Serunya! Kebun Sayur Surabaya Jadi Ruang Belajar Hidroponik di Tengah Kota Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kebun Sayur Surabaya berhasil menumbuhkan sayur mayur dari pipa putih berisi aliran air dan larutan nutrisi pada kebun seluas 700 meter persegi. SP/ SBY
Kebun Sayur Surabaya berhasil menumbuhkan sayur mayur dari pipa putih berisi aliran air dan larutan nutrisi pada kebun seluas 700 meter persegi. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di tengah hiruk pikuk Kota Surabaya, ternyata masih bisa memanfaatkan ruang seadanya untuk belajar dan budidaya hidroponik. Salah satunya, bisa ditemui di dalam perumahan. Mehdy Riza, pendiri Kebun Sayur Surabaya berhasil menumbuhkan sayur mayur dari pipa putih berisi aliran air dan larutan nutrisi pada kebun seluas 700 meter persegi.

Kebun hidroponik itu kini juga menjelma jadi ruang belajar, tempat eksperimen, sekaligus etalase urban farming di tengah kota. Dari anak TK, mahasiswa, pensiunan, sampai dinas pertanian dari luar daerah datang silih berganti untuk melihat langsung bagaimana sayur bisa tumbuh tanpa tanah.

Awal mula kebun ini lahir pada 2014, berangkat dari kebutuhan yang sangat sederhana. Mehdy bercerita, saat itu pamannya memiliki kafe dan butuh bahan baku salad yang tak mudah ditemukan di pasar Surabaya. Pasalnya, melihat peluang tersebut, sayuran segar berkualitas untuk kebutuhan kafe dan restoran ternyata belum banyak tersedia di Surabaya. Di sisi lain, bertani di kota bukan perkara mudah. Lahan terbatas, tanah mahal, dan kualitasnya belum tentu mendukung. Hidroponik lah yang kemudian ia pilih sebagai jalan keluar.

"Menu salad itu menarik, tapi kan nggak hanya selada keriting (bahannya), kan macam-macam. Nah itu nggak ada di pasar. Sayur di pasar juga kan layu-layu karena perjalanan jauh dan macet. Berarti kan ini harus nanam di kota nih," ujar Mehdy, Selasa (05/05/2026).

Tantangan pun datang bertubi-tubi. Bukan hanya soal budidaya, tapi juga soal mengenalkan hidroponik ke pasar yang benar-benar baru. Mehdy mengaku tak punya latar belakang pertanian. Pria lulusan prodi Manajemen ini hanya berbekal Standar Operasional Prosedur (SOP) dasar dari tempat belajar. Sementara saat kebun dibuka untuk umum, pertanyaan pengunjung justru datang dari hal-hal paling teknis yang belum semuanya bisa dijawab.

Karena itulah, sejak awal Kebun Sayur Surabaya dibuka untuk umum tujuannya bukan semata berjualan, melainkan juga untuk edukasi. Tak hanya konsumen, dinas pertanian dari berbagai daerah juga pernah datang belajar. Mulai dari Bandung, Bali, hingga Kalimantan. Sehingga, pihaknya menegaskan jika bertani bahkan bisa dilakukan tengah padatnya kota. Sayur tetap bisa tumbuh segar asal ada kemauan untuk merawatnya. sb-05/dsy

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo - Yayasan Perguruan Al-Islam (YAPALIS) Krian kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) King Cobra Season 3 t…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…