

Angkat Potensi Sejarah dan Ekonomi Lokal, Pemkab Situbondo Inisiasi Anyer–Panarukan 3R

Rabu, 14 Okt 2026 15:48 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai langkah strategis dalam mengembangkan warisan sejarah Jalan Raya Pos menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat, Pemerintah…

Dorong Hidup Sehat dan Mandiri, Pemkab Jombang Perkuat Layanan Kesehatan Lansia

Dorong Hidup Sehat dan Mandiri, Pemkab Jombang Perkuat Layanan Kesehatan Lansia

Rabu, 14 Okt 2026 15:35 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 15:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Guna memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang memperkuat komitmen pelayanan…

Diduga Akibat Pembakaran Sampah, Belasan Kambing di Jember Terpanggang

Diduga Akibat Pembakaran Sampah, Belasan Kambing di Jember Terpanggang

Rabu, 14 Okt 2026 15:31 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebuah kandang kambing di wilayah Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember baru saja terbakar, yang diduga akibat adanya…

Lewat Ngalam Seger dan Rijik, Pemkot Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon

Lewat Ngalam Seger dan Rijik, Pemkot Malang Dukung Pengembangan Ekonomi Karbon

Rabu, 14 Okt 2026 15:27 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai upaya dalam bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, termasuk melalui upaya pengurangan…