Nambah 10 Kasus Dalam 2 Hari, Total Positif di Kota Mojokerto Jadi 99 Orang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Peta persebaran Covid-19 Kota Mojokerto per 7 juli 2020. SP/ Pusat Informasi Covid-19 Kota Mojokerto
Peta persebaran Covid-19 Kota Mojokerto per 7 juli 2020. SP/ Pusat Informasi Covid-19 Kota Mojokerto

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Selama 2 hari ini penyebaran virus Corona di Kota Mojokerto kian melonjak, per 7 Juli 2020 tercatat ada 99 Pasien positif covid-19 atau bertambah 10 orang, dua diantaranya adalah dokter dan petugas non medis di fasilitas kesehatan.

Dengan adanya dokter dan petugas non medis yang terpapar Corona. Pemkot Mojokerto terpaksa menutup Puskesmas Wates, Kecamatan Magersari dan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Lingkungan Bancang.

Sedangkan ketujuh pasien lainnya, berasal dari empat kelurahan di Kota Mojokerto. Yakni dari Kelurahan Gunung Gedangan (pasien 91, pasien 94, pasien 95), Kelurahan Kedundung (pasien 92, pasien 93), Kelurahan Mentikan (pasien 90) dan Kelurahan Surodinawan (pasien 96). Tujuh pasien tersebut, berjenis kelamin perempuan empat orang dan tiga orang laki-laki.

“Pasien terkonfirmasi positif itu, sebelumnya menyandang status sebagai ODR dan OTG. Untuk ODR, ada tiga pasien. Yakni pasien 91, pasien 94,  pasien 95. Sedangkan pasien dengan status OTG yang terkonfirmasi positif jauh lebih banyak. Yakni empat orang, pasien 90, pasien 92, pasien 93 dan pasien 96. Ketujuh pasien ini, merupakan hasil rapid test yang menunjukkan reaktif, yang kemudian statusnya meningkat menjadi terkonfirmasi,” jelas Gaguk, sapaan akrabnya.

Semua pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif, lanjut pria yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) ini, telah menjalani prosedur penanganan sesuai dengan protokol kesehatan. Mulai dari evakuasi ke tempat observasi serta melakukan tracing kepada orang terdekat atau keluarga pasien untuk penanganan lebih lanjut. “Untuk keluarga pasien, kami telah lakukan rapid test dan tes swab,” imbuhnya.

Gaguk Tri Prasetyo, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Pencegahan Covid – 19 Kota Mojokerto mengatakan, penutupan Puskesmas tersebut dimulai Rabu 08 Juli 2020.

“Hari ini, iya ditutup Puskesmas Wates, alasannya yang jelas ada dua orang. Satu tenaga kesehatan di sana dan satu orang non kesehatan yang sudah terkonfirmasi positif,” ungkapnya, Rabu (8/7/2020).

Gaguk juga mengatakan, penutupan ini dilakukan sebagai langkah awal kewaspadaan akan munculnya kemungkinan klaster baru dari Puskesmas Wates.

“Jangan sampai muncul klaster baru di Puskesmas Wates, sehingga ini ditutup dulu. Dalam rangka apa? Yah untuk memastikan tracing dan pengujian pengetesan kepada seluruh tenaga-tenaga medis yang melayani di sana,” tambahnya.

Gaguk mengatakan, usai di tutup, semua pekerja baik itu nakes maupun non nakes yang bekerja di lingkungan Puskesmas Wates akan dilakukan tes swab untuk mengetahui penyebaran virus sampai sejauh mana.

“Ketika nanti diswab, semua hasilnya ternyata tidak ada satupun yang positif ya sudah dibuka kembali. Kalau ternyata ada yang positif, ya jangan kerja,” tegasnya.

Pihaknya menjelaskan, terkait sampai kapan penutupan ini, pihaknya belum bisa memastikan secara pasti, karena masih menunggu hasil dari uji laboratorium. “Penutupan butuh waktu dan memastikan bahwa tenaga medis yang bertugas di Wates harus clear dulu tidak ada orang atau tidak ada terkonfirmasi lagi,” tandasnya.

Gaguk juga memastikan bahwa dua orang yang positif sudah dikarantina, dan beberapa orang yang kontak sudah ditracing dan segera dilakukan tes baik rapid maupun swabnya.

Sementara terkait layanan kesehatan akan dialihkan ke Puskesmas lain yang terdekat. Diantaranya Puskesmas Gedongan dan Kedundung.

Sementara itu, dari data terbaru kasus Covid-19 di Kota Mojokerto tanggal 7 Juli 2020, untuk Orang Dalam Resiko (ODR) bertambah menjadi 5.647 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 737 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) 127 orang. Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 18 orang. Untuk jumlah PDP yang meninggal hingga saat ini berjumlah 7 orang. Sedangkan kasus pasien terkonfirmasi, bertambah menjadi 99 orang,  dengan rincian diantaranya 16 orang dinyatakan sembuh, 4 orang meninggal dan 79 masih dirawat.   dsy1

Berita Terbaru

PETA CINTA Gus Fawait Permudah Layanan KTP, Warga Tak Perlu ke Dispendukcapil

PETA CINTA Gus Fawait Permudah Layanan KTP, Warga Tak Perlu ke Dispendukcapil

Kamis, 30 Jul 2026 21:10 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 21:10 WIB

JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember terus mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Melalui program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di D…

Kunjungi Desa Gugut, Gus Fawait Dengarkan Aspirasi Warga dan Kader Posyandu

Kunjungi Desa Gugut, Gus Fawait Dengarkan Aspirasi Warga dan Kader Posyandu

Kamis, 30 Jul 2026 20:55 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 20:55 WIB

Jember - Bupati Jember, Gus Fawait menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mendengarkan langsung berbagai…

Persidangan Maidi, Saksi Sebut Alat Berat PUPR Dipakai Bantu Proyek TPA Winongo atas Perintah Maidi

Persidangan Maidi, Saksi Sebut Alat Berat PUPR Dipakai Bantu Proyek TPA Winongo atas Perintah Maidi

Kamis, 30 Jul 2026 19:57 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 19:57 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saksi Kepala Seksi Bidang PSDA Dinas PUPR Kota Madiun, Sri Teguh Sumaryanto, mengungkap di persidangan bahwa dirinya kerap m…

Bank Jatim Salurkan Kredit Rp 111,28 triliun

Bank Jatim Salurkan Kredit Rp 111,28 triliun

Kamis, 30 Jul 2026 19:40 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan penguatan sinergi ini menjadi strategi penting dalam menciptakan ekosistem perbankan…

Terpaan El Nino, Molor dari Akhir Agustus ke 2027

Terpaan El Nino, Molor dari Akhir Agustus ke 2027

Kamis, 30 Jul 2026 19:38 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 19:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Fenomena El Nino telah aktif dan diprediksi memicu musim kemarau yang lebih kering dan berdurasi lebih panjang di sebagian besar wilayah…

Pengusaha HKI Curhat ke Kemenperin

Pengusaha HKI Curhat ke Kemenperin

Kamis, 30 Jul 2026 19:33 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Akhmad Ma'ruf Maulana meminta adanya penekanan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah…