Juragan Rongsokan Tewas Dihabisi Mantan Karyawannya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelaku saat dimintai keterangan petugas di Polsek Jetis.
Pelaku saat dimintai keterangan petugas di Polsek Jetis.

i

Tersangka 3 kali dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ)

 

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto – Seorang juragan rongsokan bernama Sutiman (61) akhirnya meninggal dunia setelah disabet sabit oleh mantan karyawannya Hari Mulyono (50) di Dusun Sidoduwe, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (1/9/2020) malam.

Anak korban, Maratus Sholikah (27) mengatakan, usai membeli bensin ayahnya terlibat cekcok dengan pelaku di depan rumah. “Awalnya cekcok terus terjadi pembacokan, bagian leher yang dibacok. Pakai arit (sabit). Dia ambil senjata ke rumahnya yang berjarak sekitar 200 meter,” ungkapnya.

Karena sabetan sabit itu, korban langsung terjatuh di pinggir jalan. Pelaku tak puas. Dia kembali mengayunkan senjata tajamnya hingga korban tak berdaya. Sholikah menduga, pelaku sakit hati dengan korban karena dipecat sebagai karyawan.

“Mungkin tersinggung dengan omongan bapak saya, kan dia karyawan di gudang (rongsokan) bapak saya. Tapi dipecat, sudah lama sih. Tahun lalu. Dia (pelaku) mau kerja lagi tapi tidak diperbolehkan sama bapak saya. Mungkin tersinggung terus terjadi itu. Dia kan punya kelainan,” ujarnya.

Korban kemudian dibawa ke RS Citra Medika, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Nahasnya, luka parah yang diderita korban membuat nyawanya tak terselamatkan. Korban yang mengalami luka bacok di bagian leher akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Kapolsek Jetis, Kompol Suhariyono mengatakan korban ditemukan dalam kondisi terluka pada bagian dada sebelah kanan, sementara pelaku meninggalkan korban dengan menggunakan sepeda motor.

Pelaku sempat diamankan warga namun kabur meninggalkan rumahnya. Meski sempat kabur, pelaku akhirnya berhasil diamankan di sebuah warung kopi yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Kami melakukan pencarian terhadap pelaku yang ternyata berada di warung kopi tidak jauh dari lokasi kejadian dan kini pelaku dilakukan pemeriksaan terkait kasus penganiayaan berujung pembunuhan ini," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku kepada polisi mendengar suara gaib yang menyebut korban akan melakukan hal yang tidak baik terhadap anaknya.

“Kulo ten griyo kiyambekan, terus wonten suara kulo padosi ten embong. Anak mu tak encuk, ngoten. (Saya di rumah sendirian, terus ada suara saya cari di jalan. Anak mu tak ajak berhubungan badan, gitu),” ucapnya, Rabu (2/9/2020).

Atas penuturan tersebut, pihak kepolisian saat ini masih mendalami apakah yang didengar pelaku adalah halusinasi atau bukan.

Sementara itu, dari informasi yang didapat dari sejumlah tetangga korban menyebut pelaku pernah mengidap gangguan jiwa.

Suharyono, tetangga korban menyebut pelaku telah 3 kali dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ). Yaitu dua kali di RSJ Menur Surabaya dan satu kali di RSJ Lawang Malang.

"Yang bersangkutan punya riwayat pernah dirawat di Menur dan Lawang. Sekitar empat bulan lalu keluar dari rumah sakit jiwa," terangnya.

Namun terkait kasus pembunuhan pengusaha rongsokan, lanjut Suharyono, pihaknya tidak begitu saja menganggap Hari mengidap gangguan jiwa sehingga bisa lolos dari jeratan hukum.

"Yang bisa menentukan ada atau tidaknya gangguan kejiwaan adalah psikiater. Setelah pemeriksaan (oleh penyidik), dia kami periksakan ke psikiater. Sampai saat ini, saat kami ajak ngomong dan diskusi masih nyambung. Yang bersangkutan mengakui, merasa bersalah dan meminta maaf," ungkapnya.

Berita Terbaru

Perkuat Pertanian saat El Nino, Pemkab Lumajang Gencarkan Komoditas Hortikultura Pisang

Perkuat Pertanian saat El Nino, Pemkab Lumajang Gencarkan Komoditas Hortikultura Pisang

Minggu, 04 Okt 2026 12:38 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 12:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui Project HDDAP (Horticulture Development in Dryland Areas), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui Dinas Ketahanan…

Tekanan Kemarau, Air Waduk Gonggang Magetan Tinggal 805 Ribu Meter Kubik

Tekanan Kemarau, Air Waduk Gonggang Magetan Tinggal 805 Ribu Meter Kubik

Minggu, 04 Okt 2026 12:34 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dinas PUPR Magetan meminta penggunaan air tetap dikendalikan dan perlu dihemat, mengingat Ccadangan air Waduk Gonggang di Kecamatan…

2027 Mendatang, Pemkot Madiun Usulkan Santunan kematian Naik Rp1,5 Juta

2027 Mendatang, Pemkot Madiun Usulkan Santunan kematian Naik Rp1,5 Juta

Minggu, 04 Okt 2026 12:27 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 12:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mengusulkan kenaikan besaran santunan kematian bagi warga Kota Madiun dari sebelumnya Rp1 juta…

Atasi Permasalahan Banjir, Pemkab Kediri Bakal Perbaiki Jembatan Cerme

Atasi Permasalahan Banjir, Pemkab Kediri Bakal Perbaiki Jembatan Cerme

Minggu, 04 Okt 2026 11:20 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sebagai upaya mengatasi banjir yang selama ini meresahkan warga ketika hujan turun deras, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri,…

Fokuskan Fungsi Tata Ruang, Pemkot Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek di Surabaya

Fokuskan Fungsi Tata Ruang, Pemkot Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek di Surabaya

Minggu, 04 Okt 2026 11:14 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 11:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna menjaga Kota Pahlawan tetap aman bagi anak-anak, sekaligus memastikan diskotek yang sudah beroperasi mematuhi ketentuan yang…

Optimalkan PAD, Pemkab Ponorogo Lelang 31 Kendaraan Dinas dan Barang Inventaris

Optimalkan PAD, Pemkab Ponorogo Lelang 31 Kendaraan Dinas dan Barang Inventaris

Minggu, 04 Okt 2026 11:08 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 11:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam rangka mengoptimalkan aset daerah yang sudah tidak lagi digunakan sekaligus menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD),…