Dr. Joni: Target Presiden Sulit Dipenuhi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi.
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengakui terget yang diberikan presiden di Jatim sulit dipenuhi lantaran penularan Covid-19 di Jatim masih terus meningkat.

“Presiden pernah berkunjung ke Jatim. Memberikan arahan, kita diminta dalam dua minggu bisa mengendalikan penambahan kasus. Tapi rasanya ini masih terus naik kasusnya," kata Joni, dalam sebuah webinar, Selasa (7/7).

Joni menambahkan, kondisi di Jatim masih belum membaik melihat penambahan kasus covid-19 yang tetap tinggi setiap harinya. Belakangan ini, rata-rata tambahan kasus mencapai 300-400 kasus.

Berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Jatim, setelah kunjungan Presiden Jokowi pada 25 Juni, kasus positif corona Jatim pada 26 Juni bertambah 363 kasus menjadi total 10.886 kasus. Kemudian pada 27 Juni bertambah 299 kasus menjadi total 11.170 kasus.

Pada 28 Juni mengalami pertambahan sebanyak 241 kasus menjadi 11.482 kasus. Tanggal 29 Juni bertambah 240 kasus menjadi 11.795 kasus, dan hari berikutnya 30 Juni pertambahan meningkat 389 kasus jadi total 12.118 kasus.

Selanjutnya, pada 4 Juli bertambah 441 kasus menjadi total 13.447. Pada 5 Juli mengalami pertambahan 419 kasus menjadi total 13.997 kasus dan 6 Juli bertambah lagi 270 kasus menjadi total 14.298 kasus.

"Data-data menunjukkan di Jatim itu memang angkanya lebih tinggi dari nasional. Kita lihat attack rate-nya lebih tinggi," ungkapnya.

 

Kesembuhan naik

Dalam data yang ditunjukkan Joni, attack rate di Jatim saat ini tercatat mencapai 28,6 per 100 ribu penduduk, sedangkan nasional mencapai 23,2 per 100 penduduk.

Meski demikian, kata Joni, kesembuhan di Jatim juga makin naik, hal itu membuat tingkat recovery rate di Jatim meningkat. Namun seiring itu, angka kematian juga terus bertambah.

Menurut catatannya, perbaikan rasio kesembuhan di Jatim dari 32,56 persen pada 25 Juni lalu, kini meningkat menjadi 36,31 persen. Sedangkan angka kematian dari 7,6 persen meningkat jadi 7,7 persen.

"Tapi angka kesembuhannya naik juga walau kematiannya juga naik. Tapi recovery ratenya naik lebih banyak meski masih di bawah nasional," kata Joni.

Lebih lanjut, Joni mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus corona di Jatim, terjadi di wilayah Surabaya Raya. Yakni Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Sidoarjo.

 Dari total keseluruhan kasus di Jatim, 82,1 persen di antaranya terjadi di Surabaya Raya. Tak hanya itu, attack rate di Surabaya Raya sendiri saat ini tercatat mencapai 119,8 per 100 ribu penduduk.

"Kalau kita lihat lebih detail sebetulnya masalahnya ada di Surabaya Raya. 82,1 persen dari seluruh masalah di Jatim ada di Surabaya Raya," katanya.

Di Surabaya, Joni mencatat masih ada peningkatan kasus. Kendati demikian Surabaya juga mengalami pertambahan angka kesembuhan yang signifikan.

Ia mencatat, dalam dua pekan angka kesembuhan di Kota Pahlawan naik dari 34,1 persen menjadi 45,6 persen. Namun hal itu juga diikuti dengan naiknya tingkat kematian dari 7,61 menjadi 7,87 persen.

"Kesembuhannya cukup tinggi bahkan dari hari ke hari cukup naik, tapi diiringi case-nya juga naik. Kematiannya juga naik. Tapi naiknya lebih tinggi kesembuhannya," sebutnya.

Sedangkan kondisi sebaliknya terjadi di Sidoarjo. Di kabupaten ini angka kasus terus meningkat namun di saat yang sama angka kesembuhan justru menurun. Di Sidoarjo, tingkat kesembuhan turun dari 15,89 jadi 13,95 persen. Sementara tingkat kematian juga turun dari 8,1 menjadi 6,31 persen.

"Sidoarjo perlu mendapat perhatian yang lebih karena kesembuhannya cenderung menurun. Cuma 13,59 persen. Kematiannya juga turun tapi penurunan case recovery ratenya lebih besar," ujarnya.

Kondisi paling parah, kata Joni, terjadi di Kabupaten Gresik. Tingkat kesembuhan di Gresik menurun signifikan dari 13,7 menjadi 10,95 persen. Ditambah lagi, tingkat kematian Gresik adalah yang tertinggi dibanding Surabaya dan Sidoarjo yaitu 10,25 persen.

"Gresik harus betul-betul dapat perhatian. Case recovery ratenya cenderung turun. Kematiannya juga turun tapi tidak signifikan. Ini sesuatu yang menjadi permasalahan," katanya.

Banyaknya pabrik dan komunitas masyarakat membuat kasus Covid-19 di Gresik terus bertambah. Selain itu di kabupaten tersebut juga hanya ada satu rumah sakit rujukan yaitu RSUD Ibnu Sina, sehingga penanganan pasien belum bisa optimal.

"Kini tengah dikembangkan RS Ibnu Sina. Nanti juga RS Petro dan RS Semen mungkin bisa membantu jadi rujukan. Dari 3 daerah ini fokusnya di Gresik untuk dibenahi sisi pelayanannya," kata Joni.adt

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…