Keunikan Suku Minoritas Terbesar Etnis Tionghoa Li & Miaw

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tradisi unik suku Li & Miaw menjewer telinga sebagai ungkapan salam. SP
Tradisi unik suku Li & Miaw menjewer telinga sebagai ungkapan salam. SP

i

SURABAYAPAGI, China - Pulau Hainan di China memiliki suku asli yang mendiami Hainan yang bernama Li dan Miao. Walau tergolong minoritas, desa mereka justru menarik hati banyak wisatawan untuk datang. Desa Yetian adalah lokasi sempurna untuk mendalami budaya dan tradisi suku-suku minoritas tersebut.

 Sejarah suku Li (Hlai) adalah suku minoritas terbesar dari etnis Tionghoa. Suku Li sebagian besar hidup di lepas pantai selatan Tiongkok daratan, tepatnya di daerah Sanya, Provinsi Hainan. Jumlah mereka sekitar 1,3 Juta Penduduk. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Hlai. Suku ini masih menagunut kepercayaan Animisme dan sebagian menganut agama Budha Thraveda.

Suku Li menyebut dirinya sebagai orang “Hlai” atau dikenal dengan sebutan “Sai” atau “Say”. Dan selama masa Dinasti Sui mereka lebih dikenal dengan Suku Liliao. Suku Li merupakan salah satu suku minoritas terbesar, dan diakui secara resmi dari 56 Suku oleh Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Selama penjajahan Jepang di China, Suku Li mengalami penderitaan yang luar biasa, mereka ikut berjuang bersama Kelompok Komunis Cina dalam melawan penjajah Jepang, serta berjuang pada saat perang saudara melawan Pemerintah Nasionalis China. Sehingga saat ini Suku Li merupakan suku terhormat dalam pemerintahan RRT. Salah satu penghargaan yang diberikan kepada meraka adalah, dengan dibangun Desa wisata khusus Suku Li dan Miaw, yang kerap disebut dengan “Yetian Minority Village“. Sehingga di Desa Yetian Sanya, Provinsi Hainan, Yetian Minority Village merupakan Desa Wisata yang lekat dengan cerita kehidupan dan budaya Suku Li & Miaw.

Suku Li dan Miao memiliki beberapa budaya yang unik. Cara salamnya yaitu seperti menjewer telinga. Sang pemilik rumah akan memegang seperti menjewer telinga tamu dan tamu tersebut membalas memegang telinga si pemilik rumah, yang artinya ia akan tinggal di rumah itu.

Gadis Suku Li & Miao harus bisa menenun, jika tidak bisa menenum mereka tidak boleh menikah. Pada zaman dahulu kala, hasil tenunan yang indah itu tidak dijual, tetapi dikhususkan ntuk raja-raja. Makanya Suku ini juga dikenal dengan hasil tenunan yang sangat indah.

Berbagai kerajinan juga dibuat di sana, salah satunya kerajinan keramik. Kerajinan keramik Suku Li dan Miao ini juga mendapatkan status sebagai the World Intangible Culture Heritage dari Unesco.

Budaya dagang suku Li & Miaw juga cukup unik, Mereka berdagang dengan tanpa penjual, dagangan mereka biasaya ditaruh di depan rumah dengan ditulis harga, sehingga pembeli tinggal menaruh uang di tempat yang sudah disediakan. Jika ada uang kembalian, maka pembeli juga tinggal mengambil uang di tempat yang disediakan.

Model dagang tersebut diyakini oleh suku Li & Miaw bahwa kejujuran adalah nilai tertinggi, jika ada yang tidak jujur atau mencuri, maka akan terkena hukum karma. Nilai kejujuran inilah yang kita perlu harapkan juga pada pemimpin Indonesia, kita harus belajar banyak dan salut pada Mereka (Suku Li & Miaw) di Provinsi Hainan, China. Dsy14

 

Tag :

Berita Terbaru

Luncurkan Program ELSINDUK GEMES, PLN UIT JBM Dorong Ekonomi Sirkular dari Pengelolaan Bank Sampah

Luncurkan Program ELSINDUK GEMES, PLN UIT JBM Dorong Ekonomi Sirkular dari Pengelolaan Bank Sampah

Selasa, 21 Jul 2026 23:16 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 23:16 WIB

SurabayaPagi, Gresik – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan b…

Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol

Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol

Selasa, 21 Jul 2026 23:02 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 23:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Upaya pemerintah dalam memberantas praktik judi online (judol) terus mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kalangan…

2 Hektar Hutan Perhutani di Sampung Ponorogo Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar OTB

2 Hektar Hutan Perhutani di Sampung Ponorogo Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar OTB

Selasa, 21 Jul 2026 21:18 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 21:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kebakaran hutan melanda kawasan perhutani di Petak 62 RPH Ngangsiran, BKPH Sampung, KPH Madiun, yang masuk dalam wilayah Kecamatan…

Sensus Ekonomi Ponorogo Capai 58,62 Persen, BPS Beber Faktor Penghambat 

Sensus Ekonomi Ponorogo Capai 58,62 Persen, BPS Beber Faktor Penghambat 

Selasa, 21 Jul 2026 21:10 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Ponorogo menunjukkan progres positif. Berdasarkan data Aplikasi FASIH Pendataan SE…

BEM Nusantara Jatim Kirim Karangan Bunga ke Kejati, Protes Penanganan Kasus Eks Jampidsus

BEM Nusantara Jatim Kirim Karangan Bunga ke Kejati, Protes Penanganan Kasus Eks Jampidsus

Selasa, 21 Jul 2026 20:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:06 WIB

‎ ‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – BEM Nusantara Jawa Timur mengirim karangan bunga ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Selasa (21/7/2026), sebagai aksi simb…

Persidangan Ungkap PT JPC Tidak Miliki Perjanjian Kontraktual Langsung Dengan Pemilik Lahan  ‎

Persidangan Ungkap PT JPC Tidak Miliki Perjanjian Kontraktual Langsung Dengan Pemilik Lahan ‎

Selasa, 21 Jul 2026 20:03 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:03 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang gugatan perdata sengketa pengelolaan lahan parkir yang melibatkan PT Jatim Parkir Center (JPC) kembali bergulir di Pen…