Konsleting Listrik Pabrik Es Kebakaran

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas damkar telah memadamkan api dan memasuki pabrik es yang kondisinya sudah hangus terbakar. Minggu (23/8/2020).SP/TYAN
Petugas damkar telah memadamkan api dan memasuki pabrik es yang kondisinya sudah hangus terbakar. Minggu (23/8/2020).SP/TYAN

i

SURABAYA PAGI, Surabaya - Kebakaran dua kali terjadi di wilayah Kota Surabaya, tak hanya menimpa rumah warga. Kebakaran yang terjadi pada Minggu (23/8/2020) ini juga menghanguskan pabrik es.

Kepala Bidang Operasional Dinas Kebakaran Kota Surabaya, Bambang Vistadi, kebakaran di pabrik es batu dan rumah warga hampir 70 persen disebabkan oleh konsleting listrik. Kebakaran ini terjadi di pabrik milik Ahmad Alhasni.

"Seperti kejadian kebakaran sehari ini ada dua kejadian. Satu di Poskopal Armatim, jalan ikan dorang tempat istirahat karyawan pabrik es dan kebakaran alang-alang. Untuk di pabrik es karena konsleting listrik dan alang-alang karena ada warga yang bakar sampah," jelasnya.

Beruntung, kebakaran yang cukup hebat ini tidak memakan korban jiwa, hanya saja kebakaran di wilayah Kota Surabaya membuat panik sejumlah warga. Terutama rumah penduduk di sekitar tempat kejadian.

Sedangkan petugas damkar lebih bekerja keras selama musim kemarau tiba. Hal tersebut ditegaskan Bambang lantaran banyak alang-alang lahan kosong yang terbakar akibat ulah kesalahan manusia yang bakar sampah. Bahkan hanya membuang putung rokok saja kebakaran bisa terjadi.

"Untuk kebakaran alang-alang akan banyak terjadi saat musim kemarau, sedangkan kebakaran yang terjadi pada rumah fungsional akan banyak terjadi terutama karena konsleting listrik.Tyn

Berita Terbaru

Antisipasi Gagal Panen, DKPP Kota Madiun Tingkatkan Mitigasi Dampak Fenomena El Nino

Antisipasi Gagal Panen, DKPP Kota Madiun Tingkatkan Mitigasi Dampak Fenomena El Nino

Minggu, 05 Jul 2026 12:13 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 12:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai langkah strategis mengantisipasi dampak musim kemarau yang berpotensi menurunkan produktivitas pertanian hingga memicu gagal…

Majapahit Run 2026  Pecah!, Ribuan Pelari Birukan Alun-Alun Kota Mojokerto

Majapahit Run 2026  Pecah!, Ribuan Pelari Birukan Alun-Alun Kota Mojokerto

Minggu, 05 Jul 2026 12:06 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 12:06 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Sebanyak 1.500 pelari dari berbagai daerah memeriahkan Majapahit Run 2026 yang digelar Pemerintah Kota Mojokerto, Minggu …

Teras Kriya 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Ekraf UMKM Khas Kota Madiun

Teras Kriya 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Ekraf UMKM Khas Kota Madiun

Minggu, 05 Jul 2026 11:59 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melalui ajang Teras Kriya 2026 yang digelar di Gedung Dekranasda, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, mempromosikan produk unggulan…

Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Sumenep Tetapkan Status Siaga Kekeringan

Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Sumenep Tetapkan Status Siaga Kekeringan

Minggu, 05 Jul 2026 11:53 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 11:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Menyusul musim kemarau kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, mulai menetapkan status siaga bencana kekeringan menyusul…

Lewat Skema Bantuan Pusat, Pemkab Magetan Ajukan Usulan Revitalisasi Pasar Sayur

Lewat Skema Bantuan Pusat, Pemkab Magetan Ajukan Usulan Revitalisasi Pasar Sayur

Minggu, 05 Jul 2026 11:29 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 11:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Melalui skema bantuan pusat dengan melibatkan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Tingkatkan Mobilitas Masyarakat, Pemkab Pasuruan Rehabilitasi Jembatan Lekok-Rejoso

Tingkatkan Mobilitas Masyarakat, Pemkab Pasuruan Rehabilitasi Jembatan Lekok-Rejoso

Minggu, 05 Jul 2026 11:21 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 11:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan merehabilitasi…