Lockdown Dilonggarkan, Kasus Positif Corona di Jerman Naik Lagi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga Berlin menikmati akhir pekan dengan berperahu dan berjemur di salah satu bantaran sungai setelah pemerintah Jerman memberlakukan pelonggaran karantina wilayah. SP. Reuters
Warga Berlin menikmati akhir pekan dengan berperahu dan berjemur di salah satu bantaran sungai setelah pemerintah Jerman memberlakukan pelonggaran karantina wilayah. SP. Reuters

i

SURABAYAPAGI.COM, Berlin - Tingkat penyebaran virus corona di Jerman meningkat beberapa hari setelah negara itu melonggarkan aturan karantina wilayah atau lockdown.

Berdasarkan pemantauan Robert Koch Institute (RKI), tingkat reproduksi (perkiraan jumlah orang yang tertular pasien positif corona) melampaui 1.

Laporan ini mengemuka setelah Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengumumkan pelonggaran pembatasan nasional secara menyeluruh seusai bertemu dengan para pemimpin 16 negara bagian di Jerman, pada Rabu (06/05).

Melalui pelonggaran itu, semua toko diizinkan kembali buka, murid-murid kembali ke sekolah secara bertahap dan Bundesligaliga sepakbola utama Jermandimulai lagi pekan depan.

Namun, pada Sabtu (09/05), ribuan warga Jerman berkumpul menyerukan diakhirinya karantina wilayah.

Jerman adalah negara ketujuh dalam daftar kasus positif virus corona terbanyak di dunia. Menurut data RKI pada Minggu (10/05), jumlah kasus positif di Jerman mencapai 169.218 dan kematian sebanyak 7.395 orang.

 

Apa yang disebutkan dalam laporan RKI?

 

Angka reproduksi adalah cara menghitung penyebaran Covid-19. Angka ini bisa berubah, tergantung dari perubahan perilaku atau perkembangan kekebalan tubuh pada masyarakat.

Angka tersebut adalah satu dari tiga alat ukur pemantauan wabah. Dua lainnya adalah keparahan gejala-gejala dan jumlah kasus.

Laporan dari badan kesehatan masyarakat Jerman yang dirilis pada Sabtu (09/05) menyebut estimasi angka reproduksi mencapai 1,1. Kemudian, pada Minggu (10/05) angka bertambah menjadi 1,13. Padahal, selama tiga pekan terakhir angka reproduksi di Jerman selalu berada di bawah 1.

Robert Koch Institute menyatakan estimasi ini melibatkan "tingkat ketidakpastian" dan hal ini akan dipantau lebih dekat dalam beberapa hari mendatang.

Lembaga itu menambahkan, sampai saat ini belum mungkin untuk meneliti "apakah tren penurunan jumlah kasus insiden yang dipantau selama beberapa pekan terakhir akan berlanjut atau apakah jumlah kasus akan meningkat lagi".

Jerman mendapat apresiasi atas responsnya dalam menghadapi wabah Covid-19. Uji massal dan kebijakan lockdown membuat jumlah kematian akibat virus corona di Jerman lebih rendah dari negara-negara lain di Eropa.

Namun, kebijakan Merkel untuk melonggarkan karantina wilayah dikritik sejumlah kalangan.

Merkel juga menerapkan "rem darurat", yaitu menyerahkan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk kembali mengetatkan aturan jika kasus positif naik di atas 50 per 100.000 jiwa.

Wabah di pabrik pengolahan daging di Negara Bagian North Rhine-Westphalia dan Schleswig-Holstein dilaporkan sudah menembus batas dan memaksa pejabat daerah bertindak.

Kemudian sebuah di distrik di Negara Bagian Thuringia dilaporkan mencatat lebih dari 80 kasus per 100.000 jiwa.

 

Bagaimana warga Jerman menanggapi kebijakan terkini?

 

Walau ada yang khawatir bahwa pelonggaran ditetapkan terlalu dini, lainnya menuntut agar lockdown segera diakhiri.

Segelintir orang menggelar demonstrasi selama beberapa pekan terakhir, namun jumlahnya membesar hingga mencapai ribuan orang di beberapa kota pada Sabtu (09/05), termasuk di Berlin, Frankfurt, Munich, dan Stuttgart.

Aparat di Berlin menahan sekitar 30 orang di luar gedung parlemen atau Reichstag pada Sabtu (09/05) atas tuduhan tidak mematuhi aturan menjaga jarak. Pihak berwenang mengatakan sejumlah demonstran melempar botol ke arah petugas.

Sejumlah kelompok sayap kanan dan pendukung teori konspirasi juga ikut ambil bagian dalam rangkaian demonstrasi ini. (dc/cr-01/dsy)

Berita Terbaru

Bulutangkis Sumbang Enam Medali, 2 Emas

Bulutangkis Sumbang Enam Medali, 2 Emas

Rabu, 30 Sep 2026 08:03 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 08:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Bulutangkis Indonesia sumbang enam medali di Asian Games 2026. Itu termasuk dua emas, terbaru dari Leo/Daniel! Tuntas sudah…

Ledakan Pabrik Blesscon Tewaskan 5 Pekerja, Santunan Cair tetapi Belum Ada Tersangka

Ledakan Pabrik Blesscon Tewaskan 5 Pekerja, Santunan Cair tetapi Belum Ada Tersangka

Rabu, 30 Sep 2026 08:00 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 08:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – PT Superior Prima Sukses Tbk (SPS) atau Blesscon memastikan seluruh keluarga pekerja yang meninggal dunia maupun korban luka a…

Pemkot Siapkan Perwali Lindungi Hak Pekerja Rumah Tangga dan P3RTT

Pemkot Siapkan Perwali Lindungi Hak Pekerja Rumah Tangga dan P3RTT

Rabu, 30 Sep 2026 07:59 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 07:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kepastian hukum sekaligus memastikan hak dan perlindungan PRT selama proses penempatan kerja, Pemerintah Kota…

Yamaha Motor Bebek akan Diluncurkan di Thailand

Yamaha Motor Bebek akan Diluncurkan di Thailand

Rabu, 30 Sep 2026 07:56 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 07:56 WIB

SURABAYAPAGI.com - Yamaha meluncurkan motor bebek bergaya crossover PG-1 Special Edition 2026 di Thailand dengan tampilan lebih maskulin dan serangkaian…

Toyota Innova Zenix Versi Etanol, Oktober Diluncurkan di India

Toyota Innova Zenix Versi Etanol, Oktober Diluncurkan di India

Rabu, 30 Sep 2026 07:54 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 07:54 WIB

SURABAYAPAGI.com - Toyota dikabarkan bakal meluncurkan Innova Zenix versi etanol 100 persen pada Oktober. Peluncuran itu bakal dilakukan di India. Menteri…

Pemerintah Janji Hormati Seluruh Hak WP yang Ajukan Restitusi

Pemerintah Janji Hormati Seluruh Hak WP yang Ajukan Restitusi

Rabu, 30 Sep 2026 07:52 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 07:52 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara buka suara soal adanya wewenang pemeriksaan dan audit khusus terhadap proses pengembalian kelebihan…