Calon di Sidoarjo Mengerucut jadi 3 Nama

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kandidat calon bupati
Kandidat calon bupati

i

 SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Tokoh-tokoh dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendominasi Pilkada di Gresik dan Sidoarjo. Nama-nama mereka makin kuat di benak warga dengan makin dekatnya event Pilkada 9 Desember mendatang. Siapa saja mereka? Berikut ini peta kekuatan politik di Pilkada Sidoarjo dan Gresik;

 Rencana tampilnya dua tokoh PKB untuk merebut kursi Bupati Gresik pada ajang pilkada 9 Desember mendatang benar-benar telah memanaskan suhu politik Kota Santri. Baik kubu Mohammad Qosim maupun Fandi Akhmad Yani meski secara resmi belum mengantongi rekomendasi dari partai politik pengusung, namun keduanya sudah saling klaim mendapat dukungan secara luas dari elemen-elemen maayarakat, khususnya kalangan Nahdliyin.

Secara organisatoris, Qosim yang kini Wabup Gresik dua periode, lebih diuntungkan karena dia saat ini memegang kendali sebagai ketua DPC PKB, partai pemenang pileg dengan memiliki 13 kursi di parlemen

Dengan kata lain, PKB menjadi satu-satunya parpol yang bisa mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi dengan parpol lain. Dari sisi ini, maka Qosim bisa dengan mudah untuk mendapat restu dari Cak Imin, ketua umum DPP PKB.

Apalagi  Qosim memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas sangat tinggi bila dibandingkan dengan kandidat cabup lainnya.

Kepopuleran Qosim di mata masyarakat Gresik memang tidak diragukan. Selama 10 tahun mendampingi Bupati Sambari, dia tidak hanya dikenal sebagai seorang pejabat tapi juga sebagai penceramah agama yang handal dan mumpuni.

Tapi ketenaran Qosim yang menurut hasil survei seakan tak tertandingi, kini mulai tersaingi oleh anak muda yang baru saja muncul di percaturan politik Gresik.

Anak muda itu siapa? Dia adalah Fandi Akhmad Yani. Dalam usia yang masih sangat muda, dia sudah memegang jabatan begitu penting dan prestise. Yakni, sebagai ketua DPRD Gresik periode 2019-2024.

Popularitas Gus Yani, begitu nama karibnya, mulai muncul ketika dia mencalonkan diri sebagai wakil rakyat pada pileg tahun lalu. Dia berangkat dari PKB yang diketuai Qosim. Hasilnya, dia menjadi caleg peraih suara terbanyak, bahkan di dapilnya, PKB hampir menyapu bersih kursi yang tersedia.

Berangkat dari itu, Gus Yani didaulat partainya untuk menduduki jatah kursi ketua DPRD Gresik. Posisi yang banyak diminati para politisi senior setelah terpilih menjadi anggota dewan.

Selain modal jabatan yang begitu prestise, Gus Yani juga memiliki sokongan moril dari mertuanya. Dia adalah anak menantu dari kiai terkemuka NU, KH Ali Masyhoeri, Tulangan, Sidoarjo.

Tak hanya itu, para kiai terpandang di Gresik juga sudah berada di barisan pendukung utama Gus Yani untuk maju running pilkada 9 Desembet mendatang.

Nama-nama kiai besar seperti KH Masbuhin Faqih dan KH Robbach Ma'sum akan menjadi magnet peraup suara bagi Gus Yani. Massa NU tentu akan terpecah dengan hadirnya dua kekuatan besar ini.

 

Ada 3 Nama di Sidoarjo

Sementara di Sidoarjo, PKB  terus mengerucutkan kandidat calon bupati. Ada tiga  nama berasal dari kader internal partai berlambang sembilan bintang ini dan kader NU.

Tiga nama tersebut adalah Ahmad Amir Aslichin (Mas Iin), Nur Ahmad Syaifuddin (Cak Nur) keduanya adalah kader PKB, dan Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) yang merupakan kader NU. Mereka sudah memasang baliho yang disebar merata di seluruh pelosok Sidoarjo.

Dari sisi latar belakang, ketiga nama tersebut cukup memiliki pengaruh kuat.

Mas Iin misalnya, merupakan Anggota DPRD Jatim dari dapil Jatim 2 (Sidoarjo) juga putra mantan Bupati Sidoarjo, Saiful Illah.

Kemudian Cak Nur merupakan Plt Bupati Sidoarjo saat ini sekaligus menjabat Wakil Ketua DPC PKB Sidoarjo dan Wabup Sidoarjo.

Sedangkan Gus Muhdlor adalah figur muda yang telah menjadi Direktur Pendidikan Yayasan Bumi Sholawat Progresif Sidoarjo, Sekretaris GP Ansor Sidoarjo, sekaligus putra tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU), KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali).

Dengan berbagai latarbelakang tersebut, PKB cukup optimistis ketiga tokoh ini memiliki kapabilitas sehingga pertimbangan lain yang menjadi patokan PKB memberikan dukungan adalah potensi keterpilihan.

"Pertimbangannya ada pada survei. Baik dari sisi elektabilitas (keterpilihan) maupun popularitas (keterkenalan). Itu yang saat ini sedang digodok," kata seorang kader senior PKB Sidoarjo.

"Mana yang surveinya menunjukkan tren peningkatan, kemudian tertinggi, sudah pasti direkomendasi," katanya.

Pertimbangan lain, PKB akan mendengar masukan dari pihak di luar partai, di antaranya para kiai di NU, termasuk dengan mempertimbangkan partai lain yang ingin bergabung membangun koalisi dengan pihaknya.

Peta koalisi juga akan menentukan kombinasi pasangan. "Kami cukup terbuka dengan kemungkinan mengawinkan sesama kader, PKB-PKB. Namun, apabila ada koalisi, kami juga bisa dengan kombinasi PKB-koalisi," katanya.

Pada dasarnya, pihaknya tetap menargetkan dapat mengawinkan sesama kader.

Apalagi, dengan bekal 16 kursi DPRD Sidoarjo, PKB bisa mengusung calonnya tanpa koalisi. Kalau PKB-PKB, kader juga akan lebih total dalam pemenangan.

Pertimbangan lain, dengan kombinasi sesama kader, juga akan mempermudah pembagian peran.

Ketiga kader tersebut akan terlibat dalam pembangunan daerah dan PKB sekaligus.

Jadi dari tiga nama ini nantinya akan berbagi peran. Apabila yang dua menjadi pasangan Bupati dan Wakil Bupati, maka satu lainnya akan ditugasi menjadi Ketua DPC PKB Sidoarjo. Sehingga, semua tetap memiliki peranan penting di Sidoarjo. Sg/did

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…