Tukang Cukur Ala Tim Medis Corona

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tukang cukur Suyadi Kholik saat melayani cukur rambut keliling . SP/Patrick
Tukang cukur Suyadi Kholik saat melayani cukur rambut keliling . SP/Patrick

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Tukang Cukur Keliling menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap seperti baju Hazmat, masker dan sarung tangan saat melayani para pelanggan. Jasa potong rambut ini berada di pinggir jalan di Kawasan Kertomenanggal, Surabaya, Kamis (14/5). APD yang digunakan tukang cukur tersebut di desain ala Tim Medis Corona untuk daya tarik pelanggan.

Tukang Cukur Keliling yang akrab dipanggil Suyadi Kholik (49), sebelum melayani cukur rambut keliling, ia mempunyai tempat pangkas rambut. Semenjak meluasnya virus Covid - 19, para pelanggannya menurun sehingga memaksa dirinya ikut melakukan lockdown selama dua minggu.

Hal tersebut ia lakukan lantaran takut melihat berita di televisi, tentang kasus positif yang mengincar usia di atas 40 tahun. Selama dua minggu, ia kebingungan lantaran tidak mendapat pemasukan. Banyaknya pengeluaran dan masih membiayai 2 anaknya, serta masih membayar kontrakan.

"Dari masalah yang timbul, saya mulai berfikir agar mendapatkan rejeki. Mulai tercetus ide dengan melihat di televisi ada tim medis corona memakai APD dari situ terinspirasi “ ungkapnya kepada Tim Surabaya Pagi.

Ditengah pandemi ini tak menyurutkan semangatnya dalam mencari rejeki, saat keliling ke kampung banyak warga yang bilang 'Potong ala corona, potong ala corona'. "Sekali masuk kampung dilihatin dikira Tim Medis baru saya bilang potong rambut, potong rambut. Tarif potong rambut tarifnya 10 ribu, saya melayani pria – wanita.

Ditengah pandemi yang semakin meluas ini, tak menyurutkan semangatnya dalam mencari rejeki. "Saat berkeliling kampung banyak warga yang menyerukan 'Potong ala corona, potong ala corona' sekali masuk kampung dilihatin dikira Tim Medis baru saya ya bilang potong rambut, potong rambut “ ungkap Kholik.

Tarif potong rambut dari jasa yang diberikan Kholik tersebut ialah 10 ribu dan sanggup melayani untuk pria dan wanita. Adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada gelombang pertama ia juga masih berkeliling dari kampung ke kampung.

"Ada juga warga yang mengatakan Pak - pak mau makan aja susah apalagi potong rambut. Dalam hati  saya kan juga mencari nafkah dengan keliling, dari situ saya tidak menarik tarif, lalu membuat tulisan PSBB di Perpanjang Bayar Seikhlasnya” terangnya.

Semenjak masuk PSBB ke dua Kholik  tidak memasang tarif potong, sebabnya disetiap kampung banyak diportal ditutup untuk mencegah penyebaran Virus Covid-19.

Baim salah satu pelanggan yang baru saja menggunakan jasa Kholik mengaku bila ia juga kebingungan untuk memotong rambutnya sejak diberlakukannya PSBB.“Adanya PSBB Pada tutup semua tempat potong rambut akhirnya pas lewat sini sekaligus potong daripada cari tempat potong enggak ada” pungkasnya. Patrik

 

Berita Terbaru

Modus Baru, 7 kg Sabu Dikubur

Modus Baru, 7 kg Sabu Dikubur

Rabu, 29 Jul 2026 00:19 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 00:19 WIB

SURABAYAPAGI.com - Dalam pengungkapan kasus Narkoba, polisi menangkap tiga tersangka dengan barang bukti 7 kilogram sabu. Direktur Reserse Narkoba Polda Riau…

Chat WA Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Diajukan ke Sidang Praperadilan

Chat WA Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Diajukan ke Sidang Praperadilan

Rabu, 29 Jul 2026 00:16 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 00:16 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan telah mengantongi sejumlah alat bukti dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi…

Tim 9 Kejagung Baru Periksa Satu dari 4 Saksi Penyidik Polri

Tim 9 Kejagung Baru Periksa Satu dari 4 Saksi Penyidik Polri

Rabu, 29 Jul 2026 00:13 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 00:13 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna melalui keterangannya menjelaskan Selasa (28/7) tim Sembilan Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan…

Pejabat Bea Cukai Golongan III D, Terima Gratifikasi Rp 7,6 Miliar

Pejabat Bea Cukai Golongan III D, Terima Gratifikasi Rp 7,6 Miliar

Rabu, 29 Jul 2026 00:10 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 00:10 WIB

SURABAYAPAGI.com - Budiman Bayu Prasojo (BBP), selaku Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC Bea Cukai, didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 7,6 miliar. Jaksa…

Kematian Kepala Rumah Tangga Mantan Jampidsus Masih Misterius

Kematian Kepala Rumah Tangga Mantan Jampidsus Masih Misterius

Rabu, 29 Jul 2026 00:08 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 00:08 WIB

SURABAYAPAGI.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan hingga Selasa (28/7) masih menyelidiki…

Satgas Anti-Premanisme & Mafia Tanah Surabaya, Gerak

Satgas Anti-Premanisme & Mafia Tanah Surabaya, Gerak

Rabu, 29 Jul 2026 00:05 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 00:05 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kasus pendudukan paksa sebuah rumah toko (ruko) di Surabaya menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial. VIRAL di media sosial…